Pemakaman Ali Khamenei Diwarnai Perang Baru Iran-AS

Prosesi pemakaman Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei berlangsung di tengah meningkatnya ketegangan AS dan Iran.

Diterbitkan 10 Juli 2026, 08:11 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Mashhad - Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei dimakankan pada Kamis, seteleh lebih dari empat bulan tewas dalam serangan udara gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel.

Dikutip dari Channel News Asia, Jumat (10/7/2026), prosesi pemakaman berlangsung di tengah meningkatnya ketegangan, setelah Teheran melaporkan adanya serangan baru dari AS dan kembali melancarkan serangan terhadap sejumlah sekutu Washington di kawasan.

Ribuan pelayat memadati kota Mashhad, Iran timur, untuk mengantar jenazah Khamenei ke peristirahatan terakhirnya. Peti jenazah diusung menuju kompleks makam Imam Reza, sementara massa yang memenuhi area di luar kompleks mengikuti doa dan penghormatan terakhir.

Meski menjadi pusat perhatian, putra sekaligus penerus Khamenei, Mojtaba Khamenei, kembali tidak terlihat dalam prosesi tersebut. Hingga kini, ia belum pernah tampil di hadapan publik sejak ditunjuk sebagai Pemimpin Tertinggi Iran.

Pemakaman berlangsung di hari kedua eskalasi serangan antara Iran dan Amerika Serikat. Pejabat Iran menyebut serangan AS menewaskan sedikitnya 17 orang. Media pemerintah juga melaporkan salah satu serangan menghantam jalur kereta api Teheran-Mashhad, sementara serangan lainnya mengenai area di sekitar pembangkit listrik tenaga nuklir Iran.

Di saat yang sama, Iran mengklaim kembali menyerang aset-aset milik Amerika Serikat di Kuwait, Bahrain, dan Qatar. Sirene peringatan juga sempat berbunyi di Yordania, setelah militer negara itu mengaku mencegat delapan rudal yang diluncurkan dari Iran.

Khamenei sendiri tewas bersama sejumlah anggota keluarga dekatnya pada hari pertama perang AS-Israel melawan Iran yang pecah pada 28 Februari lalu.

 

Massa Serukan Balas Dendam kepada Trump

Ribuan pria dan perempuan berpakaian hitam memenuhi jalan-jalan di Mashhad. Banyak di antara mereka menyerukan balas dendam terhadap Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Koresponden AFP melaporkan sejumlah spanduk bertuliskan dalam bahasa Inggris, "Hey Trump, we will kill you" (Hei Trump, kami akan membunuhmu), terlihat di tengah kerumunan massa.

Besarnya jumlah pelayat membuat jenazah Khamenei akhirnya diterbangkan menggunakan helikopter menuju lokasi pemakaman di kompleks suci tersebut, sebagaimana dilaporkan televisi pemerintah Iran.

Pada hari yang sama, media pemerintah Iran mengutip Wakil Gubernur Provinsi Bushehr yang menyebut Amerika Serikat menyerang area di sekitar satu-satunya pembangkit listrik tenaga nuklir sipil milik Iran.

Media pemerintah juga melaporkan sebuah proyektil menghantam markas militer di pinggiran Bushehr. Namun, seorang pejabat pertahanan AS membantah bahwa militer Amerika sedang melancarkan operasi serangan terhadap Iran.

Selain itu, media pemerintah Iran menyebut AS menyerang jalur kereta Teheran-Mashhad sekitar 55 kilometer dari Kota Mashhad. Akibatnya, jalur tersebut ditutup sementara dan para penumpang dialihkan menggunakan bus.

Militer Iran mengklaim telah menyerang sistem pencegat rudal Patriot di Kuwait, sistem peringatan dini di Qatar, serta tangki bahan bakar di Bahrain menggunakan pesawat nirawak sebagai bagian dari serangan terhadap pangkalan-pangkalan militer AS di kawasan.

Di sisi lain, seorang pejabat pertahanan Amerika Serikat mengatakan puluhan rudal dan drone yang diluncurkan Iran berhasil dicegat atau tidak menimbulkan kerusakan berarti. Tidak ada personel militer AS yang dilaporkan menjadi korban.

Tingginya tensi keamanan juga terlihat dari pengawalan ketat terhadap pesawat yang membawa jenazah Khamenei. Rekaman di situs resmi Pemimpin Tertinggi Iran memperlihatkan sedikitnya satu jet tempur mengawal penerbangan menuju Mashhad.

Â