9 Juli 2001: Ilmuwan Ungkap Awal Mula Alam Semesta Terbentuk

Temuan penjelasan teori Big Bang oleh ilmuwan pada 9 Juli 2001.

Diterbitkan 09 Juli 2026, 06:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Washington D.C - Sebuah universitas di California memberikan alasan lebih lanjut tentang penjelasan teori Big Bang setelah melakukan penelitian hampir 40 tahun pada 9 Juli 2001.

Dikutip dari BBC, Kamis (9/7/2026), pada mulanya, banyak ilmuwan yang sepakat bahwa alam semesta terbentuk dari Big Bang dan adanya materi dan antimateri dalam jumlah yang sama.

Namun, teori tersebut berseberangan dengan fakta yang berkata bahwa jika jumlah materi dan antimateri sama, keduanya akan menolak dan alam semesta tidak akan terbentuk.

Di sisi lain, penelitian yang dilakukan oleh tim fisikawan internasional Universitas Stanford menggunakan pelanggaran paritas muatan (CP) memberikan bukti yang kuat bahwa saat ini materi dan antimateri mengalami peluruhan dengan waktu yang berbeda. Hal ini menyebabkan materi tetap mendominasi.

Bukti tersebut semata-mata didasarkan pada pengukuran yang perlahan lebih akurat terhadap perbedaan laju peluruhan partikel subatomik, seperti meson K netral dan anti-partikelnya.

Sementara itu, kini ada tim di Stanford Linear Accelerator Center (SLAC) yang mengamati pelanggaran simetri CP pada pasangan partikel dan antipartikel berkaitan dengan meson B yang lebih berat.

Hasil penemuan tersebut menggunakan detektor seberat 1.200 ton bernama Babar yang dirancang dan dioperasikan oleh 600 ilmuwan dan insinyur.

Babar memaksa para partikel tersebut untuk bertabrakan satu sama lain dan mensimulasi efek Big Bang jauh di bawah permukaan California.

Temuan dari tim SLAC akan dipublikasikan dalam jurnal Physical Review Letters.