IHSG Bakal Melesat, Cek Rekomendasi Saham 13 Juli 2026

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan bergerak di kisaran 5.640-6.000. Berikut strategi rekomendasi saham pada Senin, (13/7/2026).

Diterbitkan 13 Juli 2026, 07:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi menguat pada perdagangan saham Senin, (13/7/2026). IHSG hari ini akan menguji 6.083-6.203. Lalu bagaimana strategi rekomendasi saham-nya?

IHG menguat 0,20% ke 5.942, dan disertai dengan munculnya tekanan jual, pergerakannya pun masih berada di bawah moving average (MA) 20 harian pada Jumat, 10 Juli 2026. Dalam timeframe weekly, IHSG menguat 0,83%, dan pergerakannya masih cenderung sideways.

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, posisi IHSG sedang berada pada bagian dari wave b dari wave (b) dari wave [iv] pada skenario hitam.

“Hal tersebut berarti, IHSG masih berpeluang melanjutkan penguatannya untuk menguji 6.083-6.203, namun cermati area koreksi pada level 5.752-5.797,”  kata Herditya.

Ia mengatakan, IHSG akan berada di level support 5.486,5.317 dan level resistance 6.007,6.286.

Sedangkan selama sepekan, Herditya perkirakan, IHSG cenderung bergerak sideways dengan level support 5.742 dan level resistance 6.112. Sejumlah faktor yang akan membayangi IHSG antara lain, pertama, investor akan mencermati risalah the Federal Reserve (the Fed) meskipun diperkirakan masih akan terjadi higher for longer ke depan.

Kedua, investor juga akan mencermati rilis laporan keuangan kuartal kedua 2026. Ketiga, rilis data makro China akan keluar. Keempat, pergerakan nilai tukar rupiah dan harga komoditas dunia.

Dalam riset PT Pilarmas Investindo Sekuritas menyebutkan, IHSG berpotensi menguat terbatas dengan level support dan level resistance 5.640-6.000.

Rekomendasi Saham

Untuk rekomendasi saham hari ini, PT Pilarmas Investindo Sekuritas memilih saham PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO), PT PP London Sumatera Indonesia Tbk (LSIP), dan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM).

Sedangkan Herditya memilih saham PT Archi Indonesia Tbk (ARCI), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG).

 

 

 

Rekomendasi Teknikal

Berikut rekomendasi teknikal dari MNC Sekuritas:

1.PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) - Buy on Weakness

Saham ARCI menguat 4,71% ke 1.000 dan masih didominasi oleh volume pembelian yang meningkat, pergerakannya mampu menembus moving average (MA)20 harian.

“Selama ARCI masih mampu berada di atas 920 sebagai stoplossnya, posisi ARCI kami perkirakan sedang berada pada awal dari wave 3 dari wave (C),” ujar Herditya.

Buy on Weakness: 970-995

Target Price: 1.115, 1.225

Stoploss: below 920

 

 

2.PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) - Buy on Weakness

Saham BMRI menguat 0,99% ke 4.080 dan masih didominasi oleh volume pembelian, tetapi pergerakannya masih berada di bawah MA20.

“Kami memperkirakan, posisi BMRI sedang berada pada bagian dari wave [b] dari wave B,” ujar Herditya.

Buy on Weakness: 3.780-3.850

Target Price: 4.180, 4.270

Stoploss: below 3.710

 

 

Rekomendasi Teknikal Lainnya

3.PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA) - Trading Buy

Saham MINA terkoreksi 1,45% ke 272 dan disertai dengan munculnya tekanan jual, pergerakannya pun masih berada di bawah MA20.

“Selama MINA masih mampu berada di atas 238 sebagai stoplossnya, diperkirakan posisi MINA saat ini berada pada bagian dari wave (iii) dari wave [iii],” ujar dia.

Trading Buy: 250-266

Target Price: 310, 336

Stoploss: below 238

 

 

4.PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG) - Buy on Weakness

Saham TAPG menguat 0,98% ke 1.540 dan disertai dengan munculnya volume pembelian, pergerakan TAPG masih mampu berada di atas MA20.

“Kami memperkirakan, posisi TAPG berada pada bagian dari wave [ii] dari wave C dari wave (B),” ujar dia.

Buy on Weakness: 1.490-1.530

Target Price: 1.625, 1.700

Stoploss: below 1.460

 

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual saham. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.