Investasi, Direktur Utama PGAS Beli 679 Ribu Saham

Direktur Utama PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) Arief Kurnia Risidianto membeli saham PGAS dengan merogoh kocek hampir Rp 1 miliar.

Diterbitkan 13 Juli 2026, 07:49 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Direktur Utama PT Perusahaan  Gas Negara Tbk (PGAS) Arief Kurnia Risdianto membeli saham PGAS. Aksi beli saham PGAS ini untuk investasi.

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Senin (13/7/2026), Direktur Utama PT Perusahaan  Gas Negara Tbk (PGAS) Arief Kurnia Risdianto membeli 679.000 saham PGAS. Pembelian saham PGAS itu dengan harga Rp 1.470 per saham, sehingga nilai pembelian mencapai Rp 998,13 juta.

“Tujuan transaksi investasi dengan status kepemilikan langsung,” demikian seperti dikutip dari keterbukaan informasi.

Sebelumnya Arief tidak memiliki saham PGAS. Dengan demikian, kini ia memiliki saham PGAS sebesar 679.000.

Berdasarkan data google finance, harga saham PGAS ditutup naik 4,64% menjadi Rp 1.465 per saham. Harga saham PGAS berada di level tertinggi Rp 1.480 dan terendah Rp 1.400 per saham. Kapitalisasi pasar saham PGAS mencapai Rp 35,51 triliun.

Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)  ditutup naik 0,20% ke 5.924,36. Indeks saham LQ45 bertambah 0,32% menjadi 589,25.  Seluruh indeks saham acuan menghijau.

Pada Jumat pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 5.949,99 dan level terendah 5.887,83. Sebanyak 364 saham menguat sehingga angkat IHSG. 241 saham melemah dan 185 saham diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan 1.918.201 kali dengan volume perdagangan saham 18,5 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 8,9 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah di kisaran 18.057.

Dari 11 sektor saham, tiga sektor saham melemah. Sektor saham industri melemah 0,48%, sektor saham kesehatan tergelincir 0,46% dan sektor saham infrastruktur terpangkas 0,38%.

Di sisi lain, sektor saham energi naik 0,91%, dan catat kenaikan terbesar. Sektor saham basic menanjak 0,83%, sektor saham consumer nonsiklikal bertambah 0,42%, sektor saham consumer siklikal menguat 0,41%. Lalu sektor saham keuangan melambung 0,72%, sektor saham properti menanjak 0,80%, sektor saham teknologi naik 0,22%, dan sektor saham transportasi meroket 0,20%.

 

PGAS Optimistis Program 1 Juta Sambungan Jargas Bakal Optimal

Sebelumnya, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) menyatakan optimistis program pembangunan 1 juta sambungan jaringan gas bumi rumah tangga (jargas) dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Direktur Infrastruktur dan Teknologi PGN, Hery Murahmanta menyebut keberhasilan program ini akan sangat ditopang oleh kolaborasi dengan pemerintah dan dukungan kebijakan yang berkesinambungan. 

"Perseroan percaya bahwa melalui sinergi bersama Kementerian ESDM dan dukungan kebijakan yang berkelanjutan, program 1 juta sambungan dapat berjalan optimal agar dapat memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” ungkapanya dalam konferensi pers Pubex Live 2025, Rabu (10/9/2025). 

Hery menegaskan, penugasan pembangunan jargas merupakan amanah strategis dari pemerintah. 

Hery menuturkan penugasan pembangunan jargas, jaringan rumah tangga, merupakan amanah strategis dari pemerintah, sekaligus bentuk kepercayaan untuk menghadirkan energi bersih, aman, dan terjago bagi masyarakat. 

“Jargas juga merupakan salah satu solusi untuk mengurangi ketergantungan terhadap subsidi dan energi impor. Selain itu, penambahan jargas yang masif dapat mendukung target dekarbonisasi di masa transisi energi nasional,” pungkasnya.