Polisi Kantongi Identitas Peneror Bom SD Srengseng Jaksel

Pelaku mengirim pesan ancaman bom kepada guru sekolah tersebut pada Senin (13/7/2026) pagi.

Diterbitkan 13 Juli 2026, 13:14 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Polisi telah mengantongi identitas pelaku teror di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 15 Srengseng Sawah, Jakarta Selatan. Pelaku mengirim pesan ancaman bom kepada guru sekolah tersebut pada Senin (13/7/2026) pagi.

"Dari identitasnya kita sudah kantongi, ya," kata Kapolsek Jagakarsa, Kompol Nurma Dewi kepada wartawan, Senin siang.

Dalam pesan yang dikirim melalui WhatsApp, pelaku menyebut telah menyiapkan 11 titik untuk dibom. Pelaku bahkan menyebut bom bisa meledak dalam waktu 10 menit.

"Jadi untuk terornya sendiri isinya yang jelas dia meneror, ya," ucap Nurma.

Pesan Ancaman Dikirim ke Guru

Nurma menjelaskan, laporan mengenai ancaman tersebut diterima sekitar pukul 08.00 WIB. Saat itu pihak sekolah tengah menggelar upacara pembukaan MPLS sehingga pesan yang masuk melalui WhatsApp baru diketahui setelah upacara selesai.

“Laporannya setengah delapan, tapi memang di WA itu orang lagi pada upacara. Sudah upacara baru lihat WA-nya, kita langsung datang, semuanya, camat dan lurah,” ujarnya.

Menurut dia, pesan ancaman itu dikirim secara pribadi melalui WhatsApp kepada guru kelas satu dan petugas tata usaha (TU) sekolah.

“Itu di-WA, dijapri guru kelas satu sama TU,” ucapnya.

Siswa Dipulangkan

Seluruh siswa di SDN Srengseng Sawah 15 dipulangkan setelah muncul ancaman bom. Meski Tim Gegana dan Densus 88 tidak menemukan bahan peledak di area sekolah.

Kapolsek Jagakarsa, Kompol Nurma Dewi mengatakan, hasil pemeriksaan sementara menunjukkan tidak ada benda mencurigakan di lingkungan sekolah. Namun, petugas masih melakukan penyisiran untuk memastikan kondisi benar-benar aman.

Selama proses sterilisasi berlangsung, polisi mengevakuasi seluruh siswa, guru, dan orang tua murid ke luar area sekolah.

Nurma mengatakan, setelah berkoordinasi dengan pihak sekolah dan instansi terkait, diputuskan kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dihentikan. Keputusan itu diambil karena orang tua murid panik setelah mengetahui adanya ancaman bom.

"Sudah dibubarkan, kita sudah koordinasi dengan semua pihak. Orang tua siswa juga pada panik,” ucapnya.

Dia memastikan seluruh siswa telah dipulangkan ke rumah. "Iya, pulang,” katanya.

Isi Pesan

Dilihat Liputan6.com, pesan ancaman bom dikirim oleh nomor tidak dikenal melalui WhatsApp sekitar pukul 06.28 WIB.

"SELAMAT PAGI DAN SALAM SEJAHTERA DIHARAAP BERSIAP SIAP DENGAN HITUNGAN MENIT TEMPAT SEKOLAHAN SDN 15 PAGI IN IAKAN MELEDĄK DAN KAMI SUDAH MENYIAPKAN 11 TITIK...!!!!," demikian seperti dikutip.

Pesan ancaman itu dikirim dua kali pada waktu yang sama.

Tak lama kemudian, pengancam juga melakukan panggilan telepon sekitar pukul 06.39 WIB yang diduga tidak diangkat. Pengancam pun kembali mengirimkan pesan di antara pukul 07.21 WIB sampai 07.51 WIB.

"Kami pantau dari wilayah TKP," demikian pesannya.

"Bersiap siap hituang 10 menit dari belakang," lanjutnya.

"Akan rata semuanya," sambungnya.

"JANGAN COBA COBA ANDA LAPOR POLICE," tulisnya.

"SAYA TAHU DISANA ADA PAK RT UNTUK APA," demikian sedikit pesan yang disampaikan terduga pengancam.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6