Momen Kompak 5 Pimpinan Lembaga, Kapolri dan Jaksa Agung Salam Komando

Lima pimpinan penegak hukum tampil kompak dengan salam komando di puncak Hari Koperasi Nasional 2026.

Diterbitkan 12 Juli 2026, 17:37 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Pimpinan penegak hukum kompak hadiri puncak Harkopnas 2026 di Jakarta.
  • Harkopnas 2026 tandai operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).
  • Presiden Prabowo tegaskan koperasi perkuat ekonomi nasional dan bangkitkan Indonesia.

Liputan6.com, Jakarta - Momen kompak terjadi saat lima pimpinan penegak hukum dan lembaga negara menghadiri puncak peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) 2026 di Jakarta, Minggu (12/7/2026).

Dalam foto yang beredar, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Jaksa Agung ST Burhanuddin, Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Jenderal (Purn) Djamari Chaniago, serta Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Letjen (Purn) Muhammad Herindra tampak berfoto bersama dengan salam komando sambil menyatukan tangan.

Diketahui, acara tersebut dihadiri para menteri kabinet dan melibatkan sekitar 20 ribu peserta. Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengatakan, peringatan hari ini ditandai dengan tahap operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo Subianto menyatakan koperasi merupakan salah satu soko guru perekonomian nasional.

"Kalau kita memperkuat koperasi, bukan berarti kita akan memperlemah yang lain. No!" ujar Prabowo.

Menurut Prabowo, justru dengan memperkuat koperasi maka ekonomi Indonesia bisa tumbuh kuat di semua sektor dan ekonomi makin kuat dan bangkit.

"Kita perkuat, Indonesia kaya, Indonesia akan bangkit, dan Indonesia akan mampu memperkuat semua kekuatan di Republik Indonesia ini," kata Prabowo.

Oleh karena itu, Prabowo meminta pihak-pihak yang meragukan koperasi merah putih untuk untuk diam saja di rumah atau silakan kabur keluar negeri.

"Yang ragu-ragu, duduk di rumah saja. Yang merasa Indonesia suram, silakan kalau mau cari negara lain, tidak ada yang melarang," tegas Prabowo.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6