Apa Itu Stroller? Pengertian, Jenis, Manfaat, dan Tips Memilih untuk Si Kecil

Apa itu stroller? Pahami pengertian, jenis, manfaat, tips memilih yang aman, hingga usia ideal pemakaian kereta dorong bayi untuk buah hati Anda.

Diterbitkan 12 Juli 2026, 18:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Menyambut kehadiran buah hati membuat banyak orang tua mulai bertanya-tanya, sebenarnya apa itu stroller dan seberapa penting perannya. Alat ini termasuk salah satu perlengkapan bayi baru lahir yang paling sering masuk daftar belanja calon orang tua.

Kehadiran stroller membantu orang tua bergerak lebih leluasa tanpa harus menggendong si kecil sepanjang waktu. Perjalanan bersama bayi pun menjadi lebih ringan, nyaman, dan menyenangkan.

Stroller merupakan perangkat beroda untuk mengangkut bayi dan anak kecil yang kerap dilengkapi cup holder, keranjang penyimpanan, hingga kemampuan membawa lebih dari satu anak. Memahami apa itu stroller sejak awal akan memudahkan Anda menentukan model yang benar-benar sesuai kebutuhan keluarga. Jadi simak pembahasan selengkapnya berikut ini, sebagaimana telah Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Minggu (12/7/2026).

Apa Itu Stroller? Pengertian dan Sejarah Singkatnya

Secara sederhana, stroller atau kereta dorong bayi adalah alat beroda yang dirancang untuk membawa bayi maupun anak kecil saat bepergian. Di Inggris, perangkat serupa kerap disebut pushchair atau buggy, sedangkan model khusus bayi yang belum bisa duduk dan harus berbaring biasa dinamai pram atau baby carriage.

Perjalanan panjang stroller dimulai jauh sebelum era modern. Kereta dorong pertama yang tercatat dibuat pada 1733 oleh arsitek Inggris bernama William Kent, dengan bentuk menyerupai cangkang dan awalnya dirancang untuk ditarik hewan kecil seperti kambing. Barulah pada 1889 William Richardson menciptakan stroller yang bisa dibalik arah hadapnya, dan pada 1965 Owen Maclaren memperkenalkan umbrella stroller berbahan aluminium yang ringan serta mudah dilipat.

Kini, jawaban atas apa itu stroller sudah jauh berkembang dari sekadar alat angkut. Model masa kini hadir sebagai sistem perjalanan lengkap dengan sandaran yang dapat diatur, kanopi pelindung, sistem suspensi, hingga keranjang barang. Bahkan sejumlah merek mewah menggarap kereta dorong layaknya produk gaya hidup, seperti kolaborasi yang melahirkan stroller bayi seharga puluhan juta rupiah.

Karena berkaitan langsung dengan keselamatan anak, stroller termasuk produk yang diawasi ketat di banyak negara. Di Kanada, misalnya, setiap kereta dorong wajib lolos rangkaian uji keamanan sebelum dijual, sebuah proses yang biayanya bisa sangat mahal bagi produsen. Standar semacam ini menegaskan bahwa memilih stroller bukan sekadar soal tampilan, melainkan juga faktor keamanan.

Jenis-Jenis Stroller yang Umum Digunakan

Setelah memahami definisinya, hal berikutnya yang penting diketahui adalah ragam jenis stroller di pasaran. Setiap tipe punya keunggulan tersendiri, sehingga pemilihannya sebaiknya disesuaikan dengan usia anak, gaya hidup, dan medan yang paling sering dilalui. Sebelum berkomitmen pada satu tipe, para ahli anak umumnya menyarankan agar orang tua lebih dulu menyesuaikan jenis kereta dorong dengan tahap tumbuh kembang si kecil, bukan sekadar mengikuti tren atau tampilan.

  1. Stroller ukuran penuh (full-size) - Tipe ini paling kokoh, dilengkapi keranjang luas dan sandaran yang bisa direbahkan hingga rata sehingga ramah untuk bayi baru lahir. Konsekuensinya, bobotnya lebih berat dan harganya cenderung lebih tinggi.
  2. Stroller ringan (lightweight atau travel) - Bobotnya biasanya hanya 5-8 kg, ringkas saat dilipat, dan ideal untuk bepergian atau naik pesawat. Umumnya cocok digunakan sejak bayi berusia sekitar 6 bulan ke atas.
  3. Umbrella stroller - Dinamai demikian karena bisa dilipat menyerupai payung. Sangat praktis untuk disimpan dan dibawa, meski fitur kenyamanannya lebih terbatas.
  4. Jogging stroller - Memiliki tiga roda besar berisi angin dan sistem suspensi untuk medan tidak rata. Cocok bagi orang tua yang gemar berlari, meski aktivitas lari sebaiknya menunggu anak berusia minimal 12 bulan.
  5. Travel system - Merupakan paket kombinasi rangka stroller dengan car seat bayi yang bisa dipasang dan dilepas. Praktis untuk memindahkan bayi yang tertidur dari mobil tanpa membangunkannya.
  6. Stroller kembar (double atau tandem) - Menyediakan dua kursi, baik berdampingan maupun depan-belakang, untuk anak kembar atau kakak-adik. Model tandem depan-belakang biasanya lebih mudah melewati pintu sempit.
  7. Stroller wagon - Berbentuk seperti gerobak beroda empat yang lega untuk beberapa anak sekaligus berikut barang bawaan. Kelebihannya, alat ini bisa didorong maupun ditarik saat melewati medan sulit.

Apa pun tipe yang dipilih, sesuaikan dengan daftar kebutuhan lain agar tidak boros. Simak pula panduan perlengkapan bayi yang wajib dibeli supaya belanja lebih terarah.

Manfaat Stroller untuk Bayi dan Orang Tua

Manfaat utama stroller adalah meringankan beban orang tua yang mendampingi bayi dengan mobilitas tinggi. Tanpa harus menggendong berjam-jam, punggung dan lengan tetap terjaga, sementara si kecil bisa beristirahat dengan nyaman. Inilah alasan kereta dorong menjadi solusi favorit keluarga yang gemar liburan bersama bayi.

Mengacu pada riset yang dimuat BMC Public Health, orang tua justru memandang stroller sebagai sarana transportasi yang membuka kesempatan lebih banyak waktu di luar ruangan sekaligus tempat beristirahat di sela aktivitas. Kesempatan bermain di luar ruangan ini dikaitkan dengan aktivitas fisik yang lebih tinggi serta manfaat kesehatan lain, seperti perkembangan motorik, kadar vitamin D, dan kesehatan mental anak.

Dari sisi bayi, posisi duduk di dalam stroller memberi kesempatan mengamati lingkungan sekitar sehingga merangsang indra penglihatan dan pendengaran. Aktivitas ini turut melatih otot leher dan punggung ketika bayi berusaha menegakkan kepala. Untuk mendukung fase ini, orang tua bisa memadukannya dengan mainan yang mengoptimalkan tumbuh kembang di rumah.

Selain itu, stroller modern berfungsi layaknya asisten pembawa barang berkat keranjang dan kantong penyimpanannya. Popok, botol, camilan, hingga baju ganti bisa tertata rapi tanpa membebani tangan, sehingga kegiatan berbelanja atau berjalan-jalan di taman terasa jauh lebih praktis.

Baca juga: cara mengoptimalkan perkembangan bayi baru lahir dan panduan memandikan bayi baru lahir.

Tips Memilih Stroller yang Aman untuk Si Kecil

Memilih stroller tidak boleh asal, sebab menyangkut kenyamanan sekaligus keselamatan si kecil. Ada sejumlah fitur kunci yang perlu diperiksa sebelum memutuskan membeli. Berdasarkan HealthyChildren.org, situs resmi American Academy of Pediatrics, orang tua sebaiknya mengutamakan fitur yang mencegah stroller terguling, mudah dioperasikan, serta mampu menahan anak dengan aman.

  1. Sabuk pengaman lima titik - Pastikan tersedia tali yang menahan kedua bahu, pinggang, dan bagian antara kedua kaki. Model ini paling aman untuk mencegah bayi terjatuh atau merosot.
  2. Rem yang mudah digunakan - Pilih rem praktis yang idealnya mampu mengunci dua roda sekaligus. Merujuk KidsHealth, rem terbaik mengunci roda belakang melalui mekanisme di rodanya, bukan sekadar menekan ban.[4]https://kidshealth.org/en/parents/products-strollers.html
  3. Basis roda yang lebar - Rangka dengan dasar lebar dan dudukan rendah membuat stroller tidak mudah terguling. Uji dengan menekan pegangan; stroller yang baik tidak langsung terjungkal ke belakang.
  4. Kanopi pelindung - Kanopi yang lebar melindungi bayi dari sinar matahari, angin, dan hujan. Pilih yang mudah dilepas agar praktis dibersihkan.
  5. Sandaran yang bisa diatur - Untuk bayi di bawah 6 bulan, pilih sandaran yang bisa direbahkan hampir rata karena ia belum mampu menopang kepala. Kemampuan recline ini penting demi kenyamanan tidur.
  6. Mudah dilipat dan ringan - Stroller yang ringan dan bisa dilipat satu tangan sangat membantu, apalagi saat harus menggendong bayi bersamaan. Ukuran lipat ringkas juga memudahkan penyimpanan di bagasi atau kabin pesawat.
  7. Tinggi pegangan yang sesuai - Sesuaikan pegangan dengan tinggi badan orang tua, idealnya berada di sekitar pinggang. Pegangan yang bisa diatur cocok bila stroller dipakai bergantian oleh orang dewasa dengan tinggi berbeda.
  8. Jangan menggantung barang di pegangan - Hindari menggantung tas atau belanjaan di gagang karena bisa membuat stroller terguling ke belakang. Simpan barang berat di keranjang bawah dekat roda belakang.

Untuk gambaran yang lebih praktis, Anda bisa menyimak tips memilih stroller agar anak tetap nyaman saat bepergian. Baca juga: daftar peralatan bayi yang harus disiapkan agar pembelian lebih efisien.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Stroller

Q; Apa fungsi utama stroller untuk bayi?

A: Fungsi utama stroller adalah memudahkan orang tua membawa bayi saat bepergian tanpa harus menggendong terus-menerus. Selain menjadi tempat istirahat yang nyaman bagi si kecil, stroller juga membantu membawa perlengkapan bayi berkat keranjang penyimpanannya.

Q: Usia berapa bayi boleh menggunakan stroller?

A: Bayi baru lahir sudah boleh diajak menggunakan stroller asalkan sandarannya bisa direbahkan rata atau memakai bassinet, karena lehernya belum kuat menopang kepala. Setelah mampu duduk tegak sekitar usia 6 bulan, bayi umumnya sudah bisa memakai kursi stroller dalam posisi tegak dengan sabuk pengaman.

Q: Apa perbedaan stroller, pram, dan buggy?

A: Ketiganya sama-sama kereta dorong, tetapi istilahnya berbeda. Pram atau baby carriage umumnya ditujukan untuk bayi baru lahir yang harus berbaring, sedangkan buggy atau pushchair merujuk pada kereta dorong ringan untuk anak yang sudah bisa duduk.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6