26 Negara Hadiri KAA 2026, Ada Agenda Khusus untuk Palestina

Penyelenggaraan KAA tahun ini juga menghadirkan sejumlah agenda baru, termasuk forum yang mengangkat isu Palestina

Diterbitkan 11 Juli 2026, 22:44 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • 26 negara hadiri KAA 2026 di Bandung, pererat hubungan antarnegara.
  • KAA 2026 hadirkan forum isu Palestina dan pidato perwakilan.
  • Pemkot Bandung dorong Gedung Merdeka jadi Situs Warisan Dunia UNESCO.

Liputan6.com, Jakarta - Sebanyak 26 negara mengirimkan delegasi untuk menghadiri rangkaian peringatan Konferensi Asia Afrika (KAA) 2026 di Kota Bandung. Selain mempererat hubungan antarnegara, penyelenggaraan tahun ini juga menghadirkan sejumlah agenda baru, termasuk forum yang mengangkat isu Palestina.

Sekretaris Daerah Kota Bandung Iskandar Zulkarnain mengatakan peringatan KAA 2026 turut dihadiri para duta besar, perwakilan kementerian, tokoh internasional, serta Menteri Lingkungan Hidup yang mengikuti berbagai kegiatan selama acara berlangsung.

Menurut Iskandar, kehadiran para delegasi internasional diharapkan tidak hanya memperkuat kerja sama antarnegara, tetapi juga memberi dampak positif terhadap sektor pariwisata dan perekonomian Kota Bandung.

"Kami berharap Konferensi Asia Afrika terus menjadi agenda tahunan sehingga dunia semakin memahami pentingnya peristiwa bersejarah ini," kata Iskandar di Bandung, Sabtu (11/7/2026).

Ia menjelaskan, penyelenggaraan KAA tahun ini menghadirkan sejumlah kegiatan baru, mulai dari talkshow, pameran, hingga forum yang membahas isu Palestina.

Pada hari kedua, panitia menjadwalkan pidato dari perwakilan Palestina yang akan disampaikan di hadapan mahasiswa dan para duta besar. Forum tersebut diharapkan menjadi ruang untuk menguatkan pesan mengenai kemerdekaan, perdamaian, dan solidaritas yang menjadi semangat Konferensi Asia Afrika sejak pertama kali digelar pada 1955.

Menurut Iskandar, nilai-nilai yang lahir dari KAA masih relevan dengan kondisi dunia saat ini sehingga penting untuk terus dikenalkan kepada generasi muda maupun masyarakat internasional.

Di sisi lain, Pemerintah Kota Bandung juga memanfaatkan momentum KAA untuk mendorong pengakuan internasional terhadap Gedung Merdeka sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO.

"Harapannya, Gedung Merdeka dapat ditetapkan sebagai Warisan Dunia UNESCO karena memiliki nilai sejarah yang sangat besar bagi perjalanan diplomasi internasional," ujar Iskandar.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6