Isi Pesan Ancaman Bom di SD Srengseng Jaksel

Terduga pelaku mengirim pesan berulang yang mengancam akan meledakkan sekolah.

Diterbitkan 13 Juli 2026, 11:40 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Ancaman bom via WhatsApp hentikan MPLS di SDN Srengseng Sawah 15.
  • Siswa dipulangkan meski Gegana tidak temukan bom, karena kepanikan orang tua.
  • Pesan ancaman dikirim orang tak dikenal ke guru dan TU pada 13 Juli 2026.

Liputan6.com, Jakarta - Ancaman bom melalui pesan WhatsApp menghentikan sementara kegiatan MPLS di SDN Srengseng Sawah 15, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Senin (13/7/2026).

Dilihat Liputan6.com, pesan WhatsApp tersebut dikirim oleh orang tak dikenal sekitar pukul 06.28 WIB.

"SELAMAT PAGI DAN SALAM SEJAHTERA DIHARAAP BERSIAP SIAP DENGAN HITUNGAN MENIT TEMPAT SEKOLAHAN SDN 15 PAGI IN IAKAN MELEDĄK DAN KAMI SUDAH MENYIAPKAN 11 TITIK...!!!!," demikian seperti dikutip.

Pesan ancaman itu dikirim dua kali pada waktu yang sama.

Tak lama kemudian, terduga pengancam juga melakukan panggilan telepon sekitar pukul 06.39 WIB yang diduga tidak diangkat.

Terduga pengancam pun kembali mengirimkan pesan direntan pukul 07.21 WIB sampai 07.51 WIB.

"Kami pantau dari wilayah TKP," demikian pesannya.

"Bersiap siap hituang 10 menit dari belakang," lanjutnya.

"Akan rata semuanya," sambungnya.

"JANGAN COBA COBA ANDA LAPOR POLICE," tulisnya.

"SAYA TAHU DISANA ADA PAK RT UNTUK APA," demikian sedikit pesan yang disampaikan terduga pengancam.

Sebelumnya, Kapolsek Jagakarsa Kompol Nurma Dewi mengatakan pesan tersebut baru diketahui setelah upacara pembukaan MPLS selesai. Saat pesan masuk, para guru masih mengikuti upacara sehingga belum sempat membuka WhatsApp.

"Laporannya setengah delapan, tapi memang di WA itu orang lagi pada upacara. Sudah upacara baru lihat WA-nya, kita langsung datang, semuanya, camat dan lurah," kata Nurma kepqda wartawan, Selasa (13/7/2026).

Menurut dia, pesan ancaman dikirim secara pribadi kepada guru kelas I dan petugas tata usaha (TU).

Siswa Diminta Pulang

Kegiatan MPLS di SDN Srengseng Sawah 15, Jagakarsa, Jakarta Selatan, dihentikan setelah muncul ancaman bom melalui WhatsApp.

Meski, hasil sterilisasi Tim Gegana dan Densus 88 tidak menemukan bahan peledak, namun sekolah tetap memulangkan seluruh siswa.

Kapolsek Jagakarsa Kompol Nurma Dewi mengatakan hasil pemeriksaan sementara menunjukkan tidak ada benda mencurigakan di lingkungan sekolah. Namun, petugas masih melakukan penyisiran untuk memastikan kondisi benar-benar aman.

"Ini sudah dicek Gegana dan Densus 88. Nihil, tapi masih disisir, lagi disisir,” kata Nurma kepada wartawan, Senin (13/7/2026).

Selama proses sterilisasi berlangsung, polisi mengevakuasi seluruh siswa, guru, dan orang tua murid ke luar area sekolah.

"Anak-anak sudah dievakuasi, kita arahkan keluar sekolah dulu,” ujarnya.

Nurma mengatakan, setelah berkoordinasi dengan pihak sekolah dan instansi terkait, diputuskan kegiatan MPLS dihentikan. Keputusan itu diambil karena orang tua murid panik setelah mengetahui adanya ancaman bom.

"Sudah dibubarkan, kita sudah koordinasi dengan semua pihak. Orang tua siswa juga pada panik,” ucapnya.

Ia memastikan seluruh siswa telah dipulangkan ke rumah. "Iya, pulang,” katanya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6