Liputan6.com, Jakarta Banyak orang penasaran, apakah bergelantungan bisa menambah tinggi badan, terutama karena latihan sederhana ini sering direkomendasikan di media sosial maupun dari mulut ke mulut. Tidak sedikit pula yang mencoba melakukannya secara rutin dengan harapan postur tubuh menjadi lebih tinggi.
Di sisi lain, tinggi badan dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari genetika, nutrisi, hingga aktivitas fisik selama masa pertumbuhan. Hal tersebut membuat banyak orang bertanya apakah satu jenis latihan saja benar benar mampu memberikan perubahan tinggi badan yang bersifat permanen.
Lalu, apakah bergelantungan bisa menambah tinggi badan menurut penjelasan ilmiah? Memahami cara kerja tulang, tulang belakang, dan proses pertumbuhan tubuh dapat membantu menjawab pertanyaan tersebut. Penjelasan berikut akan mengulas fakta, manfaat, serta batasan latihan bergelantungan berdasarkan ilmu pengetahuan.
Advertisement
Apakah Bergelantungan Bisa Menambah Tinggi Badan?
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9295257/original/075358700_1783921958-vitaly-gariev-f6gAtE-UR-Y-unsplash.jpg)
Bergelantungan, yang dalam dunia kebugaran dikenal sebagai dead hang, adalah gerakan menggantungkan tubuh pada palang dengan kedua lengan lurus dan kaki menggantung bebas dari lantai. Gerakan sederhana ini mengandalkan gravitasi untuk menarik tubuh ke bawah, sehingga tulang belakang terasa teregang. Aktivitas ini kerap dimasukkan dalam daftar olahraga peninggi badan karena tubuh terasa lebih panjang setelah melakukannya.
Ketika tubuh menggantung, ruas-ruas tulang belakang sedikit merenggang dan tekanan pada cakram (diskus) berkurang. Gerakan dekompresi seperti ini dapat meringankan tekanan pada punggung dan membuat seseorang tampak sedikit lebih tinggi untuk sementara. Namun, begitu kembali berdiri tegak, gaya gravitasi menekan tulang belakang lagi sehingga tinggi badan kembali seperti semula dan tidak bertambah secara permanen.
Tinggi badan yang sesungguhnya bertambah ketika lempeng pertumbuhan (growth plate) di ujung tulang panjang masih terbuka. Lempeng pertumbuhan menutup setelah masa pubertas sehingga tidak ada olahraga, termasuk bergelantungan, yang mampu memanjangkan tulang pada orang dewasa. Pada masa anak dan remaja, latihan ini tetap bermanfaat mendukung pertumbuhan tinggi badan anak secara tidak langsung lewat postur dan kesehatan tulang.
Advertisement
Bagaimana Bergelantungan Bekerja pada Tulang Belakang
Sepanjang hari, tubuh berada dalam posisi tegak sehingga gravitasi terus menekan tulang belakang dan cakram di antara ruasnya. Tekanan ini membuat cakram sedikit memipih, dan itulah sebabnya seseorang biasanya sedikit lebih tinggi pada pagi hari dibanding malam hari. Fenomena inilah yang sering disalahartikan sebagai "bertambah tinggi" setelah bergelantungan.
Saat bergelantungan, prosesnya justru terbalik, gravitasi memberi ruang pada ruas tulang belakang sehingga cakram dapat menyerap kembali cairan dan nutrisi. Matthew Accetta, ahli fisiologi olahraga, dikutip dari Hospital for Special Surgery, menerangkan, "Saat Anda menggantung pada palang, tulang belakang terbuka sejenak sehingga cakram dapat terhidrasi kembali dan pulih lebih cepat."
Efek melegakan ini terasa nyata, terutama bagi mereka yang seharian duduk di depan layar. Peregangan pada punggung membantu meredakan ketegangan sekaligus memberi jeda dari postur membungkuk. Meski begitu, kelegaan tersebut sementara dan bukan bentuk pemanjangan tulang. Latihan peregangan lain, seperti gerakan yoga untuk mengatasi sakit pinggang, memberi manfaat serupa bagi kelenturan tulang belakang.
Karena sifatnya sementara, bergelantungan sebaiknya dipandang sebagai perawatan harian untuk tulang belakang, bukan alat penambah tinggi. Konsistensi tetap penting agar tubuh terbiasa berada pada posisi yang lebih tegak. Gerakan menggantung ini juga menjadi fondasi awal sebelum berlatih pull up yang lebih menantang.
Faktor Utama yang Menentukan Tinggi Badan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9295258/original/081934800_1783921958-19697.jpg)
Bergelantungan hanyalah satu bagian kecil dari teka-teki pertumbuhan. Ada sejumlah faktor yang jauh lebih menentukan seberapa tinggi seseorang bisa tumbuh.
- Genetik: Warisan DNA dari orang tua adalah penentu terkuat, dan hal ini menjadi dasar dari banyak cara menambah tinggi badan dengan cepat.Â
- Lempeng pertumbuhan dan usia: Tulang hanya bisa memanjang selama lempeng pertumbuhan terbuka. Umumnya lempeng ini menutup pada perempuan di usia 14-16 tahun dan laki-laki 16-18 tahun.
- Hormon pertumbuhan: Hormon pertumbuhan manusia (HGH) mengatur pemanjangan tulang dan diproduksi paling banyak saat tidur nyenyak di malam hari.
- Nutrisi seimbang: Protein, kalsium, vitamin D, dan zinc adalah bahan baku pertumbuhan tulang. Mengonsumsi makanan alami yang bisa menambah tinggi badan serta susu tinggi kalsium membantu tulang tumbuh optimal.
- Kualitas tidur: Tidur cukup dan berkualitas mendukung pelepasan hormon pertumbuhan. Selain itu, manfaat vitamin D juga penting karena membantu penyerapan kalsium di usus.
- Aktivitas fisik: Olahraga yang melibatkan lompatan dan peregangan merangsang tulang serta memperkuat otot penopang postur.
Jika asupan gizi kurang, anak berisiko mengalami hambatan pertumbuhan. Memahami langkah mencegah stunting dengan nutrisi penting serta memperbanyak sumber protein dari daging ikan menjadi bagian penting dari upaya ini. Bagi yang sudah dewasa, tersedia pula panduan cara menambah tinggi badan untuk orang dewasa yang menekankan postur dan gaya hidup sehat.
Advertisement
Manfaat Lain Bergelantungan bagi Tubuh
Kabar baiknya, meski tidak menambah tinggi secara permanen, bergelantungan menyimpan banyak manfaat kesehatan. Gerakan ini melatih tubuh bagian atas sekaligus merawat tulang belakang.
- Dekompresi tulang belakang: Memberi ruang antar-ruas dan meredakan tekanan pada punggung setelah duduk terlalu lama.
- Memperbaiki postur: Meregangkan otot dada dan punggung yang kaku akibat membungkuk, sehingga tubuh tampak lebih tegap dan tinggi.
- Meningkatkan kekuatan genggaman: Menahan berat tubuh melatih otot lengan bawah dan tangan. Kekuatan genggaman yang lebih besar berkaitan dengan risiko kematian akibat penyakit kardiovaskular yang lebih rendah.
- Mobilitas dan kesehatan bahu: Posisi lengan lurus ke atas meregangkan sendi bahu yang jarang dijangkau dalam aktivitas sehari-hari.
- Menguatkan otot punggung dan lengan: Menjadi latihan dasar yang mempersiapkan otot untuk gerakan yang lebih berat.
- Membantu relaksasi: Sensasi meregang setelah menggantung memberi rasa lega dan mengurangi ketegangan otot.
Popularitas gerakan ini di media sosial pun melonjak karena manfaatnya yang nyata bagi postur dan kekuatan tubuh. Manfaat serupa juga bisa didapat dari latihan menarik tubuh, seperti diulas dalam manfaat pull-up untuk kesehatan yang turut melatih punggung dan lengan.
Tips Aman Bergelantungan dan Olahraga Pendukung
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9295259/original/088684700_1783921958-2147779054.jpg)
Agar bergelantungan aman dan hasilnya maksimal, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum menggantung di palang. Perhatikan teknik dan kondisi tubuh Anda.
- Pilih palang yang kuat dan kokoh menahan seluruh berat badan.
- Mulai bertahap, misalnya 3-5 detik lebih dulu, lalu tingkatkan ke 10-30 detik.
- Jaga lengan tetap lurus, bahu rileks, dan lutut sedikit ditekuk agar tubuh tidak mengayun.
- Lakukan sekitar 30 detik sebanyak 3-4 set, kurang lebih 3 kali seminggu.
- Hindari bila ada cedera bahu, siku, atau pergelangan tangan, serta bagi ibu hamil trimester akhir sebaiknya konsultasi lebih dulu.
- Lakukan pemanasan dan padukan dengan olahraga lain agar manfaatnya menyeluruh.
Bergelantungan akan lebih efektif bila dikombinasikan dengan aktivitas lain seperti renang, lompat tali, basket, atau yoga. Berbagai pilihan latihannya bisa ditemukan pada 14 cara menambah tinggi badan yang aman dan mudah serta beragam cara menambah tinggi badan secara alami.
Jadi, apakah bergelantungan bisa menambah tinggi badan? Jawabannya, latihan ini tidak memanjangkan tulang secara permanen, tetapi membantu memperbaiki postur agar tubuh tampak lebih tegap dan tinggi. Dipadukan dengan nutrisi seimbang, tidur yang cukup, dan olahraga teratur, bergelantungan tetap layak menjadi bagian dari gaya hidup sehat.
Advertisement
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Bergelantungan dan Tinggi Badan
Apakah bergelantungan bisa menambah tinggi badan setelah usia 18 tahun?
Tidak. Setelah lempeng pertumbuhan menutup di akhir masa pubertas, tulang tidak lagi bertambah panjang. Pada orang dewasa, bergelantungan hanya membantu memperbaiki postur sehingga tubuh terlihat sedikit lebih tinggi, bukan menambah tinggi secara permanen.
Berapa lama waktu ideal untuk bergelantungan setiap hari?
Bagi kebanyakan orang, menggantung sekitar 20-30 detik sebanyak 3-4 set sudah cukup. Mulailah dari durasi singkat, lalu tingkatkan perlahan seiring bertambahnya kekuatan genggaman dan daya tahan tubuh.
Apakah bergelantungan sama dengan pull up?
Tidak persis sama. Bergelantungan atau dead hang hanya menggantung dengan lengan lurus tanpa mengangkat tubuh, sedangkan pull up mengharuskan tubuh ditarik ke atas hingga dagu melewati palang. Bergelantungan biasanya menjadi latihan dasar sebelum seseorang mampu melakukan pull up.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9295088/original/038010600_1783912968-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-13T101127.805.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5548679/original/027938400_1775547751-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-04-07T112519.017.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8475678/original/062240100_1782386179-cek_fakta_bansos_PKH_-_2026.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294561/original/045730600_1783843861-cek_fakta_-_pemutihan_pajak_kendaraan_gratis_2026.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9295256/original/059666300_1783921958-pexels-mikegles-14623673.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294767/original/085878900_1783865269-messi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9295343/original/020374400_1783926373-Argentina_fans.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290498/original/086362400_1783483404-Egypt_s_Mohamed_Salah__10__and_Argentina_s_Lionel_Messi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9293559/original/029478700_1783736101-campaz.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9293974/original/060964700_1783766241-dembele.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4887490/original/081442300_1720552745-AP24191690613776.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5247508/original/065942500_1749538198-pildun.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294151/original/003111900_1783815882-000_B9XL63W.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4121792/original/089615500_1660295127-000_DV796670.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294722/original/070659100_1783855098-Lautaro_Martinez.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294841/original/008907800_1783891890-20260712_183218.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294169/original/097035400_1783819062-ing7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3428474/original/011515100_1618382719-Garuda-Indonesia2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289192/original/076771300_1783395690-GTfYO803GrDwiUQew6PYqILeZPg5Uu6HQKH5ofK9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9295234/original/007282200_1783920869-Cover.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9295209/original/061862400_1783918832-a8f7b948-d878-44f5-9a03-9331e3cccac5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5444245/original/086314200_1765774223-ASN_Digital.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9295182/original/023994200_1783917328-hl2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5083118/original/020267900_1736237221-20250107-Diskon_Tarif_Lstrik-HER_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9295153/original/012947000_1783916209-17803284825755724880.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8939119/original/067758900_1782965034-32c32b63-e74a-4d8c-a189-5d0cab50ade4.jpg)