Doktrin Adalah Ajaran dan Prinsip yang Diyakini Benar: Pengertian, Jenis dan Fungsinya

Doktrin adalah ajaran atau prinsip yang diyakini benar dan diajarkan kelompok tertentu. Simak pengertian, jenis, fungsi, dan bedanya dengan teori.

Diterbitkan 13 Juli 2026, 08:36 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Doktrin adalah istilah yang kerap muncul dalam pembahasan agama, hukum, politik, hingga militer. Secara sederhana, kata ini merujuk pada ajaran atau prinsip yang diyakini benar dan diajarkan kepada kelompok tertentu.

Kata tersebut berakar dari bahasa Latin doctrina yang berarti pengajaran atau instruksi. Karena itulah doktrin adalah konsep yang selalu berkaitan dengan proses mengajar dan menanamkan sebuah keyakinan.

Mengutip Merriam-Webster, doktrin diartikan sebagai sebuah prinsip atau kumpulan prinsip dalam suatu cabang pengetahuan atau sistem kepercayaan. Definisi ini menegaskan posisi doktrin sebagai fondasi berpikir bagi sekelompok orang.

Berikut ulasan lengkap yang Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Senin (13/7/2026).

Doktrin Adalah Ajaran: Pengertian dan Asal Katanya

Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Kemdikbud, doktrin adalah ajaran tentang asas suatu aliran politik atau keagamaan. Selain itu, doktrin juga berarti pendirian segolongan ahli ilmu pengetahuan, keagamaan, dan ketatanegaraan secara bersistem, khususnya dalam penyusunan kebijakan negara.

Sebagaimana dikutip dari Etymonline, kata ini berasal dari bahasa Latin doctrina yang bermakna pengajaran, lalu diturunkan dari kata kerja docere yang berarti mengajar, kata yang sama yang melahirkan istilah doctor atau guru. Dalam bahasa Indonesia, huruf "c" pada doctrine berubah menjadi "k" sehingga terserap menjadi doktrin dengan arti ajaran atau pengajaran.

Sebagaimana diungkapkan Cambridge Dictionary, doktrin merupakan keyakinan atau seperangkat keyakinan, khususnya di bidang politik atau agama, yang diajarkan dan diterima oleh suatu kelompok. Karena sifatnya yang mendasar itulah, doktrin adalah esensi ajaran yang berfungsi mendorong sekaligus memobilisasi sikap para pengikutnya. Untuk pembahasan populernya, Anda bisa membaca uraian bahwa doktrin adalah ajaran dalam berbagai bidang.

Doktrin dalam Berbagai Bidang: Agama, Hukum, Politik, hingga Militer

Doktrin adalah istilah lintas bidang yang maknanya menyesuaikan konteks pemakaiannya. Merujuk Vocabulary.com, doktrin pada dasarnya adalah ajaran dari sebuah sekolah, agama, atau kelompok politik, sehingga penerapannya bisa sangat beragam. Berikut ini penggunaan doktrin dalam beberapa bidang utama.

  1. Doktrin dalam agama. Dalam teologi, doktrin adalah istilah umum untuk komponen teoretis dari pengalaman religius, yakni proses mengonseptualisasikan wawasan iman agar dapat dipahami secara rasional. Sosiolog Mervin Verbit bahkan membagi doktrin menjadi empat kategori: isi, frekuensi, intensitas, dan sentralitas. Contohnya tampak jelas pada aliran-aliran teologi, seperti aliran Murjiah dalam ilmu kalam maupun keyakinan dasar yang menjadi inti sebuah agama sebagai sistem kepercayaan.
  2. Doktrin dalam hukum. Doktrin hukum adalah aturan atau prinsip yang memiliki sejarah panjang sehingga para ahli memberinya label khusus, kerap ditetapkan melalui preseden dalam tradisi common law. Kedudukannya berdekatan dengan yurisprudensi, dan keduanya termasuk dalam pembahasan macam-macam hukum yang berlaku di Indonesia.
  3. Doktrin dalam politik. Doktrin politik adalah kebijakan atau prinsip yang dianjurkan dan diberlakukan mengenai perolehan serta pelaksanaan kekuasaan. Istilah ini sering disamakan dengan ideologi, padahal doktrin lebih bersifat wacana teoretis dan tidak memiliki aspek aksi seperti ideologi. Perbedaan corak juga terlihat pada konsep ideologi terbuka maupun paham lain seperti sekularisme.
  4. Doktrin dalam militer. Doktrin militer adalah prinsip dasar yang digunakan pasukan untuk memandu tindakan mereka dalam mendukung tujuan. Sifatnya menjadi panduan untuk bertindak, bukan aturan yang keras dan kaku, serta menghubungkan teori, sejarah, eksperimen, dan praktik.
  5. Doktrin dalam kebijakan pemerintah. Dalam hubungan internasional, doktrin adalah pernyataan kebijakan dasar suatu pemerintah. Presiden Amerika Serikat kerap mengabadikan namanya dalam sebuah doktrin, seperti Doktrin Monroe pada 1823 yang menentang pengaruh Eropa di Benua Amerika dan Doktrin Truman pada 1947. 

Untuk memperkaya pemahaman lintas bidang, Anda juga dapat menelusuri berbagai macam-macam ideologi serta bagaimana doktrin bersifat mendorong sesuatu dalam penggunaannya sehari-hari.

Perbedaan Doktrin, Dogma dan Teori

Dalam kajian teologi dan filsafat, doktrin sering disandingkan dengan dogma. Dilansir dari Britannica, dogma sesungguhnya merupakan penyulingan atau sari dari doktrin, yakni prinsip-prinsip paling dasar dan aksiomatis yang dianggap esensial oleh seluruh penganut sebuah keyakinan. Dengan demikian, doktrin bersifat lebih luas, sedangkan dogma adalah intinya yang tidak boleh diganggu gugat.

Sejarawan gereja abad ke-19, J.K.L. Gieseler, dikutip dari Britannica menegaskan, "Dogma bukanlah opini doktrinal atau pernyataan seorang pengajar tertentu, melainkan sebuah ketetapan doktrinal." Pandangan modern memang cenderung memisahkan keduanya, meskipun pada masa lalu, seperti hingga Konsili Trente, kata doktrin dan dogma masih dipakai nyaris sinonim.

Berbeda dengan dogma, doktrin juga tidak sama dengan teori. Mengacu pada artikel akademik Business Law Binus University, ahli hukum Bernard Arief Sidharta menyebut istilah lain doktrin adalah ajaran, yaitu pandangan yang membahas satu hal atau satu pasal tertentu yang lebih kecil dan belum berlaku umum. Ketika ajaran tersebut diobjektifkan dan berlaku secara umum, barulah ia berubah menjadi teori.

Singkatnya, doktrin adalah pendapat ilmuwan untuk memecahkan masalah tertentu dan tidak dimaksudkan menggeneralisasi, sedangkan teori diperoleh lewat serangkaian penelitian sistematis untuk menjelaskan dan memprediksi hubungan antarvariabel. Pembedaan semacam ini penting dipahami sebagaimana kita membedakan cabang-cabang ilmu filsafat, termasuk kajian mendasar seperti ontologi.

Doktrin sebagai Sumber Hukum

Dalam ilmu hukum, doktrin menempati posisi khusus sebagai pendapat para ahli hukum ternama yang berpengaruh terhadap putusan pengadilan. Dikutip dari buku Pengantar Ilmu Hukum karya Sri Wahyuni, doktrin adalah pendapat ahli hukum terkemuka yang dapat dijadikan sumber tambahan, dan agar berfungsi sebagai sumber hukum formal, ia harus lebih dulu diterjemahkan ke dalam aturan langsung seperti putusan hakim atau peraturan perundang-undangan. Berikut beberapa jenis doktrin yang menunjukkan pengembangan sistem hukum.

  1. Doktrin precedent (stare decisis). Prinsip yang mengharuskan pengadilan mengikuti keputusan pengadilan yang lebih tinggi dalam kasus serupa.
  2. Doktrin pemisahan kekuasaan. Membagi kekuasaan pemerintah menjadi legislatif, eksekutif, dan yudikatif agar masing-masing saling memeriksa dan menyeimbangkan sehingga mencegah penyalahgunaan kekuasaan.
  3. Doktrin act of state. Menyatakan bahwa tindakan suatu negara yang dilakukan dalam kapasitasnya sebagai kedaulatan tidak dapat ditentang di pengadilan negara lain.
  4. Doktrin tanggung jawab negara. Berkembang dari praktik internasional, prinsip ini menegaskan negara dapat bertanggung jawab secara hukum atas tindakan yang melanggar norma-norma internasional.

Sebagai catatan, doktrin adalah salah satu sumber hukum formal di samping undang-undang, kebiasaan, traktat, dan yurisprudensi. Meski demikian, dalam praktik peradilan hakim lebih sering memutus perkara berdasarkan undang-undang, perjanjian internasional, dan yurisprudensi. Pemahaman ini melengkapi wawasan tentang hukum formal beserta sumbernya, kedudukan Pancasila sebagai sumber dari segala sumber hukum, serta prinsip bahwa Indonesia adalah negara hukum. Bagi calon praktisi, penguasaan doktrin juga menjadi bagian penting dalam cara mahasiswa hukum menguasai teori.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Doktrin

Apa yang dimaksud dengan doktrin?

Doktrin adalah ajaran atau prinsip yang disusun secara sistematis, diyakini benar, dan diajarkan kepada kelompok tertentu. Istilah ini berasal dari bahasa Latin doctrina yang berarti pengajaran, dan digunakan dalam berbagai bidang seperti agama, hukum, politik, serta militer.

Apa perbedaan doktrin dan teori?

Doktrin membahas hal atau persoalan tertentu yang lebih spesifik dan umumnya berupa pendapat ahli untuk memecahkan masalah, sehingga belum berlaku secara umum. Sementara itu, teori bersifat lebih umum, diperoleh melalui penelitian sistematis, dan berfungsi menjelaskan sekaligus memprediksi hubungan antarfenomena.

Apa saja contoh doktrin yang terkenal?

Beberapa contoh doktrin yang dikenal luas antara lain Doktrin Monroe (Amerika Serikat, 1823) dan Doktrin Truman (1947) dalam hubungan internasional, doktrin pemisahan kekuasaan serta stare decisis dalam bidang hukum, dan doktrin militer yang menjadi pedoman tindakan angkatan bersenjata dalam mencapai tujuan pertahanan.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6