Liputan6.com, Jakarta - Food forest menjadi konsep berkebun yang semakin diminati karena mampu menghasilkan beragam bahan pangan dalam satu lahan dengan sistem yang meniru ekosistem hutan. Agar hasilnya optimal, pemilihan tanaman yang wajib ada dalam food forest tropis menjadi langkah penting sejak tahap perencanaan. Kombinasi tanaman yang tepat akan menciptakan kebun yang lebih produktif sekaligus mudah dirawat.
Berbeda dengan kebun konvensional yang biasanya hanya berisi satu atau dua jenis tanaman, food forest memadukan pohon tinggi, pohon buah, semak, tanaman penutup tanah, hingga tanaman rimpang. Setiap tanaman memiliki fungsi berbeda, mulai dari menghasilkan pangan, menjaga kelembapan tanah, hingga meningkatkan kesuburan secara alami.
Memahami tanaman yang wajib ada dalam food forest tropis membantu pemilik kebun menyusun ekosistem yang saling mendukung. Berikut ini adalah beberapa tanaman wajib food forest tropis yang Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Senin (13/7/2026).
Advertisement
1. Pisang
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294951/original/005259600_1783909490-e18c7449-ab84-4094-96b8-80b8e4f47522.jpg)
Pisang menjadi salah satu tanaman pertama yang banyak ditanam dalam food forest tropis. Pertumbuhannya cepat, mudah beradaptasi di berbagai jenis tanah, serta mampu menghasilkan buah dalam waktu relatif singkat. Karakter tersebut membuat pisang sering digunakan sebagai tanaman perintis sebelum pohon-pohon besar tumbuh sempurna.
Selain menghasilkan buah, hampir seluruh bagian tanaman pisang dapat dimanfaatkan. Batangnya menyimpan banyak air sehingga membantu menjaga kelembapan lahan, sedangkan daun-daun yang gugur berubah menjadi mulsa alami yang memperkaya bahan organik tanah.
Keberadaan pisang juga membantu menciptakan iklim mikro yang lebih sejuk bagi tanaman muda. Naungan yang dihasilkan mengurangi paparan sinar matahari berlebih sehingga berbagai tanaman lain memiliki peluang tumbuh lebih baik pada tahap awal pembentukan food forest.
Advertisement
2. Pepaya
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294952/original/013496200_1783909490-8e823c14-f312-4cf1-acb3-be717406444c.jpg)
Pepaya termasuk tanaman buah yang cepat menghasilkan panen. Dalam kondisi ideal, buah pertama dapat dipetik kurang dari satu tahun setelah tanam. Hal ini menjadikannya sumber pangan yang mampu mengisi masa tunggu sebelum pohon buah berumur panjang mulai berproduksi.
Ukuran tajuk pepaya yang tidak terlalu lebar membuatnya mudah dipadukan dengan tanaman lain. Cahaya matahari masih dapat menembus ke lapisan bawah sehingga berbagai tanaman semusim maupun tanaman rimpang tetap memperoleh kebutuhan cahaya yang cukup.
Selain buahnya, daun pepaya juga sering dimanfaatkan sebagai bahan pangan maupun pestisida alami. Dengan fungsi yang beragam, pepaya menjadi salah satu tanaman yang memberikan nilai tambah dalam sistem food forest tropis.
3. Kelor
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294953/original/022594200_1783909490-1b4e2ac6-61af-4cc5-8526-409e1095692c.jpg)
Kelor dikenal sebagai tanaman multiguna yang memiliki kandungan nutrisi tinggi. Daunnya dapat dipanen berkali-kali sepanjang tahun sehingga menjadi sumber sayuran yang berkelanjutan bagi keluarga maupun untuk kebutuhan komersial.
Pohon kelor tumbuh cepat dan tahan terhadap kondisi panas. Tanaman ini juga mampu bertahan pada musim kemarau lebih baik dibandingkan banyak jenis tanaman lainnya sehingga cocok untuk berbagai wilayah tropis di Indonesia.
Pemangkasan rutin pada kelor menghasilkan biomassa yang dapat dijadikan pupuk hijau atau mulsa. Cara ini membantu meningkatkan kandungan bahan organik tanah sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia.
Advertisement
4. Nangka
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294954/original/030716400_1783909490-e1b6a3de-d8f1-4dd9-81c9-2fd0cc1ab497.jpg)
Nangka merupakan pohon buah berumur panjang yang mampu menghasilkan buah dalam jumlah besar ketika telah dewasa. Ukurannya yang besar membuat nangka berfungsi sebagai salah satu penyusun lapisan tajuk utama dalam food forest.
Buah nangka memiliki nilai ekonomi tinggi karena dapat dikonsumsi saat muda maupun matang. Selain itu, bijinya juga dapat diolah menjadi berbagai makanan sehingga hampir seluruh hasil panennya memiliki nilai manfaat.
Kanopi nangka membantu menciptakan area teduh yang mendukung pertumbuhan tanaman lapisan bawah. Selama pemangkasan dilakukan secara berkala, pohon ini tetap mampu memberikan keseimbangan antara naungan dan pencahayaan.
5. Kelapa
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294955/original/039567100_1783909490-444cca4e-6062-4560-a4b9-8a76b3d0e8e3.jpg)
Kelapa menjadi simbol kebun tropis karena mampu tumbuh baik di wilayah beriklim panas. Dalam food forest, kelapa mengisi lapisan tajuk tertinggi tanpa menciptakan bayangan yang terlalu rapat karena bentuk daunnya yang memanjang.
Hampir semua bagian pohon kelapa memiliki manfaat ekonomi. Buah, daun, sabut, tempurung, hingga batangnya dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan rumah tangga maupun industri.
Sistem perakaran kelapa juga relatif tidak mendominasi permukaan tanah. Kondisi tersebut memungkinkan berbagai tanaman lain tetap berkembang di bawahnya selama kebutuhan air dan nutrisi tetap terpenuhi.
Advertisement
6. Singkong
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294956/original/048685300_1783909490-0b08c1a8-043d-4d88-a10e-f031f916ee89.jpg)
Singkong menjadi sumber karbohidrat yang penting dalam food forest tropis. Tanaman ini mudah tumbuh, tidak memerlukan perawatan rumit, dan mampu beradaptasi pada berbagai kondisi lahan yang umum ditemukan di Indonesia.
Selama masa pertumbuhan pohon buah, singkong dapat dimanfaatkan sebagai tanaman pengisi ruang kosong. Keberadaannya membantu meningkatkan produktivitas lahan tanpa mengganggu perkembangan tanaman utama.
Selain umbinya, daun singkong juga dapat dikonsumsi sebagai sayuran. Dengan dua hasil panen yang berbeda, singkong menjadi tanaman yang memberikan manfaat ganda dalam satu siklus budidaya.
7. Ubi Jalar
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294957/original/057917200_1783909490-72c6fcbf-708c-4d7a-a936-691a4cdb0319.jpg)
Ubi jalar memiliki kemampuan menjalar sehingga efektif menutupi permukaan tanah. Lapisan daun yang terbentuk membantu mengurangi pertumbuhan gulma sekaligus menjaga kelembapan tanah pada musim kemarau.
Umbinya menjadi sumber karbohidrat, sedangkan pucuk mudanya dapat dimanfaatkan sebagai sayuran. Kombinasi tersebut membuat ubi jalar menjadi salah satu tanaman yang efisien untuk memenuhi kebutuhan pangan rumah tangga.
Sebagai tanaman penutup tanah, ubi jalar juga membantu mengurangi risiko erosi akibat hujan deras. Fungsi ekologis ini sangat penting dalam menjaga stabilitas lahan food forest dalam jangka panjang.
Advertisement
8. Cabai
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294958/original/073282300_1783909490-7077ea1a-3ecd-4533-ba29-477e462e8619.jpg)
Cabai menjadi pilihan tepat untuk memberikan hasil panen dalam waktu singkat. Selama pohon buah belum membentuk tajuk yang rapat, cabai masih memperoleh sinar matahari yang cukup untuk tumbuh optimal.
Keberadaan cabai menambah variasi hasil panen sehingga food forest tidak hanya menghasilkan buah-buahan. Bumbu dapur ini memiliki nilai ekonomi yang baik karena permintaannya relatif stabil sepanjang tahun.
Cabai juga memanfaatkan ruang kosong di antara tanaman tahunan. Dengan pengelolaan yang baik, lahan menjadi lebih produktif tanpa harus membuka area baru untuk bercocok tanam.
9. Jahe
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294959/original/082460200_1783909490-4efac605-a6b0-4f96-ba3c-0081c8c19685.jpg)
Jahe merupakan tanaman rimpang yang tumbuh baik pada kondisi teduh. Sifat tersebut membuatnya sangat sesuai ditanam di bawah kanopi pohon buah yang telah mulai membesar.
Permintaan jahe sebagai bumbu masakan maupun bahan minuman membuat tanaman ini memiliki nilai ekonomi yang cukup menjanjikan. Masa panennya juga relatif singkat dibandingkan pohon buah tahunan.
Selain memberikan hasil panen, keberadaan jahe membantu memanfaatkan lapisan bawah food forest yang sering kali belum digunakan secara optimal. Dengan demikian, produktivitas lahan meningkat secara keseluruhan.
Advertisement
10. Kunyit
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294960/original/091119200_1783909490-c86b5dde-5ad3-4962-bff5-c05a514d49d8.jpg)
Kunyit menjadi tanaman pelengkap yang hampir selalu ditemukan pada kebun pangan tropis. Rimpangnya digunakan sebagai bumbu masakan, bahan jamu, hingga pewarna alami untuk berbagai olahan makanan.
Tanaman ini mampu tumbuh pada area yang mendapatkan cahaya matahari terbatas. Oleh karena itu, kunyit tetap produktif meskipun berada di bawah naungan pohon yang lebih besar.
Perawatannya pun tergolong sederhana sehingga cocok bagi pemula yang baru membangun food forest. Dengan kebutuhan ruang yang kecil, kunyit membantu memaksimalkan setiap bagian lahan yang tersedia.
Pertanyaan yang Sering Diajukan tentang Tanaman yang Wajib Ada dalam Food Forest Tropis
Apa tanaman pertama yang sebaiknya ditanam dalam food forest tropis?
Pisang, pepaya, dan kelor menjadi pilihan yang baik karena pertumbuhannya cepat serta mampu menciptakan kondisi lingkungan yang mendukung perkembangan tanaman lain.
Berapa luas lahan minimal untuk membuat food forest?
Food forest dapat dibuat mulai dari lahan sekitar 50–100 meter persegi. Yang terpenting adalah menyusun tanaman berdasarkan lapisan tajuk agar ruang tumbuh dimanfaatkan secara efisien.
Apakah food forest hanya berisi pohon buah?
Tidak. Food forest juga terdiri atas tanaman sayuran, tanaman rempah, tanaman penutup tanah, tanaman merambat, hingga tanaman yang berfungsi memperbaiki kesuburan tanah.
Apakah food forest cocok untuk iklim Indonesia?
Sangat cocok. Iklim tropis Indonesia mendukung pertumbuhan berbagai jenis pohon buah, tanaman rimpang, dan tanaman pangan yang menjadi komponen utama food forest.
Bagaimana cara membuat food forest tetap produktif sepanjang tahun?
Pilih tanaman dengan waktu panen yang berbeda, lakukan pemangkasan secara berkala, gunakan mulsa organik, tambahkan kompos secara rutin, serta manfaatkan setiap lapisan ruang tanam agar kebun menghasilkan panen secara berkesinambungan.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5548679/original/027938400_1775547751-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-04-07T112519.017.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8475678/original/062240100_1782386179-cek_fakta_bansos_PKH_-_2026.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294561/original/045730600_1783843861-cek_fakta_-_pemutihan_pajak_kendaraan_gratis_2026.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294353/original/011938600_1783830677-cek_fakta_-_bansos_pkh_juli.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294950/original/094851400_1783909489-9fcfa3e2-70a2-4bf7-af59-c4f7e1e91511.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294151/original/003111900_1783815882-000_B9XL63W.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4121792/original/089615500_1660295127-000_DV796670.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294722/original/070659100_1783855098-Lautaro_Martinez.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294841/original/008907800_1783891890-20260712_183218.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294169/original/097035400_1783819062-ing7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261470/original/080593900_1781707583-haaland.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294474/original/094305800_1783838406-063_2285709844.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294171/original/030534100_1783819063-ing9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262483/original/075097700_1781805987-Argentina_s_Lionel_Messi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294699/original/022281100_1783851743-England_s_Harry_Kane__left__Jude_Bellingham__center__and_Morgan_Rogers.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294548/original/063184200_1783843237-063_2285693617.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294309/original/057015000_1783829242-ar13.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8958319/original/083726500_1782975088-OH8BN9FIxptoM2rozCNOs6wFlgdqR2fVNZ8A6gWp.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9291911/original/003337200_1783579899-G5yvJuF4t59sTAp7jobCFw8Wbeu7M7K8XAmpn3pc.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289814/original/022932600_1783415475-NBnhOTW7kehwXYssN20KTfrFOlQcWE2TxzgcH3RL.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294465/original/031380700_1783838040-Cover.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5380471/original/070589900_1760425199-plate-with-apples-nuts-measuring-tape-diet-healthy-food-concept.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294448/original/042543600_1783837714-7e432329-e02f-4fe8-9213-46ea8c78cbab.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294384/original/088791700_1783833203-7421586015004536371.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294428/original/026956500_1783836409-Dispenser.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294341/original/067534100_1783830316-Budidaya_Ikan_Nila_di_Bak_Plastik_Bekas_untuk_Pekarangan_Rumah_Type_36.jpeg)