Liputan6.com, Jakarta Ornamen Natal buatan tangan menyimpan cerita yang tak bisa ditiru hiasan pabrikan. Sebuah bintang dari adonan garam yang dicat anak-anak, atau irisan jeruk kering yang mengharumkan ruang tamu, terasa jauh lebih personal ketimbang bola plastik dari rak toko. Sayangnya, banyak orang mengira dekorasi cantik selalu menguras dompet. Padahal, cara membuat ornamen Natal DIY bisa dimulai dari bahan dapur dan barang bekas di sekitar rumah dengan modal yang sangat ramah kantong.
Minat terhadap hiasan buatan sendiri pun sedang meroket. Dilansir dari Ideal Home, pencarian Pinterest untuk "homemade Christmas decorations" melonjak hingga 550 persen, sementara "DIY ornaments" naik 565 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Selain hemat, membuat hiasan sendiri membuka ruang berkreasi hangat bersama keluarga menjelang perayaan.
Mengenal Ornamen Natal DIY dan Pesonanya
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4270766/original/078033100_1671786317-pexels-kevin-bidwell-1692861_1_.jpg)
Ornamen Natal DIY adalah hiasan pohon atau ruangan yang dibuat sendiri dari bahan sederhana, bukan produk massal. Bentuknya bisa berupa bola hias, bintang, lonceng, boneka gingerbread, hingga garland yang melingkari pohon. Menurut krafter di balik situs Pillar Box Blue, sebagian besar ornamen Natal buatan tangan justru lahir dari benda-benda yang sudah ada di sekitar kita.
Daya tariknya terletak pada sentuhan personal. Alih-alih membeli pernak-pernik seragam, Anda bisa menghias pohon dengan karya yang mencerminkan selera keluarga sendiri. Hasilnya bukan sekadar pajangan, melainkan kenangan yang bisa disimpan bertahun-tahun. Untuk yang baru mulai, tersedia banyak pilihan proyek yang bisa disesuaikan dengan tingkat keterampilan, seperti diulas dalam panduan dekorasi Natal DIY untuk pemula.
Advertisement
Alasan Ornamen Natal Buatan Sendiri Layak Dicoba
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4686379/original/037437700_1702548895-20231214-Pernak-Pernik-Natal-Faizal-2.jpg)
Selain menghemat pengeluaran, membuat ornamen sendiri ternyata baik untuk pikiran. Dr. Frank Clark, psikiater dari Prisma Health, dikutip dari CNN menyatakan, "Semua bentuk seni bisa bermanfaat dalam meningkatkan kesehatan mental, mulai dari peningkatan harga diri, pengurangan kecemasan dan stres, perbaikan komunikasi, hingga mendorong kreativitas."
Manfaatnya tidak berhenti di situ. Berdasarkan laporan Healthline, sebuah tinjauan ilmiah pada 2010 menunjukkan bahwa berkerajinan dapat membantu mengurangi kecemasan, stres, serta gangguan suasana hati sekaligus meningkatkan kualitas hidup. Dari sisi tren, pasar dekorasi Natal global diproyeksikan mencapai US$ 8,75 miliar pada 2025, dengan ornamen dan lampu DIY termasuk item paling laris. Aktivitas ini juga bisa jadi tradisi tahunan yang mempererat keluarga, sekaligus jalan mengubah hobi menjadi penghasilan tambahan.
Ragam Bahan untuk Ornamen Natal DIY
Kunci dekorasi hemat adalah jeli melihat potensi bahan di sekitar. Mengacu pada HGTV, ornamen Natal buatan tangan bisa dibuat dari material yang mungkin sudah Anda miliki di rumah, mulai dari cat, irisan jeruk kering, perlengkapan kantor, adonan garam, hingga barang bekas yang di-upcycle. Berikut tiga kategori bahan yang paling ramah pemula.
Bahan Alami dari Dapur dan Halaman
Indonesia kaya bahan alami untuk dekorasi. Jeruk nipis dan jeruk manis untuk garland kering, kayu manis batangan, cengkih, pandan wangi, daun suji, hingga ranting pohon lokal bisa diperoleh dari pasar tradisional, kebun sendiri, atau tukang bunga keliling. Bahan-bahan ini cocok untuk gaya rustic yang hangat. Selengkapnya bisa Anda pelajari di panduan dekorasi Natal dari bahan alami.
Barang Daur Ulang
Jangan buru-buru membuang toples, botol kaca, kardus, atau kain perca. Bahan seperti peta lama, kaleng bekas, tutup botol anggur, denim, dan buku bekas bisa disulap menjadi ornamen liburan yang cantik dan ramah lingkungan. Anda bisa mengintip idenya di artikel dekorasi Natal dari bahan daur ulang serta cara mengolah botol bekas jadi kerajinan.
Perlengkapan Craft Dasar
Cukup siapkan gunting, lem tembak, cat akrilik, kuas, dan tali rami. Satu set dekorasi Natal siap pakai di toko bisa dibanderol Rp 150.000 hingga Rp 500.000, sedangkan dengan membuat sendiri Anda bisa mendapatkan hasil setara hanya dengan modal Rp 50.000 sampai Rp 100.000. Perlengkapan ini bisa dipakai lintas proyek, termasuk kreasi hiasan Natal dari bahan rumahan.
Advertisement
7 Cara Membuat Ornamen Natal DIY di Rumah
Berikut tujuh proyek yang bisa dikerjakan siapa saja, bahkan jika Anda baru pertama kali memegang lem tembak. Mulai dari yang paling mudah, lalu naik level pelan-pelan.
1. Ornamen Adonan Garam (Salt Dough)
Campurkan satu gelas tepung terigu, setengah gelas garam halus, dan setengah gelas air hangat hingga elastis, gilas setebal lima milimeter, cetak dengan cetakan kue, lalu panggang pada suhu sekitar 120 derajat Celsius selama dua hingga tiga jam. Setelah dingin, cat dan lubangi untuk tali gantungan. Sebagaimana dikutip dari Care.com, ornamen adonan garam bukan sekadar kerajinan lucu, melainkan kenangan; cetakan telapak tangan si kecil bisa dicat dan disimpan untuk Natal-Natal berikutnya. Ide lengkapnya ada di panduan membuat hiasan pohon Natal DIY.
2. Garland Jeruk Kering
Iris jeruk nipis atau jeruk manis setebal tiga hingga empat milimeter, keringkan di oven suhu rendah selama tiga sampai empat jam sambil dibalik tiap 30 menit, lalu rangkai dengan tali rami dan selingi kayu manis batangan atau bunga lawang. Garland ini cantik dililitkan di pohon atau rak, dengan bonus aroma citrus yang memenuhi ruangan. Variasi rustic lainnya bisa dilihat di panduan dekorasi Natal ramah lingkungan.
3. Ornamen Air-Dry Clay Motif Daun
Gilas air-dry clay setebal lima milimeter, tekan daun asli seperti daun pakis, mangga, atau pandan ke permukaannya untuk mencetak tekstur, cetak bentuk bulat memakai gelas, lubangi bagian atas dengan sedotan, lalu keringkan sekitar 24 jam. Sapukan sedikit cat emas agar tekstur daun menonjol. Hasilnya, ornamen bernuansa tropis yang tidak ditemukan di toko mana pun.
4. Bintang dan Kepingan Salju Kertas
Potong kertas origami atau halaman majalah bekas menjadi strip panjang, lalu lipat menjadi bintang tiga dimensi dengan teknik origami dasar yang tutorialnya mudah ditemukan di YouTube. Rangkai beberapa bintang berbeda ukuran pada seutas benang untuk garland vertikal, atau gunting pola simetris untuk snowflake. Proyek ini paling hemat dan aman untuk anak. Butuh inspirasi tampilan? Simak dekorasi aesthetic ala Pinterest.
5. Felt Ornament (Gingerbread dan Stocking)
Gunting kain flanel menjadi bentuk gingerbread man, stocking, atau bintang, buat dua potongan identik, jahit pinggirnya dengan tusuk feston memakai benang kontras, sisakan celah untuk diisi dakron, lalu tambahkan mata boneka atau kancing. Pinggiran flanel tidak perlu diobras, jadi proyek ini sangat ramah pemula dan hasilnya awet. Lihat variasi lain di ragam ide dekorasi Natal DIY.
6. Snow Globe dari Toples Bekas
Tempelkan miniatur pohon Natal atau figur kecil di bagian dalam tutup toples selai memakai lem tahan air, isi toples dengan air dan satu sendok teh glitter, tutup rapat lalu balikkan, dan tambahkan setetes gliserin agar glitter turun perlahan. Proyek mungil ini juga pas dijadikan hadiah personal. Ide serupa dari barang rumahan bisa dibaca di hiasan Natal dari barang rumahan.
7. Bola Hias Transparan Isi Konfeti
Ajak anak-anak melubangi sisa tissue paper dengan pelubang kertas, lalu isikan potongan konfeti itu ke dalam bola ornamen transparan dan tambahkan beberapa bintang metalik untuk kilau ekstra. Anda juga bisa mengecat bagian dalam bola dengan cat akrilik untuk efek marmer. Teknik dasar mengolah bahan bekas bisa dipelajari di panduan memulai DIY craft barang bekas.
Tips agar Ornamen Natal DIY Awet dan Aman
Iklim tropis yang lembap adalah musuh utama hiasan kertas dan kain. Lapisi ornamen kertas dan kardus dengan vernis berbasis air, pastikan ornamen adonan garam benar-benar kering, lalu simpan di wadah kedap udara setelah musim liburan agar bisa dipakai bertahun-tahun. Menambahkan silica gel di dalam wadah membantu menyerap kelembapan.
Soal gaya, jangan takut bermain ukuran. Whinnie Williams, desainer interior dan trends forecaster dari Balsam Hill, dikutip dari Govee menyatakan, "Dekorasi berukuran besar sedang menjadi tren besar; ornamen oversized, pita, dan nutcracker menghadirkan kesan dramatis tanpa harus membebani anggaran."
Keamanan tetap nomor satu, apalagi bila ada anak kecil di rumah. Berdasarkan panduan yang dihimpun Alibaba DIY, ornamen berbahan kaca sebaiknya tidak digunakan untuk anak di bawah usia enam tahun, sementara cat metalik perlu dihindari pada kerajinan yang bisa masuk ke mulut anak. Pastikan pula penggunaan lem tembak panas selalu diawasi orang dewasa. Tips menata satu ruangan penuh bisa dibaca di panduan DIY dekorasi Natal untuk menghias rumah, bahkan hingga dekorasi Natal outdoor.
Advertisement
Kesalahan Umum yang Sering Dilakukan Pemula
Beberapa kesalahan kecil bisa membuat hasil kerja cepat rusak. Hindari jebakan berikut agar karya Anda tahan banting:
- Melewatkan proses pengeringan; cat dan lem yang belum kering sempurna membuat hiasan cepat rusak.
- Terlalu banyak hiasan; kesederhanaan justru lebih estetik, jadi pilih satu sampai dua elemen utama per produk.
- Tidak menguji lem dan fungsi lampu LED sebelum tahap finishing.
- Menetapkan harga terlalu rendah bila hendak dijual; nilai sebenarnya ada pada kreativitas dan waktu, bukan sekadar bahan baku.
Ingin mengasah teknik lebih jauh? Coba pelajari cara menyulap barang bekas jadi dekorasi bernilai jual.
Pertanyaan Seputar Ornamen Natal DIY
Apa bahan termudah untuk membuat ornamen Natal DIY?
Adonan garam, kertas, dan irisan jeruk kering adalah pilihan paling ramah pemula. Proyek seperti ornamen adonan garam, garland jeruk kering, dan lentera toples bekas bahkan tidak memerlukan kemampuan menggambar; teknik dasar seperti mengecat satu warna atau membalut tali sudah cukup untuk hasil yang cantik.
Berapa modal untuk membuat ornamen Natal sendiri?
Modal awal sangat terjangkau. Total modal awal hemat berkisar Rp 50.000 hingga Rp 75.000, apalagi karena bahan baku utamanya bisa diambil dari dapur dan gudang rumah. Anda juga bisa menyulapnya jadi ide hadiah Natal DIY atau kartu Natal buatan tangan.
Apakah ornamen buatan tangan bisa awet?
Bisa, asalkan finishing-nya benar. Dengan finishing yang baik, yaitu cat akrilik yang dilapisi clear coat dan dekorasi yang direkatkan kuat, ornamen buatan tangan bisa bertahan dua sampai tiga tahun. Simpan di tempat kering dan berventilasi untuk memperpanjang usianya.
Bolehkah anak-anak ikut membuatnya?
Sangat boleh, bahkan dianjurkan. Sebagian besar proyek DIY Natal cocok untuk anak usia lima tahun ke atas pada tahap dekorasi seperti mengecat, menempel stiker, dan memilih warna, sementara proses yang melibatkan cutter, gunting tajam, dan lem tembak panas wajib dilakukan orang dewasa.
Kapan waktu terbaik mulai membuat ornamen Natal?
Idealnya beberapa minggu sebelum Natal agar ada waktu mengecat dan mengeringkan. Jami Warner, Direktur Eksekutif American Christmas Tree Association, dikutip dari American Christmas Tree Association menyatakan, "Studi menunjukkan bahwa ada manfaat kesehatan mental terkait mendekorasi untuk Natal sebelum Desember."
Membuat ornamen Natal DIY membuktikan bahwa dekorasi bermakna tak harus mahal. Berbekal adonan garam, jeruk kering, kertas, dan barang bekas, siapa pun bisa menciptakan hiasan personal yang hangat, hemat, sekaligus menenangkan pikiran. Utamakan proses pengeringan yang tuntas, finishing anti-lembap, dan keamanan saat mengajak anak berkarya. Lengkapi juga perayaan dengan ucapan Natal yang menyentuh hati dan kata mutiara Natal penuh makna untuk orang terkasih.
Â
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5548679/original/027938400_1775547751-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-04-07T112519.017.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8475678/original/062240100_1782386179-cek_fakta_bansos_PKH_-_2026.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294561/original/045730600_1783843861-cek_fakta_-_pemutihan_pajak_kendaraan_gratis_2026.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294353/original/011938600_1783830677-cek_fakta_-_bansos_pkh_juli.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8958349/original/033611500_1782975096-rRYzsgIX8M1qv90XJ8OPAWmJI7ZrGbQ2SbnLAnOv.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294171/original/030534100_1783819063-ing9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262483/original/075097700_1781805987-Argentina_s_Lionel_Messi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294699/original/022281100_1783851743-England_s_Harry_Kane__left__Jude_Bellingham__center__and_Morgan_Rogers.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294548/original/063184200_1783843237-063_2285693617.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294309/original/057015000_1783829242-ar13.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294340/original/000872600_1783830200-000_B9XN79R.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294301/original/036531900_1783829241-ar5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294318/original/065079400_1783829517-063_2285706113.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294280/original/068914000_1783828183-063_2285710148.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294169/original/097035400_1783819062-ing7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294167/original/059057200_1783819062-ing5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294151/original/003111900_1783815882-000_B9XL63W.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9287538/original/070767800_1783233979-Untitled2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8958427/original/078425000_1782975117-fg7tkHuJuDIN0oiFfZeuyKUStzHDdu2vP47LrMdm.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294613/original/082754000_1783846727-cover.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294648/original/033769900_1783849334-Cover.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9291922/original/076017400_1783579914-OaMgDhOXMI860NvDefd77XhRnXlZ70D3rZLcBZYO.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294583/original/072958900_1783845521-Cozy_Indonesian_Home_Office.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9291910/original/051852400_1783579897-OdAH8rbNqXMYkIdLo4q2dhyOe6rOwuZLXceJ5dyo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294511/original/047339300_1783840863-ec21ccb7-f58a-459a-ba6b-4d8c1c5f3bfd.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294598/original/025685000_1783846347-12999695776166192623.jpeg)