Jepang Sukses Uji Roket yang Bisa Dipakai Kembali

Efisiensi biaya menjadi salah satu pendorong utama pengembangan roket generasi baru.

Diterbitkan 12 Juli 2026, 21:14 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Tokyo - Badan antariksa Jepang, JAXA, pada Sabtu (11/7/2026) mengumumkan keberhasilan uji lepas landas dan pendaratan perdana prototipe roket yang dapat digunakan kembali (reuseable). Uji coba ini menjadi kemajuan dalam pengembangan teknologi untuk menekan biaya peluncuran roket, yang selama ini dikuasai SpaceX.

Prototipe tersebut diterbangkan dari fasilitas uji coba JAXA di Noshiro, Prefektur Akita. Roket sempat mencapai ketinggian sekitar 10 meter sebelum kembali mendarat.

JAXA menyebut seluruh rangkaian uji terbang berlangsung sekitar 40 detik.

"Kami telah mencurahkan banyak waktu dan tenaga untuk proyek ini. Setelah prototipe berhasil lepas landas dan mendarat tanpa kendala, saya merasa sangat lega," kata Takashi Ito dari JAXA, yang memimpin uji coba tersebut, seperti dilaporkan CNA.

Ito mengatakan JAXA masih akan memeriksa data yang dikumpulkan untuk memastikan hasil uji coba secara menyeluruh. Meski demikian, ia yakin pengujian tersebut telah menghasilkan data yang sangat berguna.

Sebagian besar roket hanya dirancang untuk sekali pakai. Setelah diluncurkan, komponen roket dapat jatuh ke laut, terbakar di atmosfer, atau tertinggal di orbit sebagai sampah antariksa. Tahap pertama roket—bagian yang bekerja saat awal peluncuran—merupakan komponen paling mahal.

Penggunaan kembali sebagian komponen roket dinilai dapat memangkas biaya peluncuran secara signifikan.

SpaceX telah mengoperasikan roket Falcon 9 yang dapat digunakan kembali sejak 2017.

China, sementara itu, mencatat keberhasilan pendaratan perdana roket yang dapat digunakan kembali pada Jumat (10/7). Terobosan tersebut berpotensi menantang dominasi Amerika Serikat dalam teknologi itu.

Pada Juni tahun lalu, Honda R&D menjadi perusahaan swasta Jepang pertama yang berhasil melakukan uji peluncuran dan pendaratan roket yang dapat digunakan kembali.

Jepang terus berupaya meningkatkan daya saing industri roketnya di pasar internasional.

Roket andalan Jepang, H3, berhasil diluncurkan pada Juni. Keberhasilan itu terjadi beberapa bulan setelah misi sebelumnya untuk menempatkan satelit ke orbit berakhir dengan kegagalan.

  • Jepang adalah negara yang disebut sebagai negara kepulauan karena memiliki lebih dari 6000 pulau disekitarnya.
    Jepang adalah negara yang disebut sebagai negara kepulauan karena memiliki lebih dari 6000 pulau disekitarnya.
    Jepang
  • liputan6
    SpaceX adalah salah satu perusahaan transportasi luar angkasa swasta Amerika Serikat.
    SpaceX
  • Negara dengan penduduk terbanyak di seluruh dunia. Negara ini telah berganti nama menjadi Republik Rakyat Tiongkok.
    Negara dengan penduduk terbanyak di seluruh dunia. Negara ini telah berganti nama menjadi Republik Rakyat Tiongkok.
    China
  • Roket
  • JAXA