Liputan6.com, Jakarta - Vitamin D, sering dijuluki "vitamin sinar matahari", merupakan nutrisi esensial yang memiliki peran krusial bagi kesehatan tubuh. Vitamin ini dikenal sebagai vitamin yang larut dalam lemak dan dapat diproduksi secara alami oleh tubuh saat kulit terpapar sinar matahari langsung.
Fungsi utamanya adalah membantu penyerapan kalsium dan fosfor, mineral vital untuk menjaga kesehatan tulang dan gigi yang kuat.Â
Kekurangan vitamin D dapat berdampak serius pada berbagai fungsi tubuh, meningkatkan risiko berbagai penyakit dan gangguan kesehatan. Oleh karena itu, memastikan asupan vitamin D yang cukup sangat penting untuk menjaga fungsi tubuh.
Advertisement
Berikut Liputan6.com ulas lengkapnya melansir dari berbagai sumber, Kamis (17/7/2025).
Apa itu Vitamin D?
Vitamin D adalah vitamin larut lemak yang unik karena tubuh dapat memproduksinya sendiri ketika kulit terpapar sinar ultraviolet B (UVB) dari matahari. Selain itu, vitamin ini juga bisa diperoleh dari makanan tertentu dan suplemen.
Terdapat dua bentuk utama vitamin D, yaitu D2 (ergocalciferol) yang berasal dari tumbuhan dan D3 (cholecalciferol) yang diproduksi oleh tubuh atau ditemukan dalam sumber hewani.
Menurut ods.od.nih.gov, Office of Dietary Supplements, National Institutes of Health, vitamin D yang diperoleh dari paparan sinar matahari, makanan, dan suplemen awalnya bersifat tidak aktif dan harus melalui dua proses hidroksilasi di hati dan ginjal untuk menjadi bentuk aktif yang dapat digunakan tubuh. Bentuk aktif inilah yang kemudian berperan dalam berbagai fungsi biologis.
Fungsi utama vitamin D adalah membantu penyerapan kalsium di usus dan menjaga kadar kalsium serta fosfat yang cukup dalam serum darah. Ini penting untuk mineralisasi tulang yang normal dan mencegah kondisi seperti hipokalsemia tetani. Tanpa vitamin D yang cukup, tulang bisa menjadi tipis, rapuh, atau cacat.
Meskipun kedua jenis vitamin D (D2 dan D3) dapat digunakan oleh tubuh, penelitian menunjukkan bahwa vitamin D3 umumnya lebih efektif dalam meningkatkan kadar vitamin D dalam darah dan mempertahankannya untuk jangka waktu yang lebih lama. Oleh karena itu, banyak suplemen yang kini menggunakan bentuk D3.
Advertisement
1. Mendukung Kesehatan Tulang dan Gigi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5117372/original/003099400_1738395441-Kesehatan_tulang.jpg)
Salah satu manfaat vitamin D yang paling dikenal adalah perannya yang sangat penting dalam menjaga kesehatan tulang dan gigi. Vitamin D berperan vital dalam penyerapan kalsium dan fosfor, dua mineral utama yang membentuk struktur tulang dan gigi yang kuat. Tanpa vitamin D yang cukup, tubuh tidak dapat menyerap kalsium secara efisien dari makanan, meskipun asupan kalsium sudah memadai.
Kekurangan vitamin D dapat menyebabkan tulang menjadi rapuh dan lemah, meningkatkan risiko berbagai kondisi serius. Pada anak-anak, defisiensi vitamin D dapat menyebabkan rakitis, suatu kondisi di mana tulang menjadi lunak dan cacat. Sementara pada orang dewasa, kekurangan ini dapat memicu osteomalasia, yang menyebabkan nyeri tulang dan kelemahan otot, serta meningkatkan risiko osteopenia dan osteoporosis, kondisi yang membuat tulang sangat rentan patah.
Melansir baptisthealth.com, vitamin D sangat penting untuk membangun dan memperkuat tulang karena mendorong penyerapan kalsium. Bersama-sama, vitamin D dan kalsium dapat mencegah osteoporosis dan membantu menjaga tulang agar tidak menjadi rapuh. Oleh karena itu, asupan vitamin D yang adekuat adalah fondasi utama untuk menjaga kekuatan dan kepadatan tulang sepanjang hidup.
Memastikan kadar vitamin D yang optimal sangat krusial, terutama bagi kelompok usia rentan seperti anak-anak yang sedang dalam masa pertumbuhan dan lansia yang berisiko tinggi mengalami pengeroposan tulang. Suplementasi atau paparan sinar matahari yang cukup seringkali direkomendasikan untuk memenuhi kebutuhan ini.
2. Memperkuat Sistem Kekebalan Tubuh
Selain perannya dalam kesehatan tulang, manfaat vitamin D juga sangat signifikan dalam mendukung dan memperkuat sistem kekebalan tubuh. Vitamin D berperan sebagai imunomodulator, yang berarti ia dapat mengatur respons imun tubuh, membantu melawan infeksi dan penyakit. Reseptor vitamin D ditemukan pada banyak sel kekebalan, menunjukkan peran langsungnya dalam fungsi imun.
Kekurangan vitamin D dapat melemahkan sistem imun, membuat tubuh lebih rentan terhadap berbagai infeksi, terutama infeksi pernapasan akut seperti flu dan bahkan COVID-19. Beberapa penelitian, seperti yang disebutkan oleh healthline.com, menunjukkan bahwa kadar vitamin D yang rendah berkontribusi pada sindrom gangguan pernapasan akut dan meningkatkan risiko infeksi serta penyakit autoimun seperti rheumatoid arthritis dan diabetes tipe 1.
Vitamin D membantu mengaktifkan sel T dan makrofag, yang merupakan komponen kunci dari sistem kekebalan tubuh adaptif dan bawaan. Sel-sel ini bertanggung jawab untuk mengidentifikasi dan menghancurkan patogen yang menyerang tubuh. Dengan demikian, kadar vitamin D yang cukup memastikan bahwa sel-sel kekebalan ini dapat berfungsi secara optimal.
Oleh karena itu, menjaga kadar vitamin D yang sehat menjadi strategi penting untuk meningkatkan pertahanan alami tubuh terhadap berbagai ancaman kesehatan. Ini tidak hanya membantu mencegah penyakit, tetapi juga dapat mempercepat proses pemulihan ketika tubuh terinfeksi.
Advertisement
3. Mencegah Penyakit Kronis
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5232417/original/010156700_1748236312-Kanker.jpg)
Manfaat vitamin D meluas hingga pada pencegahan beberapa penyakit kronis yang umum. Berbagai penelitian telah menunjukkan hubungan antara kadar vitamin D yang cukup dengan penurunan risiko kondisi seperti diabetes tipe 1 dan tipe 2, beberapa jenis kanker, dan penyakit jantung. Vitamin D memiliki sifat anti-inflamasi dan modulasi sel yang dapat berkontribusi pada efek perlindungan ini.
Dalam konteks diabetes, vitamin D dapat membantu meningkatkan sensitivitas insulin dan fungsi sel beta pankreas, yang bertanggung jawab memproduksi insulin. Meskipun penelitian masih berlangsung, beberapa studi menemukan bahwa asupan vitamin D dan kalsium yang tepat dapat secara efektif menurunkan risiko diabetes, seperti yang diulas oleh ods.od.nih.gov.
Terkait kanker, ada bukti yang berkembang bahwa suplementasi vitamin D dapat membantu meningkatkan hasil pengobatan kanker dan bahkan memperlambat atau mencegah perkembangan sel kanker dan tumor. Meski demikian, ods.od.nih.gov juga mencatat bahwa sebagian besar penelitian belum menemukan hubungan langsung antara kadar 25(OH)D serum dan risiko insiden kanker secara umum, dan lebih banyak penelitian diperlukan.
Selain itu, vitamin D juga dikaitkan dengan penurunan risiko penyakit autoimun, di mana sistem kekebalan tubuh menyerang sel-sel sehatnya sendiri. Peran vitamin D dalam memodulasi respons imun menjadikannya kandidat potensial dalam manajemen dan pencegahan kondisi autoimun.
4. Menjaga Kesehatan Mental
Kesehatan mental adalah aspek penting dari kesejahteraan secara keseluruhan, dan manfaat vitamin D juga mencakup dukungan terhadap fungsi mental. Kadar vitamin D yang rendah telah dikaitkan dengan peningkatan risiko depresi dan gangguan suasana hati lainnya. Meskipun mekanisme pastinya masih diteliti, vitamin D diyakini berperan dalam fungsi otak dan produksi neurotransmiter yang memengaruhi suasana hati.
Studi yang dikutip oleh healthline.com menunjukkan adanya korelasi antara kadar vitamin D yang rendah dan depresi. Sebuah tinjauan terhadap 7.534 orang menemukan bahwa mereka yang mengalami emosi negatif dan menerima suplemen vitamin D menunjukkan peningkatan gejala. Ini menunjukkan potensi vitamin D dalam membantu mengatasi gangguan depresi, terutama pada individu yang mengalami defisiensi.
Vitamin D memiliki reseptor di area otak yang terkait dengan regulasi suasana hati, seperti hipokampus dan korteks prefrontal. Ini menunjukkan bahwa vitamin D mungkin memengaruhi jalur saraf yang terlibat dalam depresi. Oleh karena itu, memastikan kadar vitamin D yang cukup dapat menjadi bagian dari strategi komprehensif untuk menjaga kesejahteraan mental.
Meskipun demikian, penting untuk dicatat bahwa vitamin D bukanlah satu-satunya solusi untuk depresi, dan kondisi ini memerlukan pendekatan medis yang holistik. Namun, bagi individu dengan kadar vitamin D rendah, suplementasi dapat menjadi komponen yang bermanfaat dalam rencana perawatan.
Advertisement
5. Penting untuk Kesehatan Ibu dan Janin
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5237589/original/092987300_1748596794-Ibu_hamil.jpg)
Kadar vitamin D yang cukup selama kehamilan memiliki manfaat vitamin D yang krusial tidak hanya bagi kesehatan ibu, tetapi juga bagi perkembangan janin. Vitamin D berperan dalam pembentukan tulang dan gigi janin, serta mendukung sistem kekebalan tubuh yang sedang berkembang. Asupan yang memadai memastikan fondasi kesehatan yang kuat bagi bayi sejak dalam kandungan.
Kekurangan vitamin D pada ibu hamil dapat meningkatkan risiko berbagai komplikasi kehamilan yang serius. Ini termasuk preeklampsia, suatu kondisi tekanan darah tinggi yang berbahaya selama kehamilan, serta peningkatan risiko kelahiran prematur. Selain itu, defisiensi vitamin D juga dikaitkan dengan diabetes gestasional dan infeksi bakterial vaginosis, yang dapat memengaruhi kesehatan ibu dan janin.
Melansir dari berbagai sumber, vitamin D juga penting untuk penyerapan kalsium yang diperlukan ibu selama kehamilan untuk memenuhi kebutuhan dirinya dan janin. Kalsium yang cukup membantu mencegah masalah tulang pada ibu dan memastikan perkembangan kerangka janin yang optimal. Oleh karena itu, dokter sering merekomendasikan pemeriksaan kadar vitamin D dan suplementasi jika diperlukan selama masa kehamilan.
Memastikan ibu hamil memiliki kadar vitamin D yang adekuat adalah langkah proaktif untuk mengurangi risiko komplikasi dan mendukung hasil kehamilan yang sehat. Ini juga berkontribusi pada kesehatan tulang dan kekebalan tubuh bayi setelah lahir.
6. Potensi dalam Mengelola Berat Badan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5246636/original/024793900_1749459196-Perempuan_.jpg)
Beberapa penelitian menunjukkan adanya hubungan antara manfaat vitamin D dengan pengelolaan berat badan, meskipun mekanisme pastinya masih terus diteliti. Kadar vitamin D yang lebih tinggi seringkali dikaitkan dengan indeks massa tubuh (IMT) yang lebih rendah, meskipun ini bukan hubungan sebab-akibat langsung. Namun, ada indikasi bahwa vitamin D dapat berperan dalam metabolisme lemak dan nafsu makan.
Sebuah studi lama yang disebutkan oleh healthline.com menemukan bahwa orang yang mengonsumsi suplemen kalsium dan vitamin D setiap hari kehilangan lebih banyak berat badan dibandingkan dengan subjek yang mengonsumsi plasebo. Para peneliti menduga bahwa kalsium dan vitamin D tambahan mungkin memiliki efek menekan nafsu makan, yang dapat membantu dalam upaya penurunan berat badan.
Meskipun penelitian saat ini belum sepenuhnya mendukung gagasan bahwa vitamin D secara langsung menyebabkan penurunan berat badan, ada hubungan yang jelas antara vitamin D dan berat badan. Orang dengan obesitas cenderung memiliki kadar vitamin D yang lebih rendah, mungkin karena vitamin D tersimpan dalam sel lemak dan kurang tersedia dalam aliran darah.
Oleh karena itu, meskipun vitamin D bukan pil ajaib untuk penurunan berat badan, memastikan kadar yang cukup dapat mendukung upaya diet dan gaya hidup sehat secara keseluruhan. Konsultasi dengan ahli gizi atau dokter dapat membantu menentukan peran vitamin D dalam program pengelolaan berat badan individu.
Advertisement
7. Membantu Mencegah Tekanan Darah Tinggi
Bukti yang berkembang menunjukkan bahwa manfaat vitamin D juga mencakup peran penting dalam menjaga tekanan darah yang sehat. Beberapa penelitian mengindikasikan bahwa kadar vitamin D yang memadai dapat membantu mencegah tekanan darah tinggi atau hipertensi. Ini merupakan aspek penting mengingat hipertensi adalah faktor risiko utama untuk penyakit jantung dan stroke.
Menurut baptisthealth.com, ada bukti yang menunjukkan bahwa vitamin D memainkan peran penting dalam tekanan darah yang tepat, termasuk bahwa defisit jangka pendek sekalipun dapat secara langsung meningkatkan tekanan darah. Mekanisme yang mendasari hubungan ini mungkin melibatkan peran vitamin D dalam sistem renin-angiotensin-aldosteron, yang mengatur volume cairan dan tekanan darah dalam tubuh.
Vitamin D juga memiliki sifat anti-inflamasi dan dapat memengaruhi fungsi sel endotel yang melapisi pembuluh darah. Fungsi endotel yang sehat sangat penting untuk menjaga elastisitas pembuluh darah dan regulasi tekanan darah yang tepat. Disfungsi endotel seringkali merupakan langkah awal dalam perkembangan hipertensi.
Meskipun demikian, penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk sepenuhnya memahami bagaimana vitamin D memengaruhi tekanan darah dan sejauh mana suplementasi dapat efektif dalam pencegahan atau pengelolaan hipertensi. Namun, menjaga kadar vitamin D yang cukup adalah langkah yang masuk akal sebagai bagian dari strategi kesehatan kardiovaskular yang komprehensif.
8. Menguatkan Otot Tubuh
Manfaat vitamin D tidak hanya terbatas pada tulang, tetapi juga memengaruhi perkembangan dan kekuatan otot. Vitamin D berperan dalam fungsi neuromuskular, yang penting untuk koordinasi gerakan dan kekuatan otot. Reseptor vitamin D ditemukan pada sel-sel otot, menunjukkan peran langsungnya dalam kesehatan otot.
Kekurangan vitamin D telah dikaitkan dengan kelemahan otot, terutama pada orang dewasa yang lebih tua. Kelemahan otot ini dapat meningkatkan risiko jatuh, yang merupakan masalah kesehatan serius pada populasi lansia. Dengan memastikan kadar vitamin D yang cukup, individu dapat membantu menjaga kekuatan otot dan mengurangi risiko cedera akibat jatuh.
Melansir baptisthealth.com, vitamin D memengaruhi perkembangan otot, yang penting bagi setiap orang, terutama orang dewasa yang lebih tua, karena kurangnya kekuatan otot dapat meningkatkan risiko jatuh. Ini menunjukkan bahwa vitamin D berperan dalam menjaga integritas dan fungsi sistem muskuloskeletal secara keseluruhan.
Oleh karena itu, bagi mereka yang ingin mempertahankan mobilitas dan kekuatan fisik seiring bertambahnya usia, menjaga kadar vitamin D yang optimal adalah hal yang penting. Ini dapat dicapai melalui kombinasi paparan sinar matahari, diet, dan suplemen jika diperlukan, sebagai bagian dari gaya hidup aktif.
Advertisement
9. Berperan dalam Kesehatan Jantung dan Paru-paru
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3453998/original/014353900_1620654351-top-view-world-heart-day-concept-with-stethoscope_23-2148631023.jpg)
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa manfaat vitamin D juga memiliki dampak positif pada kesehatan jantung dan paru-paru. Meskipun hubungan ini kompleks dan masih terus diteliti, kadar vitamin D yang rendah telah dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular dan masalah pernapasan. Vitamin D memiliki sifat anti-inflamasi dan dapat memengaruhi sel-sel yang terlibat dalam fungsi kedua sistem organ ini.
Dalam konteks kesehatan jantung, kadar vitamin D yang rendah telah dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit jantung seperti hipertensi, gagal jantung, dan stroke. Meskipun healthline.com mencatat bahwa belum jelas apakah defisiensi vitamin D secara langsung menyebabkan penyakit jantung atau hanya mengindikasikan kesehatan yang buruk saat seseorang memiliki kondisi kronis, korelasi ini tetap menjadi area penelitian yang penting.
Untuk kesehatan paru-paru, vitamin D berperan dalam modulasi respons imun di saluran pernapasan. Beberapa studi menunjukkan bahwa vitamin D dapat mengurangi kemungkinan infeksi pernapasan parah, termasuk flu dan COVID-19, meskipun bukti masih beragam. Sebuah tinjauan terbaru menemukan bahwa kadar vitamin D yang rendah berkontribusi pada sindrom gangguan pernapasan akut.
Meskipun diperlukan lebih banyak penelitian untuk mengkonfirmasi hubungan sebab-akibat dan menentukan dosis optimal untuk kesehatan jantung dan paru-paru, menjaga kadar vitamin D yang cukup adalah langkah yang bijaksana. Ini mendukung fungsi organ vital dan berkontribusi pada kesehatan sistem pernapasan dan kardiovaskular secara keseluruhan.
10. Mencegah Multiple Sclerosis (MS)
Manfaat vitamin D juga telah menjadi fokus penelitian terkait pencegahan dan pengelolaan Multiple Sclerosis (MS), suatu penyakit autoimun kronis yang memengaruhi otak dan sumsum tulang belakang. Studi epidemiologi dan genetik telah menemukan hubungan antara MS dan kadar 25(OH)D yang rendah. Ini menunjukkan bahwa vitamin D mungkin memiliki peran protektif terhadap perkembangan penyakit ini.
Studi observasional, seperti yang disebutkan oleh ods.od.nih.gov, menunjukkan bahwa konsentrasi vitamin D yang cukup dapat mengurangi risiko terjadinya MS, memperlambat progresinya, dan menurunkan risiko kekambuhan. Vitamin D diyakini dapat memodulasi respons imun yang salah pada penderita MS, mengurangi peradangan dan kerusakan pada selubung mielin saraf.
Sebuah tinjauan tahun 2017 dari studi berbasis populasi yang dikutip oleh healthline.com juga menemukan bahwa kadar vitamin D yang rendah terkait dengan peningkatan risiko MS. Meskipun demikian, bukti dari uji klinis masih terbatas, sehingga para ahli belum dapat menarik kesimpulan pasti apakah vitamin D dapat membantu mencegah MS. Namun, suplementasi vitamin D tampaknya tidak membantu mengurangi tanda dan gejala penyakit atau tingkat kekambuhan secara signifikan.
Meskipun vitamin D bukan obat untuk MS, menjaga kadar yang optimal dapat menjadi faktor penting dalam strategi pencegahan atau manajemen penyakit bagi individu yang berisiko atau sudah didiagnosis. Konsultasi dengan dokter spesialis neurologi sangat disarankan untuk penanganan MS yang tepat.
Advertisement
Sumber Utama Vitamin D
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5202534/original/039635700_1745902908-Minum_vitamin.jpg)
Memahami manfaat vitamin D juga berarti mengetahui bagaimana cara memperolehnya. Vitamin D dapat diperoleh dari tiga sumber utama, yaitu paparan sinar matahari, makanan, dan suplemen. Paparan sinar matahari adalah sumber utama bagi kebanyakan orang, di mana kulit memproduksi vitamin D saat terkena sinar UVB.
Beberapa makanan juga merupakan sumber vitamin D yang baik, meskipun jumlahnya bervariasi. Menurut nhs.uk dan healthline.com, sumber makanan meliputi
ikan berlemak seperti salmon, sarden, dan tuna, serta minyak hati ikan kod, kuning telur, dan hati sapi. Beberapa makanan juga diperkaya dengan vitamin D, seperti susu, sereal sarapan, dan jus jeruk.
Suplemen vitamin D tersedia dalam berbagai bentuk dan dosis, dan sering direkomendasikan jika asupan dari matahari dan makanan tidak mencukupi. Namun, penting untuk berhati-hati.
Mengonsumsi terlalu banyak vitamin D dari suplemen dapat berbahaya, menyebabkan penumpukan kalsium berlebihan (hiperkalsemia) yang dapat merusak ginjal, jantung, dan tulang. Ods.od.nih.gov dan nhs.uk memperingatkan bahwa toksisitas vitamin D hampir selalu merupakan akibat dari asupan berlebihan melalui suplemen, bukan dari paparan sinar matahari atau makanan.
Oleh karena itu, penting untuk berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi untuk menentukan dosis yang tepat sesuai kebutuhan individu dan menghindari interaksi dengan obat-obatan lain. Ada juga beberapa mitos seputar vitamin D, seperti anggapan bahwa semua orang mendapatkan cukup vitamin D dari sinar matahari atau bahwa kaca jendela tidak menghalangi produksi vitamin D, yang perlu diluruskan. Penentuan status vitamin D yang akurat memerlukan tes darah.
Sumber: ods.od.nih.gov, baptisthealth.com, healthline.com, nhs.uk
FAQ
1. Apa itu vitamin D dan mengapa penting bagi tubuh?
Vitamin D adalah vitamin yang larut dalam lemak dan berperan penting dalam penyerapan kalsium, menjaga kekuatan tulang, dan mendukung fungsi kekebalan tubuh.
2. Apa saja manfaat utama vitamin D bagi kesehatan?
Vitamin D membantu menjaga kesehatan tulang dan gigi, mendukung sistem imun, mengurangi risiko penyakit autoimun, memperbaiki suasana hati, dan membantu fungsi otot.
3. Bagaimana cara tubuh mendapatkan vitamin D secara alami?
Tubuh memproduksi vitamin D saat kulit terkena sinar matahari langsung, terutama sinar UVB. Paparan matahari pagi selama 10–30 menit dapat membantu memenuhi kebutuhan harian.
4. Apa yang terjadi jika tubuh kekurangan vitamin D?
Kekurangan vitamin D bisa menyebabkan tulang rapuh (osteomalasia), nyeri otot, kelelahan, penurunan imunitas, hingga meningkatkan risiko depresi dan osteoporosis pada jangka panjang.
5. Siapa saja yang rentan kekurangan vitamin D?
Lansia, orang yang jarang terpapar matahari, individu berkulit gelap, ibu hamil, menyusui, serta orang yang mengalami gangguan penyerapan nutrisi lebih rentan kekurangan vitamin D.
6. Makanan apa saja yang mengandung vitamin D?
Sumber vitamin D antara lain ikan berlemak (salmon, tuna), hati sapi, kuning telur, jamur, serta makanan yang difortifikasi seperti susu, sereal, dan margarin.
7. Apakah perlu mengonsumsi suplemen vitamin D?
Jika asupan dari makanan dan paparan sinar matahari tidak mencukupi, suplemen vitamin D bisa menjadi pilihan. Namun sebaiknya dikonsumsi sesuai anjuran dokter atau ahli gizi.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264115/original/018567300_1782092996-Tugas__39_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258254/original/075445200_1781330306-Tugas__34_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263843/original/065734300_1782021578-Tugas__38_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5370367/original/028709700_1759546468-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2025-10-04T093301.745.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1919772/original/078451300_1618831223-IMG-20210310-WA0034.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5228946/original/043901300_1747900323-pexels-rube-g-531375993-32159332.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1812277/original/052062800_1684314288-Beach_life.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257116/original/079220400_1781213800-000_B6TP7D2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264149/original/054877000_1782096496-063_2282689905-Timnas_Mesir.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264181/original/054321300_1782097612-063_2282690679.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260382/original/054470700_1781590662-063_2281748273.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264068/original/012778200_1782078495-000_B7TT4GU.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264053/original/051807800_1782069676-Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264045/original/061909400_1782061462-063_2282633998.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264088/original/090012000_1782087024-000_B7TY6Z7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264089/original/060388300_1782087027-000_B7TZ2WM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264097/original/098152700_1782090739-AP26172582885325.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260275/original/078184800_1781584802-Hamza_Abdelkarim.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262860/original/032711900_1781851373-disabilitas_mental.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259113/original/089325900_1781455257-WhatsApp_Image_2026-06-14_at_22.23.16.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5249630/original/082773200_1749656708-derma_1.jpg)