Sejarah Hari Hutan Indonesia: Asal-usul, Makna, dan Tujuan Peringatannya

Sejarah Hari Hutan Indonesia diperingati setiap 7 Agustus. Simak asal-usul, tujuan, makna, dan fakta penting di balik peringatannya.

Diterbitkan 06 Agustus 2026, 12:08 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Hutan merupakan salah satu kekayaan alam paling berharga yang dimiliki Indonesia. Sebagai negara dengan kawasan hutan tropis yang luas dan tingkat keanekaragaman hayati tertinggi di dunia, hutan Indonesia memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem, mengatur iklim, menyimpan cadangan air, serta menjadi habitat bagi ribuan spesies flora dan fauna. Selain itu, jutaan masyarakat juga menggantungkan kehidupannya pada sumber daya yang berasal dari hutan, sehingga kelestariannya menjadi tanggung jawab bersama.

Di tengah berbagai tantangan seperti deforestasi, kebakaran hutan, alih fungsi lahan, hingga perubahan iklim, kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga hutan terus didorong melalui berbagai kampanye dan momentum peringatan lingkungan. Salah satunya adalah Hari Hutan Indonesia yang diperingati setiap 7 Agustus. Peringatan ini bukan sekadar seremonial tahunan, tetapi juga menjadi pengingat bahwa keberadaan hutan memiliki peran vital bagi keberlangsungan hidup manusia dan seluruh makhluk hidup di bumi.

Lantas bagaimana sejarah Hari Hutan Indonesia? Bagaimana asal-usul, makna dan tujuan peringatannya? Melansir dari berbagai sumber, Kamis (6/8/2026), simak ulasan informasinya berikut ini.

Asal-usul dan Deklarasi Hari Hutan

Tanggal 7 Agustus dipilih sebagai Hari Hutan Indonesia setelah petisi daring yang diluncurkan pada tahun 2017 berhasil mengumpulkan hampir 1,5 juta tanda tangan. Petisi ini secara spesifik menuntut adanya hari peringatan khusus bagi hutan Indonesia.

Deklarasi Hari Hutan Indonesia kemudian dilakukan secara bersama pada tahun 2020, melibatkan lebih dari 140 kolaborator dari berbagai organisasi lintas sektor. Komunitas 'Hutan Itu Indonesia', yang didirikan pada 22 April 2016, merupakan penggagas utama di balik inisiatif ini, dengan tujuan utama menumbuhkan kecintaan masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap hutan di tanah air.

Pemilihan tanggal 7 Agustus juga memiliki relevansi historis, bertepatan dengan momen refleksi disahkannya Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 5 Tahun 2019. Inpres tersebut mengatur tentang penghentian pemberian izin baru serta penyempurnaan tata kelola hutan alam primer dan lahan gambut, yang dikenal sebagai moratorium permanen izin hutan.

Makna Penting Hutan Indonesia bagi Kehidupan

Meskipun dunia telah memiliki Hari Hutan Sedunia yang diperingati setiap 21 Maret, Hari Hutan Indonesia hadir dengan makna yang lebih spesifik. Peringatan ini berfungsi sebagai pengingat kolektif akan kekayaan hayati Indonesia dan pentingnya hutan bagi kelangsungan hidup. Tujuannya adalah untuk memusatkan perhatian, pikiran, dan upaya seluruh masyarakat Indonesia pada pelestarian hutan nasional.

Hutan Indonesia sering disebut sebagai "paru-paru dunia" karena perannya yang krusial dalam ekosistem global. Hutan ini tidak hanya menghasilkan oksigen yang esensial bagi kehidupan, tetapi juga menyerap karbon dioksida yang menjadi penyebab pemanasan global. Selain itu, hutan menyediakan habitat bagi jutaan spesies makhluk hidup, mendukung keanekaragaman hayati yang tak ternilai.

Sebagai negara pemilik hutan hujan tropis terbesar ketiga di dunia, Indonesia menyumbang sekitar 10% dari total tutupan hutan tropis global. Fakta ini menjadikan hutan Indonesia sebagai aset strategis yang harus dikelola secara berkelanjutan, tidak hanya demi kemakmuran rakyat, tetapi juga untuk menjaga keseimbangan ekosistem global.

Tujuan Utama Peringatan dan Edukasi Publik

Tujuan utama dari peringatan Hari Hutan Indonesia adalah untuk meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap urgensi menjaga dan melestarikan hutan. Inisiatif ini dirancang untuk mendorong tindakan nyata dalam perlindungan dan pengelolaan hutan yang berkelanjutan.

Peringatan ini juga menjadi momen penting untuk merefleksikan sejauh mana langkah-langkah perlindungan hutan telah berhasil diimplementasikan. Diharapkan, Hari Hutan Indonesia dapat memicu peningkatan kesadaran dan upaya pelestarian hutan di seluruh pelosok negeri.

Lebih dari itu, peringatan ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat luas mengenai pentingnya menjaga, melindungi, merawat, dan melestarikan hutan. Hutan memegang peran vital dalam menjaga keseimbangan ekosistem serta memastikan kualitas udara dan air tetap terjaga.

Gerakan Kolektif dan Tantangan Pelestarian

Sejak dideklarasikan pada tahun 2020, Hari Hutan Indonesia telah berkembang menjadi sebuah gerakan kolektif yang menghubungkan lebih dari 500 organisasi kolaborator, 3.000 campaigner, dan 27 anggota konsorsium. Gerakan ini menunjukkan peningkatan pengakuan terhadap pentingnya hari tersebut, terutama setelah resmi tercatat dalam kalender peringatan lingkungan nasional pada tahun 2024.

Relevansi peringatan ini semakin terasa mengingat tantangan besar yang dihadapi hutan Indonesia, termasuk deforestasi, alih fungsi lahan, dan degradasi lingkungan. Indonesia tercatat kehilangan rata-rata 684.000 hektare hutan setiap tahun dalam dua dekade terakhir, menunjukkan bahwa deforestasi masih menjadi ancaman serius.

Setiap tahun, Hari Hutan Indonesia mengusung tema yang berbeda untuk menyoroti isu-isu terkini. Sebagai contoh, tema tahun 2024 adalah "Jaga Hutan, Jaga Iklim", yang mengajak publik untuk mengampanyekan peran krusial hutan tropis sebagai solusi perubahan iklim. Untuk tahun 2025, tema yang diusung adalah "Suara Hutan, Nadi Kehidupan", menegaskan bahwa peringatan ini lebih dari sekadar seremoni, melainkan sebuah gerakan untuk mendengarkan dan menjaga hutan.

Pertanyaan & Jawaban Seputar Sejarah Hari Hutan Indonesia

1. Kapan Hari Hutan Indonesia diperingati?

Hari Hutan Indonesia diperingati setiap tanggal 7 Agustus.

2. Bagaimana asal-usul Hari Hutan Indonesia?

Asal-usulnya bermula dari sebuah petisi publik yang diluncurkan pada tahun 2017 melalui platform change.org/jagahutan, yang berhasil mengumpulkan hampir 1,5 juta tanda tangan. Peringatan ini kemudian dideklarasikan pada tahun 2020 oleh lebih dari 140 kolaborator, digagas oleh komunitas 'Hutan Itu Indonesia'.

3. Apa makna Hari Hutan Indonesia?

Hari Hutan Indonesia memiliki makna sebagai pengingat kolektif akan kekayaan hayati Indonesia dan pentingnya hutan bagi kehidupan. Ini adalah momentum untuk merayakan keanekaragaman hayati dan menguatkan tekad untuk menjaga hutan yang dijuluki 'paru-paru dunia'.

4. Apa tujuan peringatan Hari Hutan Indonesia?

Tujuan utamanya adalah untuk meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap pentingnya menjaga dan melestarikan hutan, mendorong tindakan nyata dalam perlindungan hutan berkelanjutan, serta mengedukasi publik mengenai peran krusial hutan dalam menjaga keseimbangan ekosistem dan mengatasi perubahan iklim.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6