Piala Presiden Disiapkan untuk Timnas Indonesia Mulai 2027, Masuk Slot FIFA Matchday

Erick Thohir memproyeksikan Piala Presiden jadi ajang Timnas Indonesia mulai 2027, diselaraskan dengan FIFA Matchday. Detail format masih dibahas PSSI.

Diterbitkan 07 Agustus 2026, 08:05 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - PSSI menyiapkan perubahan besar untuk Piala Presiden. Mulai 2027, turnamen yang selama ini identik sebagai ajang pramusim antarklub itu diproyeksikan menjadi panggung Timnas Indonesia dan akan ditempatkan pada periode FIFA Matchday.

Ketua PSSI Erick Thohir menyebut arah baru ini selaras dengan perkembangan ekosistem kompetisi domestik dalam beberapa tahun terakhir, termasuk hadirnya turnamen League Cup.

Dengan perubahan tersebut, PSSI mengalihkan fokus Piala Presiden agar memberi nilai tambah di level tim nasional.

Piala Presiden sendiri pertama kali digelar pada 2015, ketika sepak bola Indonesia tengah berada di situasi sulit akibat sanksi terhadap PSSI. Ajang itu lahir untuk memberi ruang aktivitas bagi klub yang saat itu kehilangan agenda resmi.

Agenda FIFA Matchday dan Penyesuaian Jadwal

PSSI menekankan pentingnya penempatan Piala Presiden pada kalender internasional agar negara undangan bisa datang dengan kekuatan terbaik.

Prinsipnya, turnamen harus berlangsung di jendela yang diakui FIFA sehingga pemanggilan pemain nasional tidak terganggu agenda klub.

Erick Thohir menggarisbawahi bahwa penentuan slot waktu menjadi pekerjaan awal sebelum format baru dijalankan. PSSI sedang menyiapkan opsi teknis agar turnamen bisa dioperasikan tanpa berbenturan dengan kompetisi lain.

"Nah ini kita coba cari formulanya. Tinggal pertandingan harus tetap ada di FIFA Matchday, di slot jadwal yang ditentukan FIFA. Itu aja dinamikanya yang mungkin agak kompleks," jelas Erick Thohir.

Dari Turnamen Pramusim ke Ajang Timnas

Di awal pembentukan, Piala Presiden berfungsi sebagai panggung alternatif bagi klub ketika kompetisi resmi terhenti. Kini, beban pertandingan klub meningkat dan ruang pramusim sudah terwadahi oleh turnamen lain, sehingga PSSI membuka kemungkinan reposisi fungsi Piala Presiden.

Erick mengingatkan kembali latar lahirnya turnamen ini pada 2015, yang ia bangun bersama Maruarar Sirait. Pernyataan itu disampaikan setelah final Piala Presiden 2026 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar.

"Ya, karena memang Liga sudah punya Piala Liga sekarang. Kita tahu, Pak Maruarar Sirait dan saya membangun Piala Presiden ini pada 2015 ketika PSSI itu disanksi," ujar Erick Thohir setelah babak final Piala Presiden 2026 antara Persib Bandung kontra Persebaya Surabaya di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Kamis (6/8/2026).

"Jadi klub-klub datang ke kami meminta tolong kalau bisa ada kegiatan. Dan alhamdulillah bisa berjalan delapan tahun," jelasnya.

Mencontoh Format King's Cup Thailand

Salah satu opsi yang dikaji adalah menjadikan Piala Presiden sebagai turnamen internasional tim nasional, meniru tradisi Thailand lewat King's Cup.

Dengan model undangan, ajang ini bisa menghadirkan lawan yang kompetitif bagi Timnas Indonesia di kalender resmi.

Erick menilai peningkatan kualitas dapat dilakukan jika Piala Presiden bertransformasi menjadi pertandingan tim nasional yang rutin. Ia menyebut King's Cup sebagai referensi pelaksanaan.

"Nah tidak ada salahnya, kita coba tingkatkan kualitasnya. Salah satunya bagaimana Piala Presiden ini bisa menjadi pertandingan tim nasional, seperti juga yang sudah dilakukan oleh Thailand yaitu King's Cup, yang sudah berjalan hampir 20 tahun lebih," ucap Erick Thohir.

King's Cup di Thailand telah berlangsung selama 58 tahun dan menjadi kejuaraan rutin setiap tahun.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Top 3 Berita Bola: Cuma Ini Rute Timnas Indonesia Menuju Semifinal Piala AFF 2026

Muhammad Adi Yaksa, Benediktus Gerendo PradigdoTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan