Daftar Lengkap Penyesuaian Tarif Listrik Juli-September 2026: Naik atau Tetap?

Berikut ini adalah daftar lengkap penyesuaian tarif listrik Juli-September 2026.

Diterbitkan 13 Juli 2026, 11:37 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian ESDM resmi mengumumkan daftar lengkap penyesuaian tarif listrik Juli-September 2026 untuk seluruh golongan pelanggan PLN. Kabar ini ditunggu jutaan rumah tangga yang selama tiga bulan terakhir menahan napas menanti keputusan pemerintah soal harga listrik. Kabar baiknya, tarif tidak mengalami kenaikan meski indikator ekonomi sempat memberi sinyal sebaliknya.

Setiap tiga bulan, jutaan pelanggan PLN selalu bertanya hal yang sama: apakah tagihan listrik bulan depan akan lebih mahal? Pertanyaan ini wajar, sebab Peraturan Menteri ESDM Nomor 7 Tahun 2024 memang mewajibkan tarif dievaluasi ulang setiap kuartal berdasarkan kondisi ekonomi terkini, bukan berdasarkan keinginan sepihak pemerintah maupun PLN.

Pemerintah melalui Kementerian ESDM memutuskan tarif listrik periode Juli hingga September 2026 tetap sama seperti kuartal sebelumnya. Keputusan ini berlaku untuk 13 golongan pelanggan nonsubsidi dan 24 golongan pelanggan bersubsidi. Berikut ini adalah daftar lengkap tarif per golongan yang dilansir oleh Liputan6.com dari berbagai sumber, Senin (13/7/2026).

Daftar Lengkap Tarif Listrik Juli-September 2026 per Golongan

Golongan Rumah Tangga

- R-1/TR 900 VA-RTM (Tegangan Rendah): Rp1.352

- R-1/TR 1.300 VA (Tegangan Rendah): Rp1.445

- R-1/TR 2.200 VA (Tegangan Rendah): Rp1.445

- R-2/TR 3.500-5.500 VA (Tegangan Rendah): Rp1.700

- R-3/TR, TM ≥ 6.600 VA (Tegangan Rendah, Menengah): Rp1.700

Golongan Bisnis dan Industri

- B-2/TR 6.600 VA-200 kVA (Tegangan Rendah): Rp1.445

- B-3/TM di atas 200 kVA (Tegangan Menengah): Rp1.122

- I-3/TM di atas 200 kVA (Tegangan Menengah): Rp1.122

- I-4/TT ≥ 30.000 kVA (Tegangan Tinggi): Rp997

Golongan Sosial, Pemerintah, dan Layanan Khusus

- P-1/TR 6.600 VA-200 kVA, kantor pemerintah (Tegangan Rendah): Rp1.700

- P-2/TM di atas 200 kVA (Tegangan Menengah): Rp1.533

- P-3/TR, penerangan jalan umum (Tegangan Rendah): Rp1.700

- L/TR, TM, TT, layanan khusus (Tegangan Rendah, Menengah, Tinggi): Rp1.645

Pemerintah memastikan 24 golongan pelanggan bersubsidi, termasuk rumah tangga miskin, pelanggan sosial, bisnis kecil, dan industri kecil, juga tidak mengalami perubahan tarif sepanjang periode ini. Pelanggan bisa mengecek golongan tarifnya melalui aplikasi PLN Mobile atau struk token listrik.

Cara Menghitung Tagihan dan Token Listrik

Setelah mengetahui tarif per golongan, langkah berikutnya adalah memahami cara kerja tagihan listrik. Ada dua jenis pelanggan PLN, yaitu prabayar dan pascabayar, dengan cara hitung yang berbeda.

Perbedaan Pelanggan Prabayar dan Pascabayar

Pelanggan pascabayar membayar tagihan di akhir bulan berdasarkan pemakaian aktual yang tercatat di meteran. Sistem ini mirip tagihan telepon rumah, pelanggan memakai dulu, baru membayar belakangan.

Pelanggan prabayar membeli energi listrik di awal dalam bentuk token atau kWh. Setiap kali listrik digunakan, jumlah kWh di meteran akan berkurang hingga habis dan perlu diisi ulang. Sistem ini membantu pelanggan mengendalikan pemakaian sejak awal, sebab sisa energi bisa dipantau kapan saja.

Nominal yang dibayar saat membeli token tidak seluruhnya berubah menjadi kWh. Ada potongan pajak penerangan jalan yang besarannya berbeda di setiap daerah, biasanya berkisar 3 sampai 10 persen. Ada pula biaya admin sesuai kanal pembelian, serta bea materai untuk transaksi di atas Rp 250.000.

Simulasi Token Listrik (Rp 50.000 Dapat Berapa kWh?)

Berikut simulasi sederhana untuk pelanggan rumah tangga 1.300 VA dengan tarif Rp 1.444,70 per kWh dan pajak penerangan jalan 10 persen.

Nominal token Rp 50.000 dipotong pajak penerangan jalan sekitar Rp 4.545, sehingga nilai bersih yang dikonversi menjadi energi sekitar Rp 45.455. Jika dibagi tarif Rp 1.444,70 per kWh, pelanggan mendapat sekitar 31 kWh.

Angka ini bisa berbeda tergantung daerah, sebab besaran pajak penerangan jalan tidak seragam di seluruh Indonesia. Pelanggan di kota dengan pajak lebih rendah akan mendapat kWh sedikit lebih banyak, begitu pula sebaliknya. Cara paling akurat untuk mengetahui jumlah kWh adalah membeli token lewat aplikasi PLN Mobile, sebab rincian potongan langsung tertera di struk pembelian.

Dampak Kebijakan Tarif Tetap bagi Masyarakat dan Dunia Usaha

Keputusan menahan tarif listrik bukan sekadar angka di atas kertas. Kebijakan ini punya dampak langsung pada dompet rumah tangga dan kelangsungan usaha di berbagai sektor.

Bagi Pelanggan Rumah Tangga

Tarif yang tidak berubah berarti pengeluaran bulanan untuk listrik tetap bisa diprediksi. Rumah tangga tidak perlu menyesuaikan anggaran belanja hanya karena kenaikan tarif listrik. Hal ini penting, terutama bagi keluarga yang sudah mengatur pengeluaran secara ketat setiap bulan.

Golongan rumah tangga miskin dan pelanggan sosial juga tetap mendapat perlindungan lewat skema subsidi. Dengan begitu, kelompok yang paling rentan terhadap perubahan harga tidak perlu menanggung beban tambahan di tengah situasi ekonomi yang masih dinamis.

Bagi Pelaku Usaha dan Industri

Kepastian tarif memberi ruang bagi pelaku usaha untuk merencanakan biaya produksi tanpa kejutan. Sektor industri yang mengandalkan listrik sebagai komponen biaya utama bisa menjaga harga jual produk tetap kompetitif, baik di pasar domestik maupun internasional.

Bagi usaha kecil dan menengah, tarif listrik yang stabil turut membantu menjaga arus kas. Pelaku UMKM tidak perlu menaikkan harga produk hanya karena biaya operasional listrik membengkak. Kondisi ini pada akhirnya mendukung daya saing industri nasional secara keseluruhan.

Pertanyaan Seputar Penyesuaian Tarif Listrik Juli-September 2026

Apakah tarif listrik Juli-September 2026 naik?

Tidak. Pemerintah memutuskan tarif listrik untuk 13 golongan nonsubsidi dan 24 golongan bersubsidi tetap sama seperti kuartal sebelumnya.

Golongan apa saja yang termasuk pelanggan nonsubsidi?

Golongan nonsubsidi mencakup rumah tangga R-1 900 VA rumah tangga mampu, R-1 1.300 VA, R-1 2.200 VA, R-2, R-3, bisnis, industri, hingga golongan pemerintah dan layanan khusus.

Bagaimana cara mengetahui golongan tarif listrik di rumah?

Golongan tarif bisa dicek lewat aplikasi PLN Mobile, struk pembelian token, atau meteran listrik yang terpasang di rumah.

Kapan tarif listrik akan dievaluasi kembali?

Tarif listrik dievaluasi setiap tiga bulan sesuai Peraturan Menteri ESDM Nomor 7 Tahun 2024. Evaluasi berikutnya berlangsung menjelang kuartal IV 2026.

Kenapa token listrik Rp 50.000 tidak menghasilkan kWh penuh?

Nominal token dipotong pajak penerangan jalan dan biaya admin sebelum dikonversi menjadi energi listrik, sehingga jumlah kWh yang diterima lebih kecil dari nominal pembelian.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6