Sumber Surplus Terbesar Kedua, Mendag Perkuat Hubungan Dagang dengan India

Mendag Budi Santoso komit perkuat hubungan dagang dengan India sebagai mitra surplus terbesar kedua RI, termasuk kerja sama impor daging kerbau.

Diterbitkan 14 Juli 2026, 19:15 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Perdagangan (Mendag), Budi Santoso, menegaskan komitmen pemerintah untuk terus memperkuat hubungan perdagangan bilateral dengan India. Langkah strategis ini diambil mengingat posisi India sebagai mitra dagang yang menyumbang surplus terbesar kedua bagi perekonomian Indonesia.

Upaya penguatan ini akan difokuskan pada perluasan akses pasar, peningkatan volume ekspor, serta pemenuhan kebutuhan impor strategis.

Budi menjelaskan bahwa Indonesia memiliki kepentingan besar dalam menjaga hubungan dagang yang saling menguntungkan (win-win solution) dengan India. Selain menjadi pasar utama bagi produk-produk unggulan Indonesia, India juga berperan penting sebagai pemasok sejumlah komoditas esensial yang dibutuhkan di dalam negeri.

“Kita memang surplus terbesar kedua ke India. Jadi, kita tetap harus menjaga hubungan dagang kita dengan India,” ujar Budi Santoso di kantor Kementerian Perdagangan, Selasa (14/7/2026).

 

Saling Mengisi Kebutuhan Pasar Domestik

Menurut Budi, pemerintah akan terus mendorong perluasan pasar bagi produk-produk Indonesia di India. Di sisi lain, Indonesia juga bersikap terbuka untuk mengimpor komoditas tertentu dari India yang produksinya belum mampu memenuhi kebutuhan domestik secara penuh.

“Kalau memang ada komoditas India yang kita perlukan, ya kita impor. Misalnya sekarang salah satunya daging kerbau, kita juga impornya dari India,” jelasnya.

Memperluas Ekspansi ke Sektor Investasi

Lebih dari sekadar perdagangan barang, kedua negara juga tengah berupaya mempererat kerja sama di sektor investasi. Budi menilai hubungan ekonomi yang harmonis ini akan memberikan keuntungan jangka panjang bagi kedua belah pihak, terutama karena industri di India masih sangat bergantung pada pasokan bahan baku berkualitas dari Indonesia.

“Potensi ekspor-impor dan investasi terus kita jaga. India juga butuh bahan baku dari Indonesia. Jadi, kita saling menjaga,” pungkas Budi.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6