Sukses

Kiki Maria Mencari Suzanna

VONIS majelis hakim Pengadilan Negeri Magelang, Jawa Tengah, yang membebaskan Abriyarso Priharto Boyoh dari dakwaan sungguh melegakan hati sang istri, Kiki Maria. Abri dinyatakan tidak bersalah atas dakwaan menganiaya suami kedua Suzanna, Clift Sangra, yang juga ayah tiri Kiki. "Sejak awal kami yakin berada di pihak yang benar, Abri hanya membela diri," kata Kiki kepada Halo Selebriti di Yogyakarta belum lama berselang. Menurut Kiki, seharusnya suaminya tidak perlu diajukan ke meja hijau. Sebab penganiayaan pada 14 November tahun lalu itu sudah jelas. Bukan Clift yang menjadi korban dalam perseteruan yang konon memperebutkan harta warisan Suzanna itu, namun Abri. "Bayangkan saja, sudah suami saya disiksa dilaporkan serta difitnah pula," dia berujar. Kendati cerita di pengadilan itu berakhir bahagia, Kiki masih merasakan ganjalan. Saat persisangan ibunya masuk rumah sakit, bahkan dikabarkan meninggal. Sebagai anak ada keinginan untuk melihat Suzanna yang sakit. Namun, dia tidak tahu di mana ibunya dirawat. "Sampai sekarang saya tidak mengetahui keberadaan dia," kata Kiki. Kiki tidak mempermasalahkan jika Suzanna tak mengizinkan dia datang. Tapi, dia berharap tetap mengetahui kondisi ibunya. Di balik itu, anak pasangan Suzanna dan Dicky Suprapto ini melihat adanya kesengajaan pihak lain membuat kabar yang simpang siur tentang kondisi ibunya. Keheranan semakin tebal ketika dia mendapat kabar makam kakaknya sudah dibongkar tanpa pemberitahuan. Rencananya kerangka anak pertama Suzanna ini akan diletakkan di bagian bawah, sedangkan bagian atas ditempati jenazah sang ibu. "Saya tidak tahu apakah itu dibolehkan atau tidak," ujar Kiki. Kiki menampik bahwa komunikasi antara dia dan sang ibu putus lantaran sikap durhaka seperti disebutkan Suzanna. "Kenapa dibilang durhaka, sementara saya tidak pernah memaki-maki atau memfitnah Mama," dia berkilah. Begitu juga dengan kabar perebutan warisan yang diduga menjadi biang keributan antara keluarga Kiki dengan ayah tirinya. Sebelum kasus penganiayaan ini, menurut Kiki, sama sekali tak pernah ada pembicaraan soal warisan. "Sebagai orang Jawa tidak mungkin saya menanyakan warisan sementara orangnya masih ada," Kiki menegaskan.