Liputan6.com, Jakarta - Ada kalanya tontonan terbaik untuk menghabiskan waktu bersama keluarga justru bukan film terbaru yang sedang ramai dibicarakan, melainkan film lama yang pernah menemani masa kecil orang tua. Dari animasi klasik yang menghangatkan hati hingga petualangan anak-anak yang penuh kejutan, film keluarga jadul punya cara tersendiri untuk menghadirkan tawa, membangkitkan nostalgia, dan mempererat hubungan antaranggota keluarga.
Menonton film lawas bersama anak juga bisa menjadi pengalaman yang menyenangkan karena orang tua dapat mengenalkan cerita favorit mereka sekaligus menemukan pesan kehidupan yang masih relevan hingga sekarang. Jika sedang mencari tontonan untuk akhir pekan atau liburan keluarga, ada sepuluh rekomendasi film dari berbagai negara berikut yang menarik untuk dipertimbangkan.
1. The Many Adventures of Winnie the Pooh (1977)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5569759/original/057499900_1777452885-MV5BNTVmMDU2MTYtY2VhZi00M2RiLTllMjgtNmE3NDdlNmQxY2Y3XkEyXkFqcGc_._V1_FMjpg_UX1000_.jpg)
The Many Adventures of Winnie the Pooh merupakan film animasi klasik Disney yang menyatukan sejumlah cerita tentang Winnie the Pooh dan teman-temannya di Hutan Seratus Ekar. Pooh yang gemar makan madu menjalani berbagai petualangan sederhana bersama Piglet, Tigger, Eeyore, Rabbit, dan Christopher Robin, mulai dari menghadapi lebah hingga membantu teman yang sedang mengalami kesulitan. Ceritanya sederhana, penuh humor ringan, dan tidak bergantung pada konflik besar sehingga mudah diikuti oleh anak-anak.
Film berdurasi sekitar 74 menit ini cocok untuk keluarga yang menginginkan tontonan santai tanpa terlalu banyak ketegangan. Pesan mengenai persahabatan, kepedulian, dan menerima perbedaan karakter bisa menjadi bahan percakapan setelah menonton, sementara orang tua dapat menikmati kembali suasana dongeng yang mungkin akrab sejak kecil. Film ini sering direkomendasikan untuk penonton usia sekitar 3 tahun ke atas, meskipun beberapa adegan dikejar lebah atau tersesat bisa membuat anak yang sangat sensitif merasa takut.
Advertisement
2. My Neighbor Totoro (1988)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5387821/original/048391400_1761104783-MV5BMTg1NzkyNDk4N15BMl5BanBnXkFtZTgwMDE2MDIyMDE_._V1_FMjpg_UX1000_.jpg)
Film animasi Jepang karya Hayao Miyazaki ini mengikuti kisah dua saudari, Satsuki dan Mei, yang pindah ke pedesaan bersama ayah mereka ketika ibu mereka sedang menjalani perawatan di rumah sakit. Di lingkungan baru yang dikelilingi pepohonan dan alam hijau, keduanya menemukan makhluk ajaib bernama Totoro yang mengajak mereka mengenal dunia penuh imajinasi. Alih-alih menyajikan petualangan dengan konflik yang terus-menerus, film ini lebih menonjolkan keajaiban kehidupan sehari-hari, kedekatan saudara, dan hubungan manusia dengan alam.
My Neighbor Totoro layak masuk daftar tontonan keluarga karena menghadirkan suasana hangat yang bisa dinikmati anak maupun orang dewasa. Anak-anak dapat menikmati karakter Totoro dan Catbus yang unik, sedangkan orang tua bisa menangkap pesan tentang kasih sayang, keberanian menghadapi perubahan, dan pentingnya saling menjaga dalam keluarga. Film berdurasi sekitar 86 menit ini cocok dipertimbangkan untuk anak usia sekitar 5 tahun ke atas, tetapi orang tua tetap perlu memperhatikan tema ibu yang sakit serta adegan ketika Mei tersesat.
3. Kiki's Delivery Service (1989)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4705901/original/060742900_1704346421-Screen_Shot_2024-01-04_at_12.32.28.jpg)
Kiki's Delivery Service menceritakan perjalanan Kiki, seorang penyihir muda yang meninggalkan rumah untuk menjalani kehidupan mandiri di sebuah kota pesisir. Dengan kemampuan terbang menggunakan sapu, Kiki mencoba membangun layanan pengantaran barang sambil belajar mencari teman, menghadapi masalah, dan menyesuaikan diri dengan lingkungan yang baru. Perjalanan tersebut tidak selalu mudah karena Kiki mengalami masa ketika kepercayaan dirinya menurun dan kemampuan yang selama ini diandalkannya terasa sulit digunakan.
Film ini menarik untuk ditonton bersama anak karena memperlihatkan bahwa menjadi mandiri bukan berarti harus menyelesaikan semua persoalan seorang diri. Ada pesan tentang ketekunan, keberanian mencoba hal baru, persahabatan, dan pentingnya beristirahat ketika menghadapi tekanan. Orang tua juga dapat menggunakannya untuk mengajak anak berbicara mengenai rasa tidak percaya diri tanpa menghakimi perasaannya. Film berdurasi sekitar 105 menit ini direkomendasikan untuk usia sekitar 5 tahun ke atas, dengan catatan terdapat beberapa adegan penerbangan yang menegangkan.
Advertisement
4. Mary Poppins (1964)
Mary Poppins merupakan film musikal fantasi klasik tentang seorang pengasuh ajaib yang datang ke rumah keluarga Banks untuk membantu merawat Jane dan Michael. Melalui permainan, lagu, dan petualangan yang tidak biasa, Mary Poppins membawa kedua anak tersebut melihat kehidupan dari sudut pandang yang lebih menyenangkan. Di balik rangkaian adegan fantasi itu, film ini juga menyoroti hubungan keluarga Banks, terutama sosok ayah yang terlalu sibuk bekerja sehingga kurang memberikan perhatian kepada anak-anaknya.
Salah satu alasan film ini cocok ditonton bersama keluarga adalah perpaduan musik yang mudah dikenang dan cerita yang mengajak penonton menghargai waktu bersama orang-orang terdekat. Anak-anak dapat menikmati petualangan imajinatif, sedangkan orang tua bisa merenungkan pentingnya keseimbangan antara pekerjaan, tanggung jawab, dan kehidupan keluarga. Film berdurasi sekitar 140 menit ini direkomendasikan untuk usia sekitar 5 tahun ke atas, tetapi beberapa adegan fantasi yang ramai serta pembahasan tentang kematian mungkin membutuhkan penjelasan sederhana dari orang tua.
5. One Hundred and One Dalmatians (1961)
One Hundred and One Dalmatians, yang juga dikenal sebagai 101 Dalmatians, mengikuti Pongo dan Perdita, sepasang anjing Dalmatian yang berjuang menyelamatkan anak-anak mereka setelah diculik oleh Cruella de Vil. Tokoh antagonis tersebut ingin memanfaatkan kulit anak-anak anjing untuk membuat mantel, sehingga Pongo dan Perdita harus mencari bantuan serta menghadapi berbagai rintangan demi menyatukan kembali keluarga mereka. Ceritanya memadukan humor, karakter hewan yang menggemaskan, dan petualangan yang membuat penonton ingin mengetahui bagaimana upaya penyelamatan itu berakhir.
Film ini menawarkan pesan yang mudah dipahami anak-anak, yaitu pentingnya melindungi keluarga, bekerja sama, dan berani menghadapi tindakan yang tidak benar. Orang tua juga bisa memanfaatkannya untuk mengenalkan kepedulian terhadap hewan serta menjelaskan mengapa menyakiti atau memperlakukan hewan sebagai benda bukan tindakan yang patut dibenarkan. Film berdurasi sekitar 79 menit ini cocok dipertimbangkan untuk anak usia sekitar 5 tahun ke atas. Kendati demikian, Cruella dapat terlihat menyeramkan dan beberapa anak anjing berada dalam bahaya, sehingga pendampingan orang tua tetap disarankan.
Advertisement
6. Toy Story (1995)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5387819/original/033411500_1761104783-MV5BN2Q5YmQzYzItZjUxOC00ZTFlLWEwZTMtN2Q5OWMyNGYwNmIyXkEyXkFqcGc_._V1_FMjpg_UX1000_.jpg)
Toy Story menjadi salah satu film animasi penting yang memperkenalkan animasi komputer panjang kepada penonton bioskop. Film ini berkisah tentang Woody, boneka koboi yang menjadi mainan favorit Andy, sampai kedatangan Buzz Lightyear membuatnya merasa tersaingi. Persaingan keduanya menimbulkan berbagai masalah, tetapi keadaan memaksa mereka bekerja sama untuk menemukan jalan kembali kepada Andy. Melalui karakter mainan yang seolah memiliki kehidupan sendiri, film ini menghadirkan petualangan yang menyenangkan sekaligus menggambarkan kecemburuan dan perubahan hubungan pertemanan.
Film produksi Pixar ini cocok untuk tontonan lintas generasi karena humornya mudah dinikmati anak-anak, sementara orang tua dapat memahami konflik emosional Woody ketika harus menerima kehadiran sosok baru. Cerita tersebut membuka kesempatan untuk membicarakan cara menghadapi rasa iri, menghargai perbedaan, dan menyelesaikan masalah melalui kerja sama. Film berdurasi sekitar 81 menit ini direkomendasikan untuk usia sekitar 5 tahun ke atas. Namun, orang tua perlu mempertimbangkan beberapa adegan yang menegangkan, terutama saat para tokoh mainan berada dalam bahaya atau menghadapi karakter yang mengintimidasi.
7. Petualangan Sherina (2000)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4053963/original/078665200_1655290472-wqqq.jpg)
Petualangan Sherina merupakan film musikal Indonesia garapan Riri Riza dan diproduseri Mira Lesmana yang mengikuti Sherina, seorang anak perempuan cerdas dan bersemangat yang harus beradaptasi setelah keluarganya pindah dari Jakarta ke Bandung. Di sekolah barunya, Sherina bertemu Sadam, teman sekelas yang gemar mengganggu anak-anak lain, sehingga hubungan mereka pada awalnya dipenuhi perselisihan. Situasi berubah ketika keduanya terlibat dalam persoalan penculikan dan harus bekerja sama menghadapi orang-orang dewasa yang melakukan kejahatan.
Film ini patut dipilih sebagai tontonan keluarga karena menggabungkan lagu-lagu yang ikonik, humor, serta petualangan yang memperlihatkan bahwa keberanian tidak ditentukan oleh usia atau ukuran tubuh. Anak-anak dapat belajar mengenai persahabatan, kecerdikan, dan pentingnya memperlakukan orang lain dengan baik, sementara orang tua bisa bernostalgia dengan salah satu film anak Indonesia yang menonjol pada awal 2000-an. Karena terdapat adegan penculikan, ancaman, dan situasi berbahaya, film ini lebih baik ditonton bersama anak yang sudah dapat memahami perbedaan antara aksi dalam cerita dan tindakan di kehidupan nyata.
Advertisement
8. The Parent Trap (1961)
Versi asli The Parent Trap berkisah tentang Susan dan Sharon, saudari kembar yang tidak mengetahui keberadaan satu sama lain sampai mereka bertemu di sebuah perkemahan. Setelah menyadari bahwa mereka memiliki orang tua yang sama, keduanya bertukar tempat untuk mengenal ibu dan ayah mereka sekaligus berusaha mempertemukan kembali keluarga yang telah lama terpisah. Cerita ini dibangun melalui penyamaran, kesalahpahaman, dan berbagai rencana anak-anak yang ingin mengubah keadaan keluarga mereka.
Film ini bisa menjadi pilihan bagi keluarga yang menyukai komedi klasik dengan tema hubungan saudara dan komunikasi. Selain menghibur melalui aksi kedua tokoh kembar, ceritanya dapat mengundang diskusi mengenai pentingnya menyampaikan perasaan dan bekerja sama menyelesaikan persoalan. Namun, orang tua perlu menjelaskan bahwa memperbaiki hubungan orang dewasa bukanlah tanggung jawab anak dan tidak setiap keluarga yang berpisah akan kembali bersama. Film berdurasi sekitar 124 menit ini cocok dipertimbangkan untuk usia 6 tahun ke atas, dengan catatan terdapat lelucon fisik dan beberapa adegan yang mungkin perlu dijelaskan kepada anak.
9. The Wizard of Oz (1939)
The Wizard of Oz merupakan film fantasi musikal klasik yang mengikuti Dorothy, seorang anak perempuan yang terbawa angin puting beliung ke negeri ajaib bernama Oz. Dalam perjalanan menuju Kota Zamrud untuk mencari penyihir yang diyakini bisa membantunya pulang, Dorothy bertemu orang-orangan sawah, manusia kaleng, dan singa yang masing-masing mempunyai keinginan tersendiri. Mereka kemudian menjalani petualangan bersama dan saling membantu ketika menghadapi berbagai rintangan di sepanjang jalan.
Film ini tetap menarik ditonton keluarga karena menghadirkan pesan mengenai persahabatan, keberanian, ketekunan, dan arti rumah bagi seseorang. Anak-anak bisa menikmati dunia fantasi, karakter yang unik, serta lagu-lagu klasiknya, sedangkan orang tua dapat mengajak mereka mengenali nilai positif yang muncul melalui perjalanan para tokoh. Film berdurasi sekitar 101 menit ini direkomendasikan untuk usia sekitar 6 tahun ke atas. Meski termasuk film klasik keluarga, adegan angin puting beliung, Penyihir Jahat dari Barat, dan monyet terbang dapat menakutkan bagi anak yang lebih sensitif.
Advertisement
10. Laskar Pelangi (2008)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5055596/original/041784600_1734487351-ClipDown.App_53515510_2324598320916898_8694070006183883478_n.jpg)
Laskar Pelangi merupakan film Indonesia yang diadaptasi dari novel karya Andrea Hirata dan disutradarai Riri Riza. Ceritanya berlatar di Belitung pada era 1970-an, mengikuti sepuluh anak yang berjuang mendapatkan pendidikan di sebuah sekolah sederhana yang terancam ditutup karena kekurangan murid. Dengan dukungan guru mereka, Bu Muslimah dan Pak Harfan, para siswa tersebut berusaha mempertahankan sekolah sekaligus mengejar impian masing-masing di tengah keterbatasan ekonomi dan berbagai tantangan sosial.
Film ini layak dipertimbangkan untuk ditonton bersama anak yang lebih besar karena memperlihatkan nilai pendidikan, keteguhan hati, persahabatan, dan perjuangan menghadapi keadaan yang tidak mudah. Orang tua dapat menjadikan kisah Ikal, Lintang, Mahar, dan kawan-kawan sebagai awal diskusi tentang kesenjangan kesempatan belajar serta pentingnya menghargai guru dan teman. Film berdurasi sekitar 125 menit ini lebih sesuai untuk anak remaja daripada anak kecil karena mengandung tema kemiskinan dan kesulitan keluarga yang membutuhkan pendampingan agar pesan ceritanya dapat dipahami dengan baik.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Film Keluarga Jadul yang Cocok Ditonton Bersama Anak dan Orang Tua
1. Apa film keluarga jadul yang cocok untuk anak kecil?
The Many Adventures of Winnie the Pooh dan My Neighbor Totoro bisa menjadi pilihan awal karena mengangkat persahabatan, imajinasi, dan hubungan keluarga dengan konflik yang relatif ringan, meskipun beberapa adegannya tetap perlu disesuaikan dengan sensitivitas anak.
2. Apa film keluarga jadul Indonesia yang menarik ditonton kembali?
Petualangan Sherina (2000) dan Laskar Pelangi (2008) merupakan dua pilihan menarik karena menghadirkan kisah anak-anak, persahabatan, keberanian, serta pentingnya pendidikan dengan latar budaya Indonesia.
3. Film keluarga klasik apa yang mengajarkan nilai persahabatan?
Toy Story, My Neighbor Totoro, dan The Many Adventures of Winnie the Pooh mengangkat persahabatan melalui karakter yang belajar bekerja sama, memahami perbedaan, dan saling membantu ketika menghadapi kesulitan.
4. Apakah semua film keluarga jadul aman ditonton anak-anak?
Tidak selalu, karena sejumlah film klasik memuat adegan menegangkan, perundungan, kehilangan, atau kekerasan komedi, sehingga orang tua sebaiknya memeriksa panduan usia dan mendampingi anak sesuai tingkat kedewasaannya.
5. Bagaimana cara memilih film jadul yang tepat untuk ditonton bersama keluarga?
Pilih film berdasarkan usia anak, tema yang ingin dikenalkan, durasi tontonan, dan sensitivitas terhadap adegan tertentu, kemudian gunakan cerita film sebagai bahan percakapan untuk mempererat hubungan keluarga.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3490146/original/023335400_1624374674-Chatbot_WA_Cek_Fakta3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9324489/original/034633400_1786708826-cek_fakta_balik_nama.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9375486/original/079437900_1792149415-cek_fakta_-OJK_pinjol.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9350102/original/012008800_1789559335-Cek_fakta_-_ustaz_Abdul_Somad.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9375773/original/009798100_1792222054-Screenshot_2026-10-17_142610.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374953/original/008947000_1792115215-1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5312560/original/060717400_1754968440-WhatsApp_Image_2025-08-12_at_09.48.53_5f3125cb.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373598/original/035832400_1791969676-Mesin_Pencacah_Sampah_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372965/original/088403400_1791939609-WhatsApp_Image_2026-10-13_at_2.07.21_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355267/original/005978200_1790095519-Menagg.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371001/original/004173100_1791721798-WhatsApp_Image_2026-10-11_at_6.54.17_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5582945/original/056926200_1778132999-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4192232/original/046280400_1665758549-IMG_20221014_193652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4953473/original/059895800_1727324477-Screenshot__199_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3439060/original/027890100_1619331962-WhatsApp_Image_2021-04-25_at_08.18.15.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501317/original/009183900_1770893383-Foto_Ilustrasi__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9348478/original/003059100_1789445847-WhatsApp_Image_2026-09-15_at_11.15.01__2_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9345708/original/034882800_1789055371-WhatsApp_Image_2026-09-10_at_15.36.39__2_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294157/original/016812400_1783817206-IMG-20260712-WA0007.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294152/original/050712800_1783816430-IMG-20260712-WA0005.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294154/original/083790500_1783816798-IMG-20260712-WA0008.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9250287/original/003415700_1783144474-ChatGPT_Image_Jul_4__2026__12_52_59_PM.jpg)