Apa Kita Butuh Film Sekuel Godzilla?

Jika Godzilla 2 seperti sekuel Jaws, sebaiknya tak usah dibuat saja.

Diterbitkan 20 Mei 2014, 17:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Next page: Akan seperti apa sekuel Godzilla?

 

Akan seperti apa sekuel Godzilla?

Akan seperti apa sekuel Godzilla?

Kejutan lain saat menyaksikan `Godzilla` versi baru adalah kisahnya tak mengulang versi 1998 bikinan Hollywood yang masih diingat banyak orang. Kali ini, Godzilla terkesan menjadi “monster yang baik” karena justru dia yang menyelamatkan Bumi dari dua monster lain. Di sini, Godzilla dianggap sebagai cara alam memberi keseimbangan.

Bagi penggemar yang akrab dengan cerita Godzilla, sang dewa monster sebagai penyelamat Bumi bukan sekali ini diceritakan. Di film-film Godzilla versi Jepang sang monster juga jadi baik. Namun, bagi penonton awam hal ini tetap saja mengejutkan.

Di ujung film "Godzilla" versi 2014 kita melihat Godzilla bangkit setelah mengalahkan dua monster yang meluluhlantakkan kota. Dia menceburkan diri ke laut, kembali ke kedalaman samudera. Bumi kembali pada keseimbangannya.

>Akhir ini sebuah penyelesaian yang baik. Akhir macam begitu pula memungkinkan lahirnya sebuah sekuel. Di film berikutnya bisa saja muncul monster raksasa lain dan Godzilla kembali muncul demi keseimbangan alam.

Tapi, apa sekuel macam begitu yang kita inginkan dari Godzilla?

Sejarah perfilman membuktikan lebih banyak sekuel yang tak mampu melampaui kualitas film pendahulunya. Jaws, misalnya, pada akhirnya beranak-pinak jadi film-film kelas B. Hal yang sama terjadi pada Robocop dari 1980-an setelah film kedua. Begitu juga pada film-film Godzilla dari Jepang, tingkah Godzilla kian konyol dan komikal.

Batman versi Christopher Nolan punya sekuel yang lebih keren (The Dark Knight, 2008) lantaran sineasnya punya tema besar yang ingin disampaikan di film kedua. Sekuel Spider-Man (Spider-Man 2, 2004) versi Sam Raimi jadi lebih baik karena ceritanya mengajak kita melihat sosok yang lebih manusiawi pada Spider-Man sang superhero sekaligus melanjutkan kisah di film pertama yang belum tuntas. [baca: Kenapa Plot Film Hollywood Kini Kian Mirip Serial TV?]

Tidak ada urgensi macam di atas pada "Godzilla" versi 2014 untuk dibuatkan kisah lanjutannya. Selain mungkin, sang monster bakal bertemu lawan yang lebih tangguh. Jika itu yang dipilih, Godzilla di Hollywood bakal seperti James Bond atau Indiana Jones.

Well, bagaimana lagi Hollywood ingin mendapat uang lebih banyak dari sang monster. Melihat gelagatnya, sekuel `Godzilla` mungkin akan kita saksikan dalam masa lima tahun ke depan. Hanya saja, jika pada akhirnya kita mendapatkan `Godzilla 2` seperti sekuel Jaws, sebaiknya sekuel `Godzilla` tak usah dibuat saja.(Ade/Mer)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Ade Irwansyah, Meiristica NurulTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan