Bursa saham Asia bergerak menguat didukung penguatan bursa saham Jepang dan yen melemah terhadap dolar.
Indeks saham acuan regional MSCI Asia Pacific menguat 0,2% pada pukul 09.15 waktu Tokyo, pada perdagangan Kamis (6/2/2014). Indeks saham Jepang Topix menguat 0,4% ke level 1.167,62. Indeks saham Jepang Nikkei naik 0,7% ke level 12.276,40.
Sementara itu, indeks saham Korea Selatan menguat 0,8%. Indeks saham Australia naik 0,7%. Sedangkan bursa saham China masih tutup.
Sejumlah mata uang menguat terhadap dolar Amerika Serikat antara lain Won Korea Selatan menguat 0,3%. Dolar Australia menguat tipis 0,2%. Sedangkan yen melemah 0,1% terhadap dolar AS.
Analis menilai, bursa saham Asia akan cenderung bertahan menunggu pengumuman data nonfarm payrolls di Amerika Serikat (AS) pada Jumat pekan ini. Pelaku pasar fokus terhadap kondisi ekonomi AS dan pasar negara berkembang. Sebelumnya dana sekitar US$ 3 triliun telah ditarik dari bursa saham global yang didorong aksi jual mata uang negara berkembang.
Selain itu, bank sentral AS memotong dana program stimulusnya dan perekonomian China melambat telah mengkhawatirkan pasar. Apalagi pernyataan pimpinan The Fed untuk Philadelphia Charles Plosser menuturkan, perekonomian AS membaik dapat menjamin lebih cepat penarikan dana stimulusnya.
"Pasar secara keseluruhan akan berada dalam pola bertahan sampai melihat data nonfarm payrolss AS pada Jumat. Tidak ada kekhawatiran tetapi investor siap untuk memanfaatkan risiko jangka pendek yang berkurang. Investor mencermati kondisi pasar negara berkembang dan tingkat pertumbuhan AS," ujar Tim Schroeders, Portfolio Manager Pengana Capital Ltd, seperti dikutip dari Bloomberg, Kamis (6/2/2014).
Penutupan Wall Street
Bursa saham AS melemah pada perdagangan Rabu (Kamis pagi) secara teknikal didorong sentimen data ekonomi yang gagal mengangkat indeks saham.
Indeks Dow Jones melemah 5,01 poin atau 0,03% ke level 15.440,23. Pelemahan indeks saham itu diikuti indeks saham S&P yang melemah 0,20% ke level 1.751,64. Indeks saham Nasdaq turun 19,96 poin atau 0,50% ke level 4.011,55.
Perdagangan saham cenderung bergerak volatile. Volume perdagangan saham mencapai sekitar 6,61 miliar saham di bursa saham AS. Jumlah volume perdagangan itu di bawah rata-rata Januari sekitar 6,94 miliar.
Data ekonomi AS memang menjad fokus perhatian pelaku pasar pada pekan ini. Data manufaktur AS melemah membuat aksi jual terjadi di bursa saham global dan regional.
Dampak cuaca dengan musim dingin yang ekstrim memberikan sedikit kejelasan mengenai kondisi ekonomi. Hal itu dilihat dari data tenaga kerja sektor swasta dan jasa yang masih stabil menunjukkan cuaca musim dingin memiliki efek terbatas untuk perekonomian.
Selain itu, investor juga berhati-hati dengna laporan nonfarm payrolls AS pada Jumat pekan ini. Jumlah pekerjaan yang cukup rendah pada bulan lalu akibat cuaca buruk telah mempengaruhi persepsi pelaku pasar. Meski demikian, laporan ekonomi yang kurang baik dinilai dapat menjadi indikator dari masalah makro ekonomi lebih besar.
Adapun saham-saham yang melemah antara lain saham Twitter Inc turun 11,1% menjadi US$ 58,64. Hal itu seiring perseroan yang melaporkan laju pengguna Twitter melambat pada kuartal IV. Saham Gilead Sciences Inc melemah 4,7% ke level US$ 78,15. (Ahm)
Indeks saham acuan regional MSCI Asia Pacific menguat 0,2% pada pukul 09.15 waktu Tokyo, pada perdagangan Kamis (6/2/2014). Indeks saham Jepang Topix menguat 0,4% ke level 1.167,62. Indeks saham Jepang Nikkei naik 0,7% ke level 12.276,40.
Sementara itu, indeks saham Korea Selatan menguat 0,8%. Indeks saham Australia naik 0,7%. Sedangkan bursa saham China masih tutup.
Sejumlah mata uang menguat terhadap dolar Amerika Serikat antara lain Won Korea Selatan menguat 0,3%. Dolar Australia menguat tipis 0,2%. Sedangkan yen melemah 0,1% terhadap dolar AS.
Analis menilai, bursa saham Asia akan cenderung bertahan menunggu pengumuman data nonfarm payrolls di Amerika Serikat (AS) pada Jumat pekan ini. Pelaku pasar fokus terhadap kondisi ekonomi AS dan pasar negara berkembang. Sebelumnya dana sekitar US$ 3 triliun telah ditarik dari bursa saham global yang didorong aksi jual mata uang negara berkembang.
Selain itu, bank sentral AS memotong dana program stimulusnya dan perekonomian China melambat telah mengkhawatirkan pasar. Apalagi pernyataan pimpinan The Fed untuk Philadelphia Charles Plosser menuturkan, perekonomian AS membaik dapat menjamin lebih cepat penarikan dana stimulusnya.
"Pasar secara keseluruhan akan berada dalam pola bertahan sampai melihat data nonfarm payrolss AS pada Jumat. Tidak ada kekhawatiran tetapi investor siap untuk memanfaatkan risiko jangka pendek yang berkurang. Investor mencermati kondisi pasar negara berkembang dan tingkat pertumbuhan AS," ujar Tim Schroeders, Portfolio Manager Pengana Capital Ltd, seperti dikutip dari Bloomberg, Kamis (6/2/2014).
Penutupan Wall Street
Bursa saham AS melemah pada perdagangan Rabu (Kamis pagi) secara teknikal didorong sentimen data ekonomi yang gagal mengangkat indeks saham.
Indeks Dow Jones melemah 5,01 poin atau 0,03% ke level 15.440,23. Pelemahan indeks saham itu diikuti indeks saham S&P yang melemah 0,20% ke level 1.751,64. Indeks saham Nasdaq turun 19,96 poin atau 0,50% ke level 4.011,55.
Perdagangan saham cenderung bergerak volatile. Volume perdagangan saham mencapai sekitar 6,61 miliar saham di bursa saham AS. Jumlah volume perdagangan itu di bawah rata-rata Januari sekitar 6,94 miliar.
Data ekonomi AS memang menjad fokus perhatian pelaku pasar pada pekan ini. Data manufaktur AS melemah membuat aksi jual terjadi di bursa saham global dan regional.
Dampak cuaca dengan musim dingin yang ekstrim memberikan sedikit kejelasan mengenai kondisi ekonomi. Hal itu dilihat dari data tenaga kerja sektor swasta dan jasa yang masih stabil menunjukkan cuaca musim dingin memiliki efek terbatas untuk perekonomian.
Selain itu, investor juga berhati-hati dengna laporan nonfarm payrolls AS pada Jumat pekan ini. Jumlah pekerjaan yang cukup rendah pada bulan lalu akibat cuaca buruk telah mempengaruhi persepsi pelaku pasar. Meski demikian, laporan ekonomi yang kurang baik dinilai dapat menjadi indikator dari masalah makro ekonomi lebih besar.
Adapun saham-saham yang melemah antara lain saham Twitter Inc turun 11,1% menjadi US$ 58,64. Hal itu seiring perseroan yang melaporkan laju pengguna Twitter melambat pada kuartal IV. Saham Gilead Sciences Inc melemah 4,7% ke level US$ 78,15. (Ahm)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5555013/original/059216600_1776139675-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-04-14T102537.741.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9311589/original/001361600_1785409060-pendamping_lokal_desa.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5573660/original/028626000_1777948829-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-05-05T093819.531.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9312395/original/029328500_1785490278-Screenshot_2026-07-31_154400.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/633594/original/bursa-asia-140205d.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5269743/original/092797600_1751358995-Gianni_Infantino.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302387/original/003320700_1784544976-Argentina_s_Nicolas_Otamendi__19__and_Nahuel_Molina__26__scuffle_with_Spain___s_Rodri__16_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294318/original/065079400_1783829517-063_2285706113.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9245742/original/085478200_1783138991-verde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299398/original/064759200_1784250864-000_B8VA8NK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9300741/original/083077900_1784373810-olmo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289600/original/065309500_1783409865-Portugal_s_Cristiano_Ronaldo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301613/original/093079500_1784504537-000_C2LE74U.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301644/original/087929500_1784508450-trump_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264053/original/051807800_1782069676-Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260490/original/004683900_1781597232-063_2281735743-Spanyol_vs_Tanjung_Verde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257806/original/036653900_1781257253-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9309673/original/049658400_1785236109-saham7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1694577/original/055475300_1503994464-20170829-Saham-Akibat-Rudal-Korut-AP4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1694576/original/098412300_1503994463-20170829-Saham-Akibat-Rudal-Korut-AP3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5487882/original/010180200_1769682060-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5344976/original/094862600_1757498720-4.jpg)