IHSG Hari Ini 1 April 2026 Naik 1,45% pada Sesi Pertama

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat terdorong seluruh sektor saham yang menghijau pada sesi pertama perdagangan saham.

Diterbitkan 01 April 2026, 13:40 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bertahan di zona hijau pada sesi pertama perdagangan saham, Rabu (1/4/2026). Kenaikan IHSG hari ini didukung mayoritas sektor saham yang menghijau dan rilis data ekonomi neraca perdagangan Februari 2026.

Mengutip data RTI, IHSG ditutup naik 1,45% menjadi 7.150,68 pada sesi pertama perdagangan saham. Indeks saham LQ45 menanjak 1,18% ke posisi 724,26. Sebagian besar indeks saham acuan menghijau.

Pada sesi pertama perdagangan saham, IHSG berada di level tertinggi 7.207,16 dan terendah 7.136,24. Sebanyak 489 saham menguat sehingga angkat IHSG. 196 saham melemah dan 128 saham di tempat. Total frekuensi perdagangan saham 1.135.458 kali dengan volume perdagangan saham 17,4 miliar saham. Nilai transaksi harian saham. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 16.982.

Seluruh sektor saham menghijau. Sektor saham consumer siklikal naik 3,72%, dan catat kenaikan terbesar. Sektor saham basic mendaki 3,35% dan sektor saham transportasi meroket 2,8%.

Selain itu, sektor saham energi bertambah 0,95%, sektor saham industri mendaki 2,75%, sektor saham consumer nonsiklikal naik 1,01%. Kemudian sektor saham kesehatan mendaki 0,36%, sektor saham keuangan bertambah 0,585, sektor saham properti melesat 1,08%, sektor saham teknologi mendaki 0,76% dan sektor saham infrastruktur menguat 2,06%.

Sebelumnya, heraca perdagangan (neraca dagang) Indonesia masih mencatat surplus senilai USD 1,27 miliar pada Februari 2026. Alhasil, Indonesia sukses melanjutkan tren surplus selama 70 bulan berturut-turut sejak Mei 2020. 

Adapun secara kumulatif, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, neraca dagang Indonesia secara kumulatif mengalami surplus hingga USD 2,23 miliar pada Januari-Februari 2026.  

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono menjelaskan, surplus tersebut ditopang oleh kinerja positif perdagangan komoditas non migas, sementara perdagangan migas masih mengalami defisit. 

"Hingga bulan Februari 2026, neraca perdagangan Indonesia mencatat surplus sebesar USD 2,23 miliar. Surplus sepanjang periode Januari-Februari 2026 ditopang oleh surplus komoditas nonmigas USD 5,42 miliar, sementara komoditas migas masih mengalami defisit USD 3,19 miliar," paparnya, Rabu, 1 April 2026.

Nilai ekspor kumulatif periode Januari-Februari 2026 naik 2,19 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Peningkatan ini terutama didorong oleh sektor industri pengolahan yang mencatat nilai ekspor sebesar USD 37,06 miliar atau naik 6,69 persen.

 

 

3 Besar Negara Tujuan Ekspor

Adapun tiga besar negara tujuan ekspor Indonesia adalah China, Amerika Serikat, dan India. Kontribusi ketiga negara ini sekitar 43,85 persen dari total ekspor non migas Indonesia pada Januari-Februari 2026. 

China sebagai Pasar Ekspor Utama

China masih menjadi pasar ekspor utama komoditas non migas Indonesia dengan nilai mencapai USD 10,46 miliar (24,69 persen), disusul Amerika Serikat sebesar USD 5,00 miliar (11,81 persen), dan India sebesar USD 3,11 miliar (7,35 persen). 

Ekspor non migas ke China pada periode Januari-Februari 2026 didominasi oleh komoditas besi dan baja, nikel dan barang daripadanya, serta bahan bakar mineral. Sementara ekspor ke Amerika Serikat didominasi oleh mesin dan perlengkapan elektrik serta bagiannya, alas kaki, pakaian dan aksesorisnya (rajutan). 

Di sisi lain, nilai impor Indonesia secara kumulatif hingga Februari 2026 mencapai USD 42,09 miliar, atau naik 14,44 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya. Penyumbang utama masih berasal dari sektor non migas, dengan nilai impor USD 36,93 miliar, naik 17,49 persen. Sedangkan impor migas mengalami penurunan 3,50 persen menjadi USD 5,16 miliar. 

  • liputan6
    Saham adalah hak yang dimiliki orang (pemegang saham) terhadap perusahaan berkat penyerahan bagian modal sehingga dianggap berbagai dalam pe
    Saham
  • liputan6
    Analisis komprehensif ini membahas tren pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), dampak rebalancing MSCI, rekomendasi saham terkini, pengertian dan komponen IHSG, serta faktor-faktor penggeraknya.
    Ihsg
  • liputan6
    Neraca perdagangan disebut pula sebagai neraca ekspor-impor.
    neraca perdagangan
  • IHSG Hari Ini
  • Sektor Saham