Tren Wisata Mewah Warnai Piala Dunia 2026, Perjalanan Hemat Tersisih

Bukan tanpa alasan perjalanan hemat justru tersisih di kalangan penonton Piala Dunia 2026.

Diterbitkan 02 Juli 2026, 06:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Piala Dunia 2026 menghadirkan perubahan besar dalam pola perjalanan wisata olahraga global. Turnamen yang berlangsung di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko tidak lagi sekadar menjadi ajang untuk menyaksikan pertandingan sepak bola, tapi berkembang menjadi pengalaman wisata mewah.

Kenaikan harga tiket, akomodasi, transportasi, dan layanan premium membuat perjalanan ke turnamen ini semakin identik dengan wisata bernilai tinggi. Melansir Travel Daily Media, Rabu, 1 Juli 2026, Piala Dunia 2026 disebut sebagai edisi termahal sepanjang sejarah.

Biaya perjalanan seorang penggemar dapat menembus lebih dari USD 10.000 (sekitar Rp 179 juta) setelah memperhitungkan tiket pertandingan, penginapan, penerbangan domestik, serta kebutuhan perjalanan lintas kota dan negara.

Perubahan biaya tersebut menggeser profil wisatawan yang hadir. Jika sebelumnya Piala Dunia menarik berbagai kelompok, mulai dari backpacker, pelajar, keluarga, hingga wisatawan kelas atas, kini pasar lebih banyak dikuasai pelancong dengan kemampuan finansial lebih besar yang mencari pengalaman nyaman dan praktis.

Harga tiket menjadi salah satu faktor utama yang mengubah perilaku wisatawan. Sistem harga dinamis dan tingginya permintaan membuat tiket pertandingan populer melonjak hingga lebih dari USD 1.000 (sekitar Rp 18 juta) di pasar tertentu. Sementara itu, paket hospitality resmi menawarkan akses eksklusif dengan biaya beberapa ribu dolar.

FIFA memang merilis tambahan tiket dengan harga lebih rendah setelah mendapat kritik mengenai keterjangkauan. Namun, biaya untuk mengikuti beberapa pertandingan tetap jauh lebih tinggi dibandingkan turnamen sebelumnya.

Kondisi itu membuat penggemar menyusun ulang rencana perjalanan. Sebagian memilih menghadiri lebih sedikit pertandingan, memperpendek masa tinggal, atau mengurangi pengeluaran pada sektor lain seperti akomodasi.

 

Tekanan terhadap Hotel

Sektor perhotelan semula memperkirakan Piala Dunia 2026 akan menciptakan permintaan luar biasa. Banyak hotel menaikkan tarif lebih awal karena mengantisipasi lonjakan pengunjung di kota-kota tuan rumah.

Namun, strategi harga tinggi tidak selalu menghasilkan tingkat hunian maksimal. Sejumlah hotel di Amerika Serikat (AS) mulai menurunkan tarif setelah pemesanan tidak mencapai proyeksi awal.

Situasi serupa terjadi di sekitar New Jersey, salah satu wilayah yang menjadi lokasi pertandingan penting. Operator hotel mulai mengevaluasi kembali kebijakan harga setelah wisatawan menunjukkan sensitivitas terhadap biaya perjalanan secara keseluruhan.

Fenomena tersebut menunjukkan bahwa penggemar bersedia mengeluarkan uang untuk pengalaman besar seperti Piala Dunia, tapi tetap mempertimbangkan keseimbangan antara biaya dan manfaat.

Di sisi lain, kenaikan tarif hotel membuka peluang bagi pasar akomodasi alternatif. Rumah sewaan, apartemen, dan penginapan jangka pendek menjadi pilihan bagi wisatawan yang ingin memperoleh ruang lebih besar dengan harga yang lebih fleksibel.

 

Menghemat Bujet

Banyak penggemar mengalihkan penghematan dari sektor penginapan untuk membeli tiket pertandingan tambahan, melakukan perjalanan antarnegara bagian, atau memperpanjang liburan di Amerika Utara.

Tren ini mencerminkan perubahan kebiasaan wisatawan setelah pandemi. Konsumen cenderung mengalokasikan dana besar untuk pengalaman yang sulit diulang, tapi tetap mencari efisiensi pada komponen perjalanan yang dianggap tidak utama.

Piala Dunia 2026 juga memiliki tantangan logistik terbesar sepanjang sejarah turnamen karena melibatkan tiga negara dan 16 kota tuan rumah. Penggemar yang ingin mengikuti beberapa pertandingan harus menghadapi perjalanan lintas kota dan lintas negara dengan biaya transportasi yang tinggi.

Situasi ini menciptakan peluang bagi maskapai, perusahaan perjalanan daring, operator transportasi, dan penyedia tur yang mampu menawarkan paket perjalanan terintegrasi.

Selain penerbangan, transportasi lokal juga menjadi faktor penting dalam pengalaman wisatawan. Kota-kota tuan rumah mulai memperkuat sistem mobilitas agar pengunjung dapat berpindah lokasi dengan lebih mudah selama turnamen berlangsung.

 

Penggerak Wisata Olahraga

Dampak ekonomi turnamen tidak hanya berasal dari pertandingan. Banyak wisatawan internasional memanfaatkan perjalanan ke Piala Dunia untuk menjelajahi destinasi lain di Amerika Utara, seperti kawasan alam, pusat hiburan, wilayah budaya, dan tujuan wisata kuliner.

Strategi memperpanjang masa tinggal memberi peluang bagi hotel, restoran, atraksi wisata, dan pemerintah daerah untuk memperoleh manfaat ekonomi lebih luas.

Piala Dunia 2026 menunjukkan bahwa masa depan wisata olahraga tidak hanya ditentukan oleh jumlah penonton di stadion. Industri perjalanan perlu menyediakan pengalaman lengkap yang menggabungkan kenyamanan, fleksibilitas, dan nilai bagi wisatawan.

Ketika biaya perjalanan meningkat, pelancong mungkin tidak berhenti bepergian, tapi mereka semakin selektif dalam memilih bagaimana dan untuk apa mereka membelanjakan uang.