Semangat HUT ke-81 RI, Kisah Brand Lokal yang Terus Tumbuh dan Membuka Peluang Baru

Jelang HUT ke-81 RI, TikTok Shop dan Tokopedia melangsungkan perayaan #BeliLokal untuk mendukung geliat brand lokal.

Diterbitkan 15 Agustus 2026, 21:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Menyambut HUT ke-81 RI, semangat kemerdekaan dapat dimaknai melalui keberanian untuk terus berkarya, bertumbuh, dan membuka peluang baru.

Di tengah geliat ekonomi digital, semangat tersebut hadir dari para pelaku usaha lokal yang perlahan membawa produk mereka keluar dari lingkaran pasar terdekat hingga menjangkau konsumen di berbagai penjuru Indonesia.

Perjalanan sejumlah brand lokal memperlihatkan bagaimana sebuah usaha dapat berkembang ketika kreativitas bertemu dengan kemampuan membaca kebutuhan konsumen. Facetology dan Apelicious menjadi dua contoh dengan cerita berbeda.

Satu tumbuh di industri kecantikan, sementara lainnya membawa camilan berbahan buah dan sayur lokal dari Malang menuju konsumen di berbagai daerah Indonesia.

"Kami percaya brand lokal dapat bersaing dan berkembang melalui inovasi yang berangkat dari riset dan pemahaman terhadap kebutuhan konsumen," kata Group Brand Manager Facetology, Satrio Arief, dalam keterangannya pada Lifestyle Liputan6.com, Jumat, 14 Agustus 2026.

Menurutnya, interaksi melalui berbagai format konten membantu brand memahami konsumen, sekaligus memperoleh masukan yang dapat digunakan untuk mengembangkan produk. Facetology memulai perjalanannya pada 2022 dengan pendekatan smart science dan produk yang dirancang untuk menjawab kebutuhan konsumen.

Triple Care Sunscreen menjadi salah satu produk awal yang kemudian diikuti rangkaian acne care, panthenol, brightening, vitamin C, peeling, dan kosmetik. Perkembangan tersebut menunjukkan bagaimana sebuah brand lokal dapat memperluas portofolionya seiring perubahan kebutuhan pasar.

 

Menciptakan Peluang

Cerita berbeda datang dari Apelicious. Brand camilan sehat yang berdiri sejak 2018 itu membawa bahan baku buah dan sayur lokal ke dalam produk tanpa tepung, MSG, dan gula. Pilihan tersebut bukan hanya menjadi identitas produk, tapi juga membuka hubungan yang lebih panjang dengan lingkungan di sekitarnya.

Pertumbuhan Apelicious ikut menciptakan peluang bagi hampir 120 karyawan lokal, serta petani buah dan sayur di berbagai wilayah. Rantai usaha yang terbentuk membuat sebuah produk tidak berhenti sebagai barang yang berpindah dari penjual ke pembeli.

Kisah kedua brand tersebut berjalan di tengah perubahan cara pelaku usaha memperkenalkan produknya. Ruang digital membuat batas geografis terasa semakin tipis.

Konten video, LIVE Shopping, kolaborasi dengan kreator, dan afiliator memberi peluang bagi produk lokal untuk lebih mudah ditemukan konsumen di berbagai daerah. Peran tersebut menjadi bagian dari ekosistem #BeliLokal yang kini diperkuat melalui Perayaan Kolaborasi #BeliLokal oleh Tokopedia dan TikTok Shop.

 

#BeliLokal

Perayaan ini mempertemukan pelaku usaha, kreator, komunitas, serta mitra dari sektor publik dan swasta untuk mendorong pertumbuhan UMKM, sekaligus memperkuat daya saing brand lokal.

Kini, #BeliLokal berkembang dari kampanye menjadi ekosistem pemberdayaan sepanjang tahun yang mendukung UMKM melalui edukasi, peningkatan kapasitas, legalitas usaha seperti NIB dan HKI, serta pemanfaatan Discovery Commerce.

Menteri UMKM, Maman Abdurrahman, menilai pemberdayaan tidak cukup berhenti pada akses pasar. "Pemberdayaan yang sesungguhnya adalah ketika pelaku usaha juga memperoleh pendampingan, peningkatan kapasitas, akses terhadap legalitas usaha, serta kesempatan untuk membangun jejaring dan berkolaborasi," sebut dia.

Digitalisasi turut membuka peluang baru. Studi Bank Indonesia terhadap lebih dari 10.000 UKM di 34 provinsi menunjukkan digitalisasi dapat meningkatkan produktivitas, inovasi, inklusi keuangan, dan daya saing.

 

Dorong Brand Lokal Berkembang

Studi TikTok Shop 2025 juga mencatat 72 persen pelaku usaha berhasil menjangkau pelanggan baru, 67 persen meluncurkan produk baru, dan 52 persen memperkuat diferensiasi melalui Discovery Commerce.

Executive Director Tokopedia & TikTok Shop Indonesia, Stephanie Susilo, mengatakan ekosistem yang kuat membantu UMKM berkembang.

"Kami percaya setiap UMKM Indonesia memiliki potensi untuk terus berkembang jika didukung kapabilitas yang tepat, peluang untuk lebih mudah ditemukan oleh konsumen, serta ekosistem yang kuat," ujarnya.

Sejak 2023, jumlah penjual yang berpartisipasi dalam #BeliLokal meningkat 50 persen dibanding H1/2025. GMV tumbuh 14 persen, sedangkan produk lokal terjual naik 51 persen menjadi 700 juta produk. Lebih dari 4.800 UMKM, kreator, dan afiliator juga telah mengikuti program edukasi, dengan mayoritas peserta berasal dari luar Jabodetabek.