Saham INDS Melonjak, Ini Faktor Pemicunya

Analis menilai, pergerakan saham INDS tidak hanya dipengaruhi transaksi penjualan aset.

Diterbitkan 15 Januari 2026, 18:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - PT Indospring Tbk (INDS) melakukan sejumlah langkah korporasi yang berkaitan dengan penataan operasional dan optimalisasi aset dalam beberapa bulan terakhir. Sejumlah aksi tersebut mendapat perhatian pelaku pasar, seiring dengan pergerakan harga saham INDS yang mencatatkan kenaikan signifikan.

Kenaikan harga saham umumnya juga terjadi ketika pasar mengantisipasi adanya aksi korporasi, seperti right issue, backdoor listing, maupun akuisisi perusahaan.

Pada Desember 2025, Perseroan mengumumkan transaksi afiliasi berupa pembelian aset operasional dari entitas anak. Dalam transaksi tersebut, PT Indobaja Primamurni (IBPM) menjual delapan unit mesin bekas dan empat unit komputer bekas kepada PT Indospring Tbk dengan nilai total Rp 3.017.747.000, belum termasuk Pajak Pertambahan Nilai (PPN). IBPM merupakan entitas anak Perseroan dengan kepemilikan saham sebesar 96,50%.

Manajemen menyampaikan transaksi tersebut ditujukan untuk optimalisasi pemanfaatan aset guna mendukung kelancaran operasional dan efisiensi produksi ke depan.

Selain itu, PT Indospring Tbk juga menandatangani perjanjian sewa ruang kantor dengan PT Indoprima Investama (IIV). Transaksi tersebut mencakup penyewaan sebagian bangunan kantor seluas 66 meter persegi yang berlokasi di Jalan Mayjend Sungkono KM 3,1, Prambangan, Kebomas, Gresik, dengan nilai sewa Rp60.000.000 untuk periode satu tahun, terhitung sejak 1 Januari 2026 hingga 31 Desember 2026. 

Transaksi ini dikategorikan sebagai transaksi afiliasi karena PT IIV merupakan entitas induk akhir Perseroan dengan kepemilikan langsung dan tidak langsung sebesar 88,41%.

 

Gerak Saham INDS

Sejalan dengan sejumlah aksi tersebut, saham INDS mencatatkan pergerakan signifikan. Pada penutupan perdagangan Rabu, 14 Januari 2025, saham INDS mengalami auto reject atas (ARA) dengan kenaikan 25%. Secara bulanan, saham INDS tercatat menguat 147,77%, sementara secara year to date (ytd) naik 145,58%.

Head of Research KISI Sekuritas, Muhammad Wafi, menilai pergerakan saham INDS tidak hanya dipengaruhi oleh transaksi penjualan aset. Ia menyebut pasar juga mempertimbangkan faktor lain, seperti potensi pembagian dividen dan penilaian ulang valuasi saham.

“Investor cenderung mengantisipasi pembagian dividen dan re-rating valuasi saham. INDS cocok untuk investor yang memiliki strategi trading cepat, hal ini mengingat di Semester pertama tahun 2026 terdapat beberapa sentimen positif seperti rilis laporan keuangan, dividen, dan pemulihan sektor otomotif,” ujar Wafi dalam keterangannya, Rabu, (14/1/2026).

Strategi Perseroan

Sentimen pasar juga berkaitan dengan hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Indospring Tbk yang digelar pada 23 Juni 2025. Dalam RUPST tersebut, pemegang saham menyetujui penggunaan laba bersih tahun buku 2024, termasuk pembagian dividen tunai maksimal sebesar Rp 52.499.976.800 atau setara Rp 8 per saham yang dijadwalkan dibayarkan pada Jumat, 25 Juli 2025. 

Selain itu, Perseroan menetapkan cadangan wajib sebesar Rp1,5 miliar dan mencatat sisa laba bersih sebesar Rp15.599.075.455 sebagai saldo laba.

Ke depan, manajemen menyatakan akan melanjutkan strategi pengelolaan usaha secara terukur dengan tetap memperhatikan prinsip tata kelola perusahaan, sejalan dengan upaya menjaga kinerja dan keberlanjutan usaha Perseroan.