Liputan6.com, Jakarta - Bursa saham global ditutup menguat pada perdagangan saham Jumat. Penguatan terjadi setelah pasar menyambut positif meningkatnya harapan bahwa bank sentral Amerika Serikat (AS), Federal Reserve (The Fed), akan mulai menurunkan suku bunga menyusul data ketenagakerjaan yang lebih lemah dari perkiraan.
Dikutip dari CNBC, Sabtu (4/7/2026), pasar saham Amerika Serikat sendiri atau Wall Street tutup pada Jumat karena libur Hari Kemerdekaan AS. Meski demikian, sentimen dari perdagangan sehari sebelumnya masih memengaruhi pergerakan bursa di berbagai kawasan.
Di Eropa, indeks Stoxx 600 pan-Eropa ditutup naik 0,69% sekaligus mencetak level tertinggi dalam 52 pekan terakhir. Penguatan ini juga menjadi kenaikan mingguan keempat secara berturut-turut.
Advertisement
Saham sektor utilitas menjadi motor penguatan dengan kenaikan 1,78%. Investor memilih sektor yang lebih defensif di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Di antara bursa utama Eropa, indeks DAX Jerman memimpin penguatan dengan kenaikan 0,85%. Disusul indeks FTSE MIB Italia yang naik 0,77%, CAC 40 Prancis menguat 0,48%, sedangkan FTSE 100 Inggris bertambah 0,19%.
Â
Bursa Asia Juga Menguat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3046087/original/088905900_1581323845-20200210-Pasar-Saham-di-Asia-Turun-Imbas-Wabah-Virus-Corona-4.jpg)
Sentimen positif juga menjalar ke kawasan Asia-Pasifik. Indeks saham Jepang ditutup menguat, dengan indeks acuan naik 1,47%, sementara Topix menguat 1,17%.
Di Korea Selatan, indeks Kospi melonjak 5,76%. Berbeda dengan itu, indeks saham berkapitalisasi kecil Kosdaq justru terkoreksi 1,68%.
Bursa Australia juga menguat. Indeks S&P/ASX 200 naik 1,37%.
Sementara itu, indeks Hang Seng Hong Kong bertambah 1,28%, sedangkan indeks CSI 300 di China daratan naik 1,15%. Di Taiwan, indeks Taiex menguat tipis sekitar 0,2%.
Pergerakan positif di pasar global dipicu optimisme investor terhadap prospek kebijakan moneter Amerika Serikat setelah data ketenagakerjaan Juni menunjukkan perlambatan penciptaan lapangan kerja. Kondisi tersebut meningkatkan ekspektasi bahwa The Fed memiliki ruang untuk memangkas suku bunga dalam beberapa bulan mendatang.
Â
Advertisement
Gerak Wall Street
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3074968/original/085718000_1584006687-20200312-Wall-Street-3.jpg)
Pada perdagangan Kamis, indeks saham di Wall Street ditutup bervariasi. Indeks Dow Jones Industrial Average mencetak rekor penutupan tertinggi sepanjang sejarah setelah laporan ketenagakerjaan Juni yang lebih lemah dari perkiraan memicu optimisme terhadap peluang penurunan suku bunga The Fed.
Dow Jones melonjak 594,83 poin atau 1,14% menjadi 52.900,07, sekaligus mencetak rekor tertinggi baru. Sepanjang perdagangan, indeks tersebut bahkan sempat menyentuh level 52.903,85.
Sementara itu, indeks S&P 500 bergerak relatif datar dengan kenaikan kurang dari satu poin ke level 7.483,24. Berbeda dengan dua indeks lainnya, Nasdaq Composite justru melemah 0,8% ke posisi 25.832,67.
Tekanan terhadap Nasdaq dipicu oleh pelemahan saham-saham sektor semikonduktor yang kembali turun untuk hari kedua berturut-turut.
ETF VanEck Semiconductor (SMH) merosot 4,5%, dipimpin penurunan saham Teradyne sebesar 13,6% dan KLA yang melemah 11,5%.
Sementara itu, saham Nvidia turun 1,4%, sedangkan saham Micron Technology terkoreksi 5,5%. Pelemahan saham-saham teknologi tersebut membatasi penguatan indeks saham Amerika Serikat secara keseluruhan.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5566966/original/026954400_1777262107-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-04-27T105347.703.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9111045/original/054516000_1783054306-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-03T114409.776.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8359730/original/054220900_1782235074-063_2282965616.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8336960/original/043977000_1782207955-cek_fakta_-_bibit_Ikan_lele.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3074967/original/055589500_1584006686-20200312-Wall-Street-2.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5248356/original/073589100_1749606013-AP25162020726631.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9235541/original/012266500_1783127691-063_2284556932.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9233776/original/041944300_1783126285-000_B98N9AV.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261569/original/090643200_1781746025-ghana_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260058/original/067995400_1781541268-belanda.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262483/original/075097700_1781805987-Argentina_s_Lionel_Messi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776130/original/099023800_1782841199-Benjamin_Asare.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9110961/original/003017800_1783047335-sp3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9212206/original/048343800_1783112340-000_B98H2VR.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261544/original/016069100_1781743382-inggris.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8296460/original/082795500_1782159766-Argentina_s_Lionel_Messi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263708/original/008484100_1781965366-AP26163792490542.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5500485/original/038436600_1770867612-Menko_Bidang_Perekonomian_Airlangga_Hartarto-12_Februari_2026.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5497595/original/070518800_1770638545-1.jpg)