Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) betah di zona merah hingga penutupan perdagangan saham Rabu, (19/8/2026). Bahkan IHSG meninggalkan posisi 6.400. Koreksi IHSG hari ini terjadi di tengah mayoritas sektor saham yang memerah dan usai pengumuman suku bunga acuan atau BI Rate.
Mengutip data RTI, IHSG hari ini ditutup turun 0,86% ke 6.394,12. Indeks saham LQ45 tergelincir 0,56% menjadi 627,46. Sebagian besar indeks saham acuan tertekan.
Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, IHSG ditutup melemah 0,86% dan disertai dengan munculnya tekanan jual, pergerakannya pun sudah menutup area gap yang terbentuk kemarin.
Advertisement
"Pergerakan IHSG masih cenderung inline dengan analisis yang kami rilis tadi pagi dan juga sejalan dengan pergerakan bursa global dan mayoritas bursa Asia. Kami perkirakan, koreksi IHSG ini terjadi di tengah keputusan BI yang mempertahankan suku bunga acuannya di 5,75%,” ujar dia saat dihubungi Liputan6.com.
Ia menuturkan, sentimen IHSG juga dipengaruhi penguatan nilai mata uang rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). “Investor juga masih mencermati akan perkembangan Timur Tengah yang kembali memanas dan membuat harga minyak dunia menguat,” kata dia.
Pada perdagangan saham Rabu pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 6.490,91 dan level terendah 6.373,81. Sebanyak 363 saham melemah sehingga bebani IHSG. 238 saham menguat dan 188 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan saham 2.202.048 kali dengan volume perdagangan saham 36 miliar saham. Nilai transaksi harian saham masih di bawah Rp 15 triliun. Transaksi harian saham hanya Rp 14,3 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 17.837.
Koreksi IHSG ini terjadi di tengah mayoritas sektor saham tertekan kecuali sektor saham properti naik 0,39% dan sektor saham infrastruktur menguat 0,43%. Sektor saham basic turun 1,21%, dan catat koreksi terbesar. Sektor saham consumer siklikal tergelincir 1,05% dan sektor saham consumer nonsiklikal susut 0,96%.
Lalu sektor saham energi merosot 0,71%, sektor saham industri merosot 0,79%. Selain itu, sektor saham kesehatan terpangkas 0,76%, sektor saham keuangan terperosok 0,52%, sektor saham teknologi melemah 0,62% dan sektor saham transportasi terpangkas 0,20%.
Di tengah koreksi IHSG, saham APLN naik 5,84% menjadi Rp 145 per saham. Harga saham APLN dibuka menguat satu poin menjadi Rp 138 per saham dari penutupan sebelumnya Rp 137 per saham. Saham APLN berada di level tertinggi Rp 163 dan terendah Rp 135 per saham. Total frekuensi perdagangan 46.307 kali dengan volume perdagangan saham 7.806.582 saham. Nilai transaksi Rp 119,7 miliar.
Gerak Saham
Harga saham WEGE melonjak 23,64% menjadi Rp 68 per saham. Saham WEGE dibuka naik menjadi Rp 62 per saham dari penutupan sebelumnya Rp 55 per saham. Harga saham WEGE berada di level tertinggi Rp 68 dan terendah Rp 55 per saham. Total frekuensi perdagangan 16.057 kali dengan volume perdagangan saham 5.669.780 saham. Nilai transaksi harian saham Rp 35,8 miliar.
Harga saham DSSA berbalik arah menguat pada penutupan perdagangan. Saham DSSA bertambah 6,67% ke posisi Rp 1.040 per saham. Harga saham DSSA berada di level tertinggi Rp 1.045 dan terendah Rp 960 per saham. Total frekuensi perdagangan 39.846 kali dengan volume perdagangan saham 19.743.694 saham. Nilai transaksi harian saham Rp 1,9 triliun.
Harga saham HRUM ditutup turun 0,56% menjadi Rp 880 per saham. Saham HRUM dibuka turun 10 poin menjadi Rp 875 per saham dari penutupan sebelumnya Rp 885 per saham. Harga saham HRUM berada di level tertinggi Rp 895 dan terendah Rp 870 per saham. Total frekuensi perdagangan 2.970 kali dengan volume perdagangan saham 178.616 saham. Nilai transaksi Rp 15,8 miliar.
Advertisement
BI Rate Tetap
Sebelumnya, Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan atau BI Rate di kisaran 5,75% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI periode 18–19 Agustus 2026. Langkah ini diambil guna menjaga stabilitas nilai tukar rupiah serta mengendalikan laju inflasi di tengah tingginya ketidakpastian global.
Sejalan dengan keputusan tersebut, BI juga mempertahankan suku bunga Deposit Facility sebesar 4,75% dan Lending Facility di angka 6,50%. Keputusan ini mempertimbangkan berbagai risiko global, seperti konflik geopolitik di Timur Tengah, lonjakan harga komoditas, hingga potensi pengetatan kebijakan moneter di Amerika Serikat.
"Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada tanggal 18 hingga 19 Agustus 2026 memutuskan untuk mempertahankan BI Rate sebesar 5,75%, suku bunga Deposit Facility sebesar 4,75%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 6,5%," kata Pjs. Gubernur BI, Destry Damayanti, dalam konferensi pers RDG BI yang disiarkan secara daring, Rabu (19/8/2026).
Destry menjelaskan, penahanan suku bunga acuan ini bertujuan untuk memperkuat stabilitas rupiah dan memastikan inflasi tetap terjaga dalam kisaran sasaran 2,5% ± 1% pada 2026 dan 2027, sekaligus menjaga tren pertumbuhan ekonomi nasional agar tetap berkelanjutan.
Sebagai catatan, BI merekam pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2026 tumbuh sebesar 5,29% secara tahunan (year-on-year/yoy), sedikit melambat dibandingkan kuartal I-2026 yang mencapai 5,61% yoy.
"Keputusan ini tetap konsisten dengan upaya memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah dari dampak tingginya gejolak global akibat perang di Timur Tengah, menjaga pencapaian sasaran inflasi sebesar 2,5% plus minus 1% pada tahun 2026 dan 2027, serta mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan," ujar Destry.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4285001/original/066553900_1673179649-Target_Sektor_Wisata_2023-Angga-7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9327521/original/042881300_1787113384-Screenshot_2026-08-19_110246.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4160798/original/079359000_1663319947-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9327540/original/081998800_1787114322-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-19T113749.557.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5487880/original/076464300_1769682052-3.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2408415/original/054935400_1542192174-Pasar-saham-Indonesia5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4277616/original/049381900_1672400412-Penutupan_Perdagangan_Bursa_Efek_Indonesia_2022-Angga-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3020527/original/046868200_1578913888-20200113-Rupiah-Perkasa_-IHSG-Ditutup-Cerah--ANGGA-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4849461/original/047539800_1717166771-KB_Bank__3_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4277616/original/049381900_1672400412-Penutupan_Perdagangan_Bursa_Efek_Indonesia_2022-Angga-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3020527/original/046868200_1578913888-20200113-Rupiah-Perkasa_-IHSG-Ditutup-Cerah--ANGGA-2.jpg)