Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih berada di zona merah pada perdagangan saham Rabu, (19/8/2026). Koreksi IHSG hari ini terjadi di tengah mayoritas sektor saham memerah. Selain itu, pergerakan IHSG terjadi di tengah pengumuman suku bunga acuan atau BI Rate oleh Bank Indonesia (BI).
Mengutip data RTI, saat dipantau pukul 15.12 WIB, IHSG melemah 0,62% menjadi 6.409. Indeks saham LQ45 susut 0,17% menjadi 629.Sebagian besar indeks saham acuan tertekan.
Pada sesi kedua, IHSG berada di level tertinggi 6.490,91 dan terendah 6.373,81. Pergerakan IHSG yang melemah terjadi di tengah 371 saham memerah. Selain itu, 251 saham menguat sehingga tahan koreksi IHSG. 166 saham diam di tempat.
Advertisement
Total frekuensi perdagangan saham 1.883.557 kali dengan volume perdagangan saham 30,7 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 11,8 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 17.826.
Sebagian besar sektor saham melemah. Sektor saham energi susut 1%, sektor saham basic melemah 0,835, sektor saham industri terpangkas 0,44%. Lalu sektor saham consumer nonsiklikal susut 0,87%, sektor saham consumer siklikal terpangkas 0,76%, sektor saham kesehatan merosot 0,42%.
Selain itu, sektor saham keuangan turun 0,44%, sektor saham teknologi terpangkas 0,66% dan sektor saham transportasi turun 0,46%. Lalu sektor saham properti naik 0,86% dan sektor saham infrastruktur mendaki 0,72%.
Pada perdagangan Rabu, 19 Agustus 2026, harga saham BRIS turun 1,68% menjadi Rp 1.760 per saham. Harga saham BRIS dibuka stagnan di Rp 1.790 per saham. Saham BRIS berada di level tertinggi Rp 1.790 dan terendah Rp 1.760 per saham. Total frekuensi perdagangan 4.999 kali dengan volume perdagangan saham 127.569 saham. Nilai transaksi harian Rp 22,6 miliar.
Harga saham BWPT stagnan di Rp 93 per saham. Saham BWPT dibuka menguat satu poin menjadi Rp 94 per saham. Harga saham BWPT berada di level tertinggi Rp 95 dan terendah Rp 92 per saham. Total frekuensi perdagangan 3.761 kali dengan volume perdagangan saham 1.106.200 saham. Nilai transaksi harian Rp 10,4 miliar.
Bank Indonesia Tahan BI Rate 5,75%
Sebelumnya, Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan atau BI Rate di kisaran 5,75% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI periode 18–19 Agustus 2026. Langkah ini diambil guna menjaga stabilitas nilai tukar rupiah serta mengendalikan laju inflasi di tengah tingginya ketidakpastian global.
Sejalan dengan keputusan tersebut, BI juga mempertahankan suku bunga Deposit Facility sebesar 4,75% dan Lending Facility di angka 6,50%. Keputusan ini mempertimbangkan berbagai risiko global, seperti konflik geopolitik di Timur Tengah, lonjakan harga komoditas, hingga potensi pengetatan kebijakan moneter di Amerika Serikat.
"Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada tanggal 18 hingga 19 Agustus 2026 memutuskan untuk mempertahankan BI Rate sebesar 5,75%, suku bunga Deposit Facility sebesar 4,75%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 6,5%," kata Pjs. Gubernur BI, Destry Damayanti, dalam konferensi pers RDG BI yang disiarkan secara daring, Rabu (19/8/2026).
Destry menjelaskan, penahanan suku bunga acuan ini bertujuan untuk memperkuat stabilitas rupiah dan memastikan inflasi tetap terjaga dalam kisaran sasaran 2,5% ± 1% pada 2026 dan 2027, sekaligus menjaga tren pertumbuhan ekonomi nasional agar tetap berkelanjutan.Â
Sebagai catatan, BI merekam pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2026 tumbuh sebesar 5,29% secara tahunan (year-on-year/yoy), sedikit melambat dibandingkan kuartal I-2026 yang mencapai 5,61% yoy.
"Keputusan ini tetap konsisten dengan upaya memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah dari dampak tingginya gejolak global akibat perang di Timur Tengah, menjaga pencapaian sasaran inflasi sebesar 2,5% plus minus 1% pada tahun 2026 dan 2027, serta mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan," ujar Destry.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9327521/original/042881300_1787113384-Screenshot_2026-08-19_110246.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4160798/original/079359000_1663319947-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9327540/original/081998800_1787114322-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-19T113749.557.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9295088/original/038010600_1783912968-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-13T101127.805.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2408415/original/054935400_1542192174-Pasar-saham-Indonesia5.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5487880/original/076464300_1769682052-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4277616/original/049381900_1672400412-Penutupan_Perdagangan_Bursa_Efek_Indonesia_2022-Angga-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3020527/original/046868200_1578913888-20200113-Rupiah-Perkasa_-IHSG-Ditutup-Cerah--ANGGA-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4277616/original/049381900_1672400412-Penutupan_Perdagangan_Bursa_Efek_Indonesia_2022-Angga-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3020527/original/046868200_1578913888-20200113-Rupiah-Perkasa_-IHSG-Ditutup-Cerah--ANGGA-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2935917/original/056992200_1570705752-20191010-IHSG-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1694577/original/055475300_1503994464-20170829-Saham-Akibat-Rudal-Korut-AP4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3893146/original/099183700_1641196873-20220103-Pembukaan_Awal_Tahun_2022_IHSG_Menguat-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4772207/original/018072400_1710400424-14_maret_2024-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4112072/original/006568500_1659528503-IHSG_Ditutup_Menguat-Angga-2.jpg)