IMPC Investasi Rp 250 Miliar Bangun Institut Pengembangan Plastik

Menggandeng Kunststoff Zentrum atau German Plastics Center (SKZ), IMPC akan membangun Impack Polymer Science Institute (IPSI).

Diterbitkan 25 November 2025, 10:45 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) menginvestasikan sekitar USD 15 juta, atau setara Rp 250 miliar hingga 2026 untuk membangun Impack Polymer Science Institute (IPSI), alias pusat pengembangan plastik atau polimer.

IPSI didirikan untuk menjadi pusat pelatihan polimer atau plastik terkemuka di kawasan ASEAN, yang mempertemukan pelaku industri, peserta didik, dan profesional. Keberadaan IPSI diharapkan dapat meningkatkan keterampilan dan kualitas sumber daya manusia dan menekan angka pengangguran.

"Di tengah perubahan industri yang pesat, inovasi teknologi, dan ketidakpastian ekonomi global, membangun talenta unggul bukan lagi pilihan, melainkan keharusan," ujar Direktur Utama IMPC Haryanto Tjiptodihardjo dalam keterbukaan informasi perseroan, Selasa (25/11/2025).

Pembangunan IPSI turut menggandeng Kunststoff Zentrum atau German Plastics Center (SKZ) sebagai mitra strategis. Para instruktur utama IPSI akan mendapatkan pelatihan langsung dari tenaga ahli dari SKZ.

"Melalui IPSI, kami membuka akses pelatihan kelas dunia, memberdayakan para peserta didik untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih baik dan pendapatan yang lebih tinggi, serta membangun masa depan yang lebih tangguh seiring berkembangnya kompetensi mereka," ungkapnya.

Selain IPSI, IMPC juga mengalokasikan sebesar USD 9 juta (sekitar Rp 150 miliar) untuk riset dan pengembangan dalam 5 tahun ke depan. Melalui Impack Research and Innovation Center (IRIC), guna mendorong inovasi di seluruh lini produk bangunan dan teknologi pemrosesannya.

 

Pabrik Lotte di Cilegon

Dari sektor manufaktur lainnya, pabrik petrokimia New Ethylene Project PT Lotte Chemical Indonesia (LCI) di Cilegon diproyeksikan mampu mengganti impor produk petrokimia hingga USD 1,4 miliar, atau setara Rp 23,36 triliun per tahun (kurs Rp 16.690 per dolar AS).

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan, proyek yang menelan investasi sekitar USD 3,9 miliar (Rp 65 trikiun) ini menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk mempercepat hilirisasi migas (minyak dan gas bumi), seraya mendorong nilai tambah di dalam negeri.

Menurut dia, pabrik baru ini mampu menghasilkan nilai hilirisasi hingga USD 2 miliar per tahun. Dengan rincian, USD 1,4 miliar akan menggantikan impor dan USD 600 juta berpotensi menambah nilai ekspor.

 

70% untuk Dalam Negeri

"Dari total kapasitas produksinya, 70 persen akan dipasarkan di dalam negeri, dan 30 persen di luar negeri. Jadi selama ini kita impor, dengan pabrik ini kita tidak lagi mengimpor secara besar-besaran seperti tahun sebelumnya," ujar Bahlil beberapa waktu lalu.

Fasilitas New Ethylene Project mampu mengolah naphtha sebesar 3.200 kiloton per tahun (kTA), dengan dukungan LPG hingga 50 persen sebagai bahan tambahan.

Dari proses tersebut dihasilkan produk hulu seperti ethylene (1.000 kTA), propylene (520 kTA), mixed C4 (320 kTA), pyrolysis gasoline (675 kTA), pyrolysis fuel oil (26 kTA), dan hydrogen (45 kTA).

  • liputan6
    Saham adalah hak yang dimiliki orang (pemegang saham) terhadap perusahaan berkat penyerahan bagian modal sehingga dianggap berbagai dalam pe
    Saham
  • liputan6
    Modal adalah uang yang dipakai sebagai pokok (induk) untuk berdagang.
    modal
  • liputan6
    Plastik merupakan polimer, rantai panjang atom yang mengikat satu sama lain. Plastik dapat dibentuk menjadi film atau fiber sintetik.
    plastik
  • liputan6
    Investasi adalah penanaman uang atau modal dalam suatu perusahaan atau proyek untuk tujuan memperoleh keuntungan.
    Investasi
  • IMPC
  • Impack Pratama Industri