AKRA Ungkap Investasi di KEK JIIPE Tembus Rp 98 Triliun, Serap 39.700 Tenaga Kerja

Sejumlah perusahaan besar telah bergabung di KEK JIIPE. Xinyi Glass tengah membangun fasilitas kaca dan panel surya berskala besar, sementara Freeport mengoperasikan smelter tembaga single line terbesar.

Diterbitkan 09 September 2025, 13:50 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) mencatat perkembangan signifikan dalam pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE) di Gresik, Jawa Timur. Hingga saat ini, investasi kumulatif yang sudah terealisasi mencapai Rp 98 triliun dan telah menyerap hampir 39.700 tenaga kerja.

Direktur & Corporate Secretary AKRA, Suresh Vembu, menuturkan capaian tersebut sejalan dengan strategi perusahaan dan dukungan fasilitas yang ditawarkan KEK JIIPE.

“Target investasi JIIPE yang kita sudah tetapkan adalah sekitar Rp 238 triliun, dan juga target tenaga kerja sekitar 200 ribu orang. Sampai sekarang, kumulatif investasi yang masuk sekitar Rp 98 triliun, dan hampir 39.700 orang sudah mulai bekerja di JIIPE,” ungkap Suresh dalam konferensi pers Pubex Live 2025, Selasa (9/9/2025).

Sejumlah perusahaan besar telah bergabung di kawasan ini. Xinyi Glass tengah membangun fasilitas kaca dan panel surya berskala besar, sementara Freeport mengoperasikan smelter tembaga single line terbesar. Tenant baru seperti Hebang Biotech, Golden Elephant, PT ANTAM, dan Hailiang Nova juga memperkuat ekosistem industri berbasis tembaga, kaca, dan kimia di kawasan tersebut.

 

Recurring Income

JIIPE, yang merupakan hasil kerjasama AKRA dengan Pelindo, telah ditetapkan sebagai KEK sejak 2021. Status ini memberikan daya tarik lebih karena adanya beragam insentif fiskal maupun non fiskal, termasuk kemudahan perizinan, keringanan pajak, fasilitas ekspor-impor, hingga Hak Guna Bangunan (HGB) hingga 80 tahun.

“JIIPE sudah menawarkan beberapa insentif fiskal maupun non-fiskal, perizinan yang lebih sederhana, serta utilitas berstandar internasional. Dengan ini, JIIPE telah menjadi destinasi pilihan bagi investasi asing dan juga domestik,” ujar Suresh.

Selain berperan sebagai pusat industri, kawasan ini juga diproyeksikan akan memberikan recurring income yang kuat bagi AKRA melalui layanan utilitas, pelabuhan, dan logistik. Pada semester I 2025, pendapatan utilitas JIIPE tumbuh 317% year on year (YoY) menjadi Rp 311 miliar.