Sukses

Jasa Berdikari Logistics Patok Harga IPO Rp 100 per Saham

Liputan6.com, Jakarta - PT Jasa Berdikari Logistics Tbk, perseroan bergerak di jasa logistik terintegrasi menggelar penawaran umum saham perdana atau initial public offering (IPO) dengan melepas 700 juta saham dengan menetapkan harga Rp 100 per saham.

Mengutip laman e-ipo, ditulis Senin (23/1/2023), PT Jasa Berdikari Logistics Tbk menawarkan saham setara 32,56 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh dalam perseroan dengan nilai nominal Rp 25 ke publik.

Jasa Berdikari Logistics menetapkan harga Rp 100 per saham dalam rangka IPO. Hal tersebut merupakan batas bawah dari harga yang ditawarkan sebelumnya Rp 100 - Rp 150 per saham. Dengan demikian, Perseroan akan meraup dana IPO maksimal Rp 70 miliar.

Selain itu, perseroan menerbitkan maksimal 140 juta waran seri I yang menyertai saham baru perseroan dengan nilai nominal Rp 25 setiap waran. Jumlah waran tersebut 9,66 persen dari total jumlah saham ditempatkan dan disetor penuh.

Waran seri I diberikan secara cuma-cuma sebagai insentif bagi pemegang saham baru yang namanya tercatat dalam daftar pemegang saham.

Setiap pemegang lima saham baru perseroan berhak memperoleh satu waran seri I. Setiap satu waran seri I memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli satu saham baru.

Waran seri I yang diterbitkan memiliki jangka waktu pelaksanaan selama satu tahun. Harga pelaksanaan waran sebesar Rp 175 yang dapat dilakukan setelah enam bulan atau lebih sejak efek diterbitkan. Total dana yang diincar dari penerbitan waran maksimal Rp 24,50 miliar.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Pemakaian Dana IPO

Perolehan dana IPO perseroan antara lain sekitar 38,22 persen untuk belanja modal antara lain sekitar 57,82 persen untuk pembeliambaset dan sekitar 42,18 persen untuk pembelian 25 unit armada atau truk secara tunai. Kemudian sekitar 61,78 persen untuk keperluan modal kerja.

Sedangkan dana yang diperoleh perseroan dari pelaksanaan waran seri I, jika dilaksanakan oleh pemegang waran seluruhnya akan digunakan untuk modal kerja perseroan.

Sementara itu, calon emiten berkode LAJU telah menunjuk PT NH Korindo Sekuritas Indonesia sebagai penjamin pelaksana emisi efek dan penjamin emisi efek dalam rangka IPO.

Jadwal 

-Tanggal Efektif: 18 Januari 2023

- Masa Penawaran Umum Perdana Saham : 20 Januari 2023 – 25 Januari 2023

-Tanggal Penjatahan : 25 Januari 2023

-Tanggal Distribusi : 26 Januari 2023

-Tanggal Pencatatan Pada Bursa Efek Indonesia : 27 Januari 2023

-Masa Perdagangan Waran Seri I - Pasar Reguler : 27 Januari 2023 - 23 Januari 2024

- Masa Perdagangan Waran Seri I - Pasar Tunai: 27 Januari 2023 - 25 Januari 2024

- Periode Pelaksanaan Waran Seri I : 27 Juli 2023 - 26 Januari 2024

- Akhir Masa Berlakunya Waran Seri I : 26 Januari 2024

 

 

 

 

3 dari 4 halaman

Jasa Berdikari Incar Dana IPO Maksimal Rp 105 Miliar

Sebelumnya, PT Jasa Berdikari Logistics Tbk, perseroan bergerak di jasa logistik terintegrasi menggelar penawaran umum saham perdana atau initial public offering (IPO) dengan melepas 700 juta saham.

Mengutip laman e-ipo, ditulis Minggu (1/1/2023), PT Jasa Berdikari Logistics Tbk menawarkan saham setara 32,56 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh dalam perseroan dengan nilai nominal Rp 25 ke publik.

Perseroan menawarkan harga Rp 100-Rp 150 per saham dalam rangka IPO. Melalui penawaran saham perdana ini, perseroan mengincar dana IPO maksimal Rp 105 miliar.

Selain itu, perseroan menerbitkan maksimal 140 juta waran seri I yang menyertai saham baru perseroan dengan nilai nominal Rp 25 setiap waran. Jumlah waran tersebut 9,66 persen dari total jumlah saham ditempatkan dan disetor penuh. Waran seri I diberikan secara cuma-Cuma sebagai insentif bagi pemegang saham baru yang namanya tercatat dalam daftar pemegang saham.

Setiap pemegang lima saham baru perseroan berhak memperoleh satu waran seri I. Setiap satu waran seri I memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli satu saham baru. Waran seri I yang diterbitkan memiliki jangka waktu pelaksanaan selama satu tahun. Harga pelaksanaan waran sebesar Rp 150-Rp 175 yang dapat dilakukan setelah enam bulan atau lebih sejak efek diterbitkan. Total dana yang diincar dari penerbitan waran maksimal Rp 24,50 miliar.

Perolehan dana IPO perseroan antara lain sekitar 23,71 persen untuk belanja modal antara lain sekitar 57,82 persen untuk beli aset dan sekitar 41,18 persen untuk pembelian 25 unit armada atau truk secara tunai. Kemudian sekitar 76,29 persen untuk keperluan moda kerja.

“Sedangkan dana yang diperoleh perseroan dari pelaksanaan waran seri I, jika dilaksanakan oleh pemegang waran seluruhnya akan digunakan untuk modal kerja perseroan,” tulis perseroan.

4 dari 4 halaman

Kebijakan Dividen

Perseroan telah menunjuk PT NH Korindo Sekuritas Indonesia sebagai penjamin pelaksana emisi efek dalam rangka IPO.

Adapun pemegang saham perseroan setelah IPO dan pelaksanaan waran seri I antara lain PT Ervin Niaga Abadi sebesar 56,98 persen, Marcia Maria sebesar 6,33 persen, masyarakat untuk saham 30,57 persen dan waran sebesar 6,11 persen.

Pendapatan perseroan tumbuh 20,80 persen menjadi Rp 67,31 miliar hingga Juni 2022 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 55,7 miliar. Laba bersih tahun berjalan perseroan tercatat Rp 7,03 miliar hingga Juni 2022. Laba tersebut tumbuh 57,8 persen dari periode sama tahun sebelumnya Rp 4,45 miliar.

Total ekuitas tercatat Rp 50,63 miliar pada 30 Juni 2022 dari 31 Desember 2021 sebesar Rp 43,39 miliar. Total liabilitas mencapai Rp 54,62 miliar pada 30 Juni 2022 dari Desember 2021 sebesar Rp 61,57 miliar. Perseroan mencatat aset Rp 105,26 miliar hingga Juni 2022 dari posisi 31 Desember 2021 sebesar Rp 104,97 miliar.

Untuk kebijakan dividen, setelah IPO, perseroan mulai tahun buku 31 Desember 2022 dan seterusnya, manajemen perseroan bayar dividen kepada pemegang saham perseroan maksimal 30 persen dari laba bersih tahun berjalan perseroan. Besaran pembagian dividen akan bergantung kepada hasil kegiatan usaha dan arus kas perseroan, prospek usaha, kebutuhan modal kerja, belanja modal dan rencana investasi

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS