Sukses

Perusahaan Layanan Keuangan Milik Jack Dorsey, Square Ganti Nama Jadi Block yang Efektif 10 Desember 2021

Liputan6.com, New York - Ikuti jejak Mark Zuckerberg, Jack Dorsey mengubah nama perusahaan Square menjadi Block. Alasan perubahan nama dari Square menjadi Block karena perusahaan ingin fokus pada teknologi seperti blockchain.

Perusahaan juga ingin mengembangkan bisnis di luar usaha credit card-reader. Sepanjang 2021, Square manjadi perusahaan kedua yang mengubah namanya. Sebelumnya kondisi serupa terjadi pada Facebook yang bertranformasi ke Meta.

Raksasa pembayaran milik Jack Dorsey mengungkapkan pergantian nama baru efektif pada Jumat, 10 Desember 2021.

Block (nama baru Square) mengakui perubahan nama mampu memicu pertumbuhan perusahaan dan menciptakan ruang lain untuk melebarkan sayapnya. Block masih diperdagangkan dengan nama ticker SQ di New York Stock Exchange.

"Kami membangun merek Square untuk bisnis penjual kami, di situlah tempatnya. Block memang nama baru, tapi tujuan pemberdayaan ekonomi kita tetap sama. Tidak peduli bagaimana kami tumbuh atau berubah, kami akan terus membangun alat untuk membantu meningkatkan kemudahan akses di bidang ekonomi,” ujar Founder dan CEO  Block, Jack Dorsey dilansir dari laman CNBC, ditulis Jumat (3/12/2021).

Dorsey mendirikan Square pada 2009 yang fokus pada pembayaran langsung dan pembayaran kartu yang sama. Sehingga memungkinkan orang menerima pembayaran kartu kredit di gawai pintar.

Kantor Square berbasis di San Fransisco itu mengembangkan aplikasi perbankan digital peer-to-peer dan pinjaman usaha kecil. Perusahaan juga menerima pialang bank, mulai menawarkan kripto serta pedagangan saham.

Perusahaan berhasil akuisisi penyedia layanan buy now pay later (BNPL) Afterpay dan layanan streaming musik Jay-Z. Tidah hanya sampai di situ, Block mengadakan bitcoin sebagai bisnis sampingan di sektor aset kripto yang dikenal TBD.

Langkah tersebut bagian dari perubahan citra Square sebagai Square Crypro, bisnis terpisah dari perusahaan inti. Unit mempunyai dedikasi demi memajukan bitcoin . Square Crypto turut mengganti nama  menjadi Spiral.

 

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 2 halaman

Filosofi Nama Baru

“Nama Block mempunyai banyak arti di mana berkaitan terhadap perusahaan. Salah satunya Blcok bermakna sebagai blok bangunan, blok lingkungan dan bisnis lokal mereka. Blok-blok kemudian bergabung menjadi satu grup yang terdiri segmen musik, blockchain, bagian kode, dan hambatan untuk diatasi,” jelas perusahaan.

Dorsey mengundurkan diri dari pekerjaannya yang lain sebagai CEO Twitter pada Selasa, 30 November 2021, setelah bersamaan menjalankan Twitter dan Square sejak 2015.

Dia mengatakan, Twitter siap berpindah dari pendirinya dan dia sekarang memutuskan untuk mempunyai lebih banyak waktu demi mendedikasikan diri  pada pertumbuhan Square dan portofolio pribadinya. Salah satunya, banyak yang berharap Dorsey mau fokus terhadap ketertarikannya di aset kripto.

Berita pergantian nama perusahan muncul sebulan usai Facebook mengubah namanya menjadi Meta guna mencerminkan rencana CEO Mark Zuckerberg untuk membangun dunia virtual metaverse. Pada 2015, konglomerat mesin pencarian Google mengganti nama menjadi Alphabet dengan tujuan serupa guna merepresentasikan lini bisnis lainnya.

Square adalah salah satu perusahaan dengan margin terbesar pada 2020. Masyarakat beralih beralih ke pembayaran digital. Saham turun sekitar 2 persen sepanjang tahun ini akibat investor beralih dari nama-nama teknologi namun pertumbuhan tetap lebih tinggi.

 

Reporter: Ayesha Puri