Ini Biang Kerok Kebakaran TPA Jatiwaringin

Kepala BPBD Kabupaten Tangerang Achmad Taufik membeberkan penyebab kebakaran hebat yang melanda TPA Jatiwaringin.

Diterbitkan 01 Juli 2026, 07:54 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Tangerang - Musim kemarau diklaim menjadi penyebab utama kebakaran Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah Jatiwaringin di Kabupaten Tangerang.

Kepala BPBD Kabupaten Tangerang Achmad Taufik mengungkapkan, saat ini sudah masuk musim kemarau ekstrem, udara panas di Kabupaten Tangerang dinilainya sangat tinggi.

"Seperti kita ketahui, memasuki musim kemarau ekstrem, panasnya sangat tinggi sekali. Ditambah, tumpukan sampah itu apalagi yang sudah bertahun-tahun, mengandung gas metan, apabila sudah panas yang begitu tinggi, maka dari tumpukan, timbunan sampah itu keluarlah asap," jelas Taufik, Selasa (30/6/2026).

Lama kelamaan, asap tersebut akan menjadi api, lalu merambat ke tumbukan lainnya. Info yang diterima BPBD, titik api muncul dimulai dari tumpukan sampah di area belakang TPA Jatiwaringin.

Lokasi titik awal api ini tidak terjangkau oleh petugas, barulah pada saat api membesar menimbulkan asap yang membumbung tinggi, diketahui adanya kebakaran di sana.

"Untuk itu kami kerahkan 10 unit mobil Damkar, dengan 30 personel. Dibantu juga oleh unit damkar dari TPA," katanya.

Hingga kini, petugas terus berjibaku untuk memadamkan api. Berbagai cara dilakukan oleh petugas Damkar, termasuk melakukan upaya pemutusan titik api, dengan cara menutup tumpukan sampah dengan terpal basah.

Warga Dievakuasi

Achma Taufik juga melaporkan sedikitnya 15 warga Desa Tanjakan Mekar, Kecamatan Rajeg, terpaksa diungsikan ke lokasi aman akibat terdampak asap kebakaran di TPA Jatiwaringin pada Selasa sore.

Dirinya mengatakan, dari belasan warga yang terdampak itu terdiri dari ibu hamil dan anak-anak, dimana mereka saat ini telah dievakuasi ke kantor desa setempat.

"Yang terdampak asap hanya rata-rata ibu-ibu dan anak-anak. Mereka kami evakuasi ke kantor desa sebagai lokasi aman dari asap kebakaran," katanya.

Ia menjelaskan upaya evakuasi terhadap belasan warga ini dilakukan sebagai mengantisipasi dampak bahaya dari insiden kebakaran lokasi pembuangan sampah tersebut.

Untuk saat ini, lanjutnya, situasi kebencanaan kebakaran masih dalam Siaga I, dimana sejumlah titik api masih menyala dan dilakukan proses pemadaman.

"Kami berupaya untuk memadamkan api jangan sampai meluas, begitu. Walaupun titik apinya agak sulit, tapi minimal tidak meluas ke daerah sekitarnya," kata Achmad Taufik.

Ia mengatakan hingga pada pukul 21.25 WIB kebakaran TPA Jatiwaringin meluas menjadi lima hektare. "Kurang lebih tadi dengan dari Dinas LH, sekitar empat sampai lima hektare," tuturnya.

Pihaknya tengah mengupayakan bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk mempercepat penanganan kejadian kebakaran. "Saya sudah mencoba terus-menerus komunikasi dengan BNPB, sambil minta laporan lapangan untuk penanganan kebakaran di TPA Jatiwaringin," ucapnya.

Pengusulan bantuan kepada BNPB ini dilakukan sebagai upaya percepatan penanganan kebakaran TPA Jatiwaringin, karena pihaknya masih mengalami kendala teknis terkait kondisi akses pemadaman yang dinilai sulit dijangkau oleh petugas pemadam.

"Dengan posisi tumpukan sampah seperti gunung menjadi kendala. Kesulitan kami untuk menjangkau ke atas kendaraan, sementara selang sudah cukup panjang juga tetapi memang karena pekatnya asap kita susah mengakses ke titik lokasi," kata Achmad Taufik.

Bantuan BNPB diharapkan berupa pengerahan helikopter water bombing yang dinilai efektif dalam mempercepat penanganan kebakaran saat ini.

"Saya sudah berupaya ke BNPB untuk membantu mendatangkan helikopter, penyemprotan air dari atas. Dengan kondisi yang kesulitan armada kami untuk mendekat api itu," terangnya.

Kendati demikian saat ini pihaknya masih mengoptimalkan 10 kendaraan pemadam kebakaran dengan 45 personel untuk memadamkan api.

"Sumber air relatif bisa dijangkau dan aman. Walaupun jalannya agak kecil, tapi masih bisa kita akses," katanya.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6