Rano Karno Siap Kirim Bantuan Air ke Tangerang

Dia telah menginstruksikan Perusahaan Air Minum (PAM) Jaya untuk bersiap menyalurkan bantuan apabila cadangan air bersih Jakarta mencukupi.

Diterbitkan 25 Juli 2026, 22:52 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Wagub DKI Jakarta siap bantu Tangerang yang krisis air jika cadangan Jakarta cukup.
  • Krisis air Tangerang diperparah penggunaan air tanah industri, beda dengan Jakarta yang aman.
  • Warga Tangerang Selatan kesulitan air bersih, mengandalkan bantuan BPBD dan air galon.

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta Rano Karno menyatakan siap membantu wilayah sekitar yang mengalami krisis air, termasuk Tangerang. Dia telah menginstruksikan Perusahaan Air Minum (PAM) Jaya untuk bersiap menyalurkan bantuan apabila cadangan air bersih Jakarta mencukupi.

“Saya sudah siapkan kalau memang PAM Jaya harus membantu wilayah sekitar, kalau memang kita punya cadangan, kita bantu. Karena di beberapa tempat di Kabupaten Tangerang sudah terjadi kekeringan,” kata Rano di Jakarta Pusat, Sabtu (25/7/2026).

Menurut Rano, Tangerang mengalami kekeringan lebih cepat karena tingginya penggunaan air tanah, terutama oleh sektor industri. Sementara itu, Jakarta masih memiliki cadangan air yang relatif aman karena didukung reservoir yang memadai.

“Memang sumber air baku kita kan semua dari sungai, ya. Dan untungnya sekali, mungkin kalau kita compare kepada Kabupaten Tangerang yang sudah kekeringan, karena di sana banyak industri. Industri lebih banyak memakai air tanah, ini juga membuat kekeringan cepat,” jelasnya.

Rano menyampaikan juga telah memastikan kondisi pasokan air bersih di Jakarta. Dia bilang, pasokan air bersih di ibu kota masih terkendali setelah berkoordinasi dengan PAM Jaya.

“Alhamdulillah kita punya reservoir-reservoir. Jadi mudah-mudahan masih bisa dikontrol untuk air,” kata Rano.

Krisis Air di Tangerang

Dampak musim kemarau mulai dirasa oleh warga di Tangerang. Salah satunya di Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan, di mana puluhan Kepala Keluarga (KK) mulai kesusahan air bersih dan hanya bisa mengandalkan bantuan dari Pemkot setempat.

Salah seorang warga Keranggan, Wisnu, mengaku selama ini keluarganya mengandalkan air sumur untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, seperti mandi, mencuci, hingga keperluan rumah tangga lainnya. Namun, dalam beberapa pekan terakhir debit air sumur terus menurun hingga kerap tidak mengalir sama sekali.

"Jadi kadang kalau tidak ada keluar air, ya enggak mandi dan mandi di kantor," katanya, Selasa (21/7/2026).

Untuk memenuhi kebutuhan memasak dan air minum, Wisnu beserta keluarganya membeli air galon isi ulang. Sementara kebutuhan air bersih lainnya terbantu melalui distribusi air dari BPBD yang dilakukan secara bergiliran.

"Tapi udah beberapa hari ini, digilir ada bantuan air bersih dari BPBD, kalau lagi datang, isi berember-ember. Bahkan ada penampungannya pakai toren," ujarnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6