Liputan6.com, Jakarta - Warga Nusa Tenggara Timur (NTT) diminta terus meningkatkan kewaspadaan. Aktivitas gempa susulan setelah gempa M7,7 masih tinggi dan belum menunjukkan tanda-tanda meluruh.
Hingga pukul 14.00 WIB, BMKG mencatat 235 gempa susulan dengan kekuatan Magnitudo 2,5 hingga Magnitudo 6,2. Gempa susulan itu mayoritas berada di bagian utara Pulau Flores.
Kepala BMKG Prof Ir Teuku Faisal Fathani mengatakan, aktivitas gempa susulan masih terus dipantau dari jam ke jam. Grafik aktivitasnya juga belum memperlihatkan penurunan.
Advertisement
“Ini adalah kejadian gempa bumi susulan. Terhitung hingga pukul 14.00 Waktu Indonesia Bagian Barat, tercatat 235 aktivitas gempa bumi susulan dengan magnitudo 2,5 hingga 6,2 magnitudo,” kata Faisal saat konferensi pers di kantor BMKG, Sabtu (15/8/2026).
Menurutnya, aktivitas gempa susulan saat ini masih terkonsentrasi di bagian utara Pulau Flores. “Utamanya berada di bagian utara dari Pulau Flores,” ujar dia.
Faisal mengatakan, BMKG terus mencermati pola gempa susulan tersebut. Dari grafik yang dipantau, belum terlihat adanya peluruhan aktivitas.
“Dari jam ke jam kita amati hingga saat ini belum mengalami peluruhan,” kata Faisal.
Kondisi tersebut bukan berarti gempa susulan akan terus terjadi dengan kekuatan yang sama. Menurut Faisal, secara umum aktivitas gempa susulan membutuhkan waktu untuk berangsur-angsur menurun.
“Umumnya peluruhan akan terjadi 2 sampai 3 minggu, seperti gempa di Maluku Utara yang baru-baru ini terjadi,” jelas dia.
Karena itu, warga diminta tidak lengah. Terutama mereka yang berada di sekitar bangunan yang sudah mengalami kerusakan akibat gempa utama. BMKG justru mengkhawatirkan gempa susulan yang kekuatannya lebih kecil dapat memperparah kondisi bangunan yang sebelumnya sudah rusak.
“Kita khawatirkan dengan gempa yang lebih rendah magnitudonya, ini dapat mengalami kerusakan yang lebih parah,” kata Faisal.
Tingkat Guncangan Gempa
Guncangan gempa utama sendiri cukup kuat. Alat BMKG di Stasiun Meteorologi Ruteng dan Lanke Rembong, Manggarai, sempat merekam tingkat guncangan hingga VIII MMI.
Setelah dilakukan verifikasi, tingkat guncangan di sejumlah wilayah tercatat sekitar VII MMI. Faisal meminta warga menghindari bangunan yang retak atau rusak akibat gempa.
“Perlu dihindari bangunan yang retak atau rusak akibat gempa bumi,” ujar Faisal.
BMKG juga akan melakukan survei di sejumlah wilayah terdampak. Survei dijadwalkan dilakukan di Ngada, Nagekeo, Labuan Bajo dan Selayar. Survei tersebut untuk mengetahui mekanisme gempa, kondisi tanah dan tingkat amplifikasi. Kondisi bangunan yang rusak juga akan diperiksa.
“Survei yang dilakukan bertujuan untuk mengetahui bagaimana mekanisme gempa ya, makroseismiknya, mikroseismik, kemudian kita mengetahui jenis tanahnya, amplifikasinya,” terang Faisal.
Hasil pemeriksaan itu akan menjadi dasar rekomendasi kepada pemerintah daerah dan Kementerian Pekerjaan Umum sebelum pembangunan kembali atau perbaikan bangunan dilakukan.
“Ini kami akan melakukan beberapa survei. Survei yang dilakukan bertujuan untuk mengetahui bagaimana mekanisme gempa, makroseismiknya, mikroseismik, kemudian kita mengetahui jenis tanahnya, amplifikasinya, hingga kemudian kita memberikan rekomendasi segera kepada Pemda ketika akan dilakukan pembangunan kembali maupun akan mere-retrofit atau memperbaiki bangunan-bangunan yang telah rusak,” kata dia.
Informasi hasil survei juga akan diteruskan kepada BNPB sebagai koordinator penanganan bencana. “Jadi info-info tersebut akan kami sampaikan segera kepada pemerintah daerah dan Kementerian Pekerjaan Umum,” ujar Faisal.
Dalam penanganan di lapangan, BMKG akan didukung jaringan 191 kantor Unit Pelaksana Teknis (UPT) di seluruh Indonesia. Untuk NTT, terdapat 14 titik yang akan mendukung kegiatan survei dan pemantauan.
Faisal mengatakan kantor-kantor BMKG tersebut juga akan mendampingi pemerintah daerah bersama TNI, Polri dan Basarnas selama masa tanggap darurat.
“Nanti pos maupun kantor-kantor BMKG ini akan men-support pelaksanaan survei yang ada di lapangan, dan sekaligus juga mendampingi pemerintah daerah dan TNI, Polri, Basarnas untuk dapat melakukan tindakan-tindakan mitigasi selama tanggap darurat,” kata dia.
Pendampingan akan berlanjut hingga tahap rehabilitasi dan rekonstruksi setelah masa tanggap darurat berakhir. “Setelahnya ketika dilakukan pembangunan kembali atau re-rekon,” ujar Faisal.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5432608/original/039355600_1764817183-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2025-12-04T072013.095.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5300825/original/063294400_1753929347-20250721_132106.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5542212/original/065975700_1774936641-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5523300/original/073953200_1772800710-IMG_0778.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9324658/original/001824700_1786757818-sar3.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9325040/original/083071800_1786793497-291996.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9325038/original/059703800_1786793214-8018cb1a-48f6-435d-b3f0-d356dd85ad9c.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9325037/original/058255600_1786792954-291723.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9325019/original/084968400_1786791544-288936.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9324888/original/030124600_1786776768-nt1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9324958/original/013068900_1786780761-kondisi_SD_Kab_Manggarai_NTT_pascagempa.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9324645/original/091926100_1786756637-ntt4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9324889/original/043608800_1786776768-nt2.jpg)