Panduan Lengkap tata cara Sholat Safar dan Bacaan Doanya

Shalat sunnah safar hukumnya sunnah (dianjurkan) bagi setiap muslim yang hendak bepergian

Diterbitkan 01 Juli 2026, 08:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Dalam perspektif Islam, safar atau perjalanan bukan sekadar aktivitas fisik berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Perjalanan yang ditempuh dengan niat yang benar dan diiringi dengan ibadah dapat menjadi ladang pahala yang besar. Seorang muslim perlu mengetahui tata cara sholat safar agar perjalanannya penuh keberkahan.

Merujuk buku Tuntunan Shalat Musafir Plus Panduan Ibadah Musafir Lainnya, karya Aulia Fadhli, sholat sunnah safar adalah shalat sunnah dua rakaat yang dikerjakan oleh seseorang ketika hendak melakukan perjalanan (safar) atau setelah kembali dari perjalanan.

Shalat sunnah safar hukumnya sunnah (dianjurkan) bagi setiap muslim yang hendak bepergian. Kesunnahan ini berlaku untuk setiap perjalanan yang bertujuan baik serta tidak mengarah pada maksiat, baik perjalanan dekat maupun jauh.

Imam Nawawi dalam kitab Majmu' Syarhil Muhadzdzab menjelaskan bahwa shalat safar hanya disunnahkan bagi orang-orang yang hendak bepergian dan boleh dilakukan di waktu apa pun, baik malam maupun siang hari.

Merangkum berbagai literatur klasik dan kontemporer, berikut ini adalah panduan tata cara sholat safar dan bacaan doanya:

Tata Cara Lengkap Shalat Sunnah Safar

Secara teknis, pelaksanaan shalat safar tidak berbeda dengan shalat sunnah pada umumnya. Berikut tata cara lengkapnya:

1. Persiapan

Suci dari hadas besar dan kecil

Menutup aurat dengan pakaian yang suci dan layak

Menghadap kiblat

2. Niat bersamaan dengan Takbiratul Ihram

Niat Shalat Sunnah Safar

Arab: أُصَلِّي سُنَّةَ السَّفَرِ رَكْعَتَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالَى

Latin: Ushallî sunnatas safari rak'ataini lillâhi ta'âlâ

Artinya: "Saya niat shalat sunnah perjalanan dua rakaat karena Allah Ta'âlâ."

Niat ini menjadi fondasi bahwa perjalanan yang ditempuh bukan sekadar mobilitas fisik, melainkan bagian dari ibadah menuju ridha Ilahi.

Niat ini dibatinkan dalam hati bersamaan dengan takbiratul ikhram. Takbiratul ikhram Mengangkat kedua tangan seraya mengucapkan

اَللهُ أَكْبَرُ

Allahu Akbar

Allah Maha Besar

3. Membaca Doa Iftitah (sunnah)

4. Rakaat Pertama

Membaca Surat Al-Fatihah

5. Setelah Al-Fatihah, dianjurkan membaca Surat Al-Kafirun

قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ، لَا أَعْبُدُ مَا تَعْبُدُونَ، وَلَا أَنْتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ، وَلَا أَنَا عَابِدٌ مَا عَبَدْتُمْ، وَلَا أَنْتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ، لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِيَ دِينِ

6. Rukuk dengan tuma'ninah

7. I'tidal (bangkit dari rukuk) dengan tuma'ninah

8. Sujud pertama dengan tuma'ninah

9. Duduk di antara dua sujud dengan tuma'ninah

10. Sujud kedua dengan tuma'ninah

11. Rakaat Kedua: Berdiri dari sujud kedua

12. Membaca Surat Al-Fatihah

13. Setelah Al-Fatihah, dianjurkan membaca Surat Al-Ikhlas

قُلْ هُوَ اللهُ أَحَدٌ، اللهُ الصَّمَدُ، لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ، وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ

14. Rukuk dengan tuma'ninah

15. I'tidal dengan tuma'ninah

16. Sujud pertama dengan tuma'ninah

17. Duduk di antara dua sujud dengan tuma'ninah

18. Sujud kedua dengan tuma'ninah

19. Tasyahhud Akhir

Duduk tasyahhud akhir

Membaca tasyahhud (tahiyat)

20. Salam

Menoleh ke kanan dan ke kiri seraya mengucapkan:

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ

Assalamu'alaikum warahmatullah

Bacaan Setelah Shalat Safar

1. Ayat Kursi

Setelah shalat dua rakaat selesai, dianjurkan membaca Ayat Kursi (QS. Al-Baqarah: 255) untuk menambah keamanan selama perjalanan.

Arab: اَللَّهُ لَا إِلٰهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ ۚ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ ۚ لَهُ مَا فِي السَّمٰوٰتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۗ مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ ۚ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ ۖ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَاءَ ۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمٰوٰتِ وَالْأَرْضَ ۖ وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا ۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ

Artinya: "Allah, tidak ada tuhan selain Dia, Yang Mahahidup lagi terus-menerus mengurus (makhluk-Nya). Dia tidak dilanda oleh kantuk dan tidak (pula) oleh tidur. Milik-Nyalah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya. Dia mengetahui apa yang ada di hadapan mereka dan apa yang ada di belakang mereka. Mereka tidak mengetahui sesuatu apa pun dari ilmu-Nya, kecuali apa yang Dia kehendaki. Kursi-Nya (ilmu dan kekuasaan-Nya) meliputi langit dan bumi. Dia tidak merasa berat memelihara keduanya. Dialah yang Mahatinggi lagi Mahaagung."

Faedah membaca Ayat Kursi: Imam An-Nawawi menerangkan bahwa membaca Ayat Kursi sebelum keluar rumah akan memperoleh keselamatan selama perjalanan serta terhindar dari segala hal yang tidak diharapkan hingga perjalanan itu usai.

2. Doa Safar

Setelah shalat dan membaca Ayat Kursi, disunnahkan membaca doa safar. Berikut doa yang diriwayatkan oleh para ulama:

Arab: اَللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ فِي سَفَرِنَا هَذَا الْبِرَّ وَالتَّقْوَى، وَمِنَ الْعَمَلِ مَا تَرْضَى، اَللَّهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا سَفَرَنَا هَذَا وَاطْوِ عَنَّا بُعْدَهُ، اَللَّهُمَّ أَنْتَ الصَّاحِبُ فِي السَّفَرِ، وَالْخَلِيفَةُ فِي الْأَهْلِ، اَللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ وَعْثَاءِ السَّفَرِ، وَكَآبَةِ الْمَنْظَرِ، وَسُوءِ الْمُنْقَلَبِ فِي الْمَالِ وَالْأَهْلِ

Latin: Allâhumma innâ nas-aluka fî safarinâ hâdzâ al-birra wat-taqwâ, wa minal 'amali mâ tardhâ. Allâhumma hawwin 'alainâ safaranâ hâdzâ wathwi 'annâ bu'dahu. Allâhumma antash shâhibu fis-safari, wal-khalîfatu fil-ahli. Allâhumma innî a'ûdzu bika min wa'tsâ-is-safari, wa ka-âbatil-manzhari, wa sû-il-munqalabi fil-mâli wal-ahli.

Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya kami memohon kepada-Mu dalam perjalanan ini kebaikan dan ketakwaan serta amal yang Engkau ridhai. Ya Allah, mudahkanlah perjalanan kami ini dan dekatkanlah baginya kejauhan. Ya Allah, Engkaulah teman dalam perjalanan dan pengganti (penjaga) bagi keluarga. Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kelelahan dalam perjalanan, pemandangan yang menyedihkan, dan buruknya perubahan pada harta dan keluarga."

3. Doa Kembali dari Safar

Apabila seorang muslim kembali dari perjalanan, dianjurkan membaca:

Arab: آيِبُونَ تَائِبُونَ عَابِدُونَ لِرَبِّنَا حَامِدُونَ

Latin: Âyibûna tâibûna 'âbidûna lirabbinâ hâmidûna

Artinya: "Kami kembali dengan bertobat, tetap beribadah, dan selalu memuji Tuhan Kami."

Waktu Pelaksanaan Shalat Sunnah Safar

Shalat sunnah safar termasuk ibadah yang fleksibel dan tidak dibatasi waktu tertentu. Berikut ini adalah pelaksanaannya dianjurkan:

· Sebelum seseorang benar-benar berangkat, yakni sebelum keluar rumah atau menaiki kendaraan

· Dapat dilaksanakan kapan saja, baik siang maupun malam hari

· Dapat dilakukan di rumah sebelum berangkat atau di masjid

5 Hikmah Shalat Sunnah Safar

1. Penghalang dari Keburukan dan Marabahaya

Shalat safar merupakan bentuk ikhtiar spiritual untuk memohon perlindungan Allah dari segala keburukan yang mungkin menimpa selama perjalanan. Dalam hadits, Rasulullah mengungkapkan bahwa dua rakaat shalat safar akan memelihara seseorang dari keburukan.

2. Wujud Tawakal dan Ketergantungan kepada Allah

Dengan melaksanakan shalat safar, seorang hamba menunjukkan ketergantungannya kepada Allah dalam setiap langkah. Ini mengajarkan bahwa keselamatan dan kelancaran perjalanan sepenuhnya berada di tangan Allah.

3. Keberkahan dan Kelancaran Perjalanan

Shalat safar menjadi sarana untuk memohon keberkahan dalam setiap urusan perjalanan. Perjalanan yang diberkahi akan membawa manfaat tidak hanya bagi pelakunya, tetapi juga bagi orang-orang yang ditinggalkan di rumah.

4. Penguatan Niat dan Kesadaran Spiritual

Melalui shalat safar, seorang musafir menguatkan niatnya bahwa perjalanan yang ditempuh bukan sekadar mobilitas fisik, tetapi bagian dari ibadah menuju ridha Ilahi. Hal ini mengubah perjalanan yang bersifat mubah menjadi amalan yang bernilai ibadah.

5. Meneladani Sunnah Rasulullah

Dengan melaksanakan shalat safar, seorang muslim meneladani kebiasaan Rasulullah SAW yang tidak pernah meninggalkan shalat sunnah sebelum bepergian. Mengikuti sunnah Nabi adalah bentuk kecintaan kepada beliau dan akan mendatangkan pahala yang besar.

Pertanyaan Seputar Sholat Safar

Apakah shalat sunnah safar wajib dilakukan?

Shalat sunnah safar tidak wajib, melainkan sunnah (dianjurkan). Kesunnahan ini berdasarkan kebiasaan Rasulullah yang tidak pernah meninggalkan shalat dua rakaat ketika hendak meninggalkan suatu tempat.

Kapan waktu terbaik untuk melaksanakan shalat safar?

Waktu pelaksanaan shalat sunnah safar cukup fleksibel. Dapat dilaksanakan kapan saja, baik siang maupun malam hari, selama dilakukan sebelum keberangkatan—yakni sebelum keluar rumah atau menaiki kendaraan.

Surat apa yang dianjurkan dibaca dalam shalat safar?

Menurut Imam Nawawi dalam kitab Majmu' Syarhil Muhadzdzab, dianjurkan membaca Surat Al-Kafirun pada rakaat pertama dan Surat Al-Ikhlas pada rakaat kedua setelah membaca Al-Fatihah.

Apakah shalat safar juga dilakukan saat kembali dari perjalanan?

Ya. Rasulullah juga menganjurkan shalat dua rakaat ketika kembali dari safar, sebagaimana diriwayatkan dalam hadits dari Jabir bin Abdillah dan Ka'ab bin Malik. Shalat ini dilakukan di masjid sebelum pulang ke rumah sebagai bentuk syukur atas keselamatan dalam perjalanan.

Bolehkah shalat safar dilakukan di perjalanan?

Shalat sunnah safar pada dasarnya dilakukan sebelum berangkat dari rumah. Untuk shalat fardhu yang dikerjakan di tengah perjalanan, terdapat ketentuan khusus berupa qashar (meringkas) dan jamak (menggabungkan) yang diatur dalam fiqih musafir.