Sukses

IHSG Lanjutkan Koreksi, Kapitalisasi Pasar Saham Susut Rp 78,13 T Selama Sepekan

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih melanjutkan koreksi pada perdagangan saham pada 3-7 Mei 2021. Hal tersebut juga menekan kapitalisasi pasar saham.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), Sabtu (8/5/2021), IHSG melemah 1,12 persen ke posisi 5.928,30 dari pekan lalu di posisi 5.995,61. Kapitalisasi pasar saham pun merosot 1,1 persen pada pekan ini. Kapitalisasi pasar saham mencapai Rp 7.017,99 triliun atau turun Rp 78,13 triliun dari pekan lalu di posisi Rp 7.096,12 triliun.

Rata-rata nilai transaksi harian merosot 8,01 persen menjadi Rp 9,01 triliun pada 3-7 Mei 2021. Pada pekan lalu, rata-rata nilai transaksi harian mencapai Rp 9,79 triliun.

Di sisi lain, rata-rata frekuensi transaksi harian sebesar 8,12 persen menjadi 979.224 kali transaksi pada pekan ini dari pekan lalu di kisaran 905.671 kali transaksi.

Peningkatan juga diikuti rata-rata volume transaksi harian dengan menguat 2,85 persen. Rata-rata volume transaksi harian menjadi 15,080 miliar saham pada 3-7 Mei 2021 dari pekan lalu 14,66 miliar saham.

Investor asing mencatatkan nilai beli bersih saham sebesar Rp 146,56 miliar. Sepanjang 2021, investor asing mencatatkan beli bersih sebesar Rp 9,34 triliun.

2 dari 3 halaman

Pencatatan Saham LUCY dan Obligasi

Pada pekan ini, PT Lima Dua Lima Tiga Tbk (LUCY) mencatat saham perdana di papan akselerasi. LUCY menjadi perusahaan tercatat ke-16 yang tercatat di BEI pada 2021. Pengelola Lucy In the Sky ini bergerak pada sektor consumer cyclicals dengan sub sektor consumer services. Industri LUCY adalah tourism dan recreation dengan sub industri restoran.

Selain itu, PT Mora Telematika Indonesia menerbitkan sukuk ijarah berkelanjutan I Moratelindo tahap IV pada 2021 dengan nilai nominal Rp 500 miliar. PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) memberikan peringkat idAA (sy) untuk sukuk ini dan PT Bank KB Bukopin Tbk bertindak sebagai wali amanat.

Total emisi obligasi dan sukuk yang telah tercatat sepanjang 2021 adalah 29 emisi dari 23 emiten senilai Rp 33,43 triliun. Total emisi obligasi dan sukuk yang tercatat di BEI hingga kini berjumlah 481 emisi dengan nilai nominal outstanding sebesar Rp 436,29 triliun dan USD 47,5 juta diterbitkan oleh 128 emiten.

Surat Berharga Negara (SBN) tercatat di BEI berjumlah 146 seri dengan nilai nominal Rp 4.242,05 triliun dan USD 400 juta. Efek Beragun Aset (EBA) sebanyak 11 emisi senilai Rp 6,8 triliun.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini