Serba-serbi Embung Bansari, dari Peninggalan Kolonial Hingga Destinasi Wisata Viral di Lereng Sindoro

Ketinggiannya mencapai 1.300–1.400 meter di atas permukaan laut (mdpl). Hal ini menjadikannya salah satu embung tertinggi di Jawa Tengah.

Diterbitkan 23 Mei 2025, 02:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Yogyakarta - Embung Bansari, sebuah bendungan tua di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, menyimpan jejak sejarah kolonial. Kini, lokasi ini berubah menjadi destinasi wisata populer dengan panorama alam dan fasilitas modern.

Mengutip dari laman Kabupaten Temanggung, Embung Bansari terletak di Desa Bansari, Kecamatan Bansari, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. Bendungan ini dibangun pada masa kolonial Belanda sebagai sarana irigasi untuk mendukung pertanian tembakau, komoditas utama kala itu.

Ketinggiannya mencapai 1.300–1.400 meter di atas permukaan laut (mdpl). Hal ini menjadikannya salah satu embung tertinggi di Jawa Tengah.

Pada awalnya, Embung Bansari berfungsi sebagai penampung air hujan untuk mengairi lahan pertanian seluas 100 hektar, terutama tanaman tembakau. Pembangunannya dimulai pada 13 Agustus 2019 dan diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada 14 Desember 2021.

Seiring waktu, Embung Bansari mengalami transformasi. Kawasan ini menjadi destinasi wisata yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Tirta Sembada yang awalnya hanya sekadar bendungan irigasi.

Kawasan ini menawarkan pemandangan dengan latar belakang sembilan gunung, termasuk Sindoro, Sumbing, dan Merbabu. Fasilitas seperti camping ground, gardu pandang, dan area pejalan kaki semakin menambah daya tariknya.

 

Suasana Alam Sejuk

Pengunjung dapat menikmati suasana alam yang sejuk dengan suhu mencapai 14 derajat Celsius di malam hari. Aktivitas yang banyak dilakukan oleh pengunjung di sini termasuk berkemah, tracking, dan menikmati sunrise dari ketinggian.

Tiket masuknya terjangkau, yakni Rp5.000 per orang, dengan tambahan biaya untuk parkir dan berkemah. Meski telah berubah menjadi destinasi wisata, fungsi utama Embung Bansari sebagai penyedia air irigasi tetap dipertahankan.

Hal ini sejalan dengan visi pemerintah untuk menggabungkan utilitas pertanian dengan potensi pariwisata. Keberadaannya juga mendukung program food estate hortikultura di Jawa Tengah.

Dari bendungan tua peninggalan kolonial hingga destinasi viral di media sosial, Embung Bansari menjadi contoh nyata transformasi infrastruktur perdesaan yang berkelanjutan. Lokasi ini menjadi daya tarik yang menarik banyak wisatawan dari berbagai daerah.

Penulis: Ade Yofi Faidzun