Liputan6.com, Jakarta - Ke mana wisatawan Indonesia paling banyak bepergian pada kuartal kedua 2026? Data Traveloka SEA Index Q2 2026 menunjukkan sejumlah nama besar masih mendominasi pilihan perjalanan, baik untuk destinasi di dalam negeri maupun luar negeri.
Sebagai informasi, Q2 2026 atau kuartal II 2026 berlangsung dari 1 April hingga 30 Juni 2026. Traveloka SEA Index edisi ini melihat bagaimana wisatawan di Asia Tenggara benar-benar melakukan perjalanan selama periode tersebut.
Khusus wisatawan Indonesia, data dari Traveloka membagikan destinasi menjadi dua kelompok, yakni domestik dan internasional. Pengurutan di bawah ini menggunakan volume pemesanan, sehingga pembaca bisa membedakannya dari daftar destinasi yang memiliki pertumbuhan permintaan paling tinggi.
Advertisement
Destinasi domestik yang paling banyak dipesan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5180931/original/053270400_1743849571-20250405-Monas-HER_1.jpg)
1. Jakarta
Jakarta menjadi destinasi domestik dengan volume pemesanan terbesar wisatawan Indonesia pada Q2 2026. Indeks volumenya berada di angka 100, yang menjadi patokan tertinggi dalam daftar tersebut.
Jakarta juga mencatat Skor Permintaan 29 dengan biaya perjalanan sekitar 1,1 kali rata-rata pengeluaran wisatawan Indonesia.
Posisinya sebagai pusat bisnis dan perjalanan domestik membuat Jakarta masih menjadi tujuan utama wisatawan di dalam negeri.
2. Surabaya
Di posisi kedua ada Surabaya dengan indeks volume pemesanan 28 dan Skor Permintaan 23.
Sebagai salah satu gerbang utama Jawa Timur, Surabaya menjadi pilihan untuk berbagai kebutuhan perjalanan, mulai dari bisnis, keluarga, hingga perjalanan menuju kawasan Indonesia timur.
Biaya perjalanan ke Surabaya tercatat sekitar 0,9 kali rata-rata pengeluaran wisatawan Indonesia.
3. Yogyakarta
Yogyakarta berada di posisi ketiga dengan indeks volume pemesanan 25.
Menariknya, meskipun volume pemesanannya masih di bawah Jakarta dan Surabaya, Yogyakarta memiliki Skor Permintaan 81. Angka ini menunjukkan pertumbuhan permintaan yang jauh lebih kuat.
Dengan biaya perjalanan sekitar 0,7 kali rata-rata, Yogyakarta menawarkan perpaduan budaya, kuliner, dan berbagai pengalaman wisata dengan biaya yang relatif terjangkau.
4. Bali/Denpasar
Berikutnya ada Bali/Denpasar dengan indeks volume pemesanan 24 dan Skor Permintaan 6.
Bali masih menjadi salah satu destinasi favorit wisatawan Indonesia. Namun, dari sisi pertumbuhan permintaan, posisinya tidak setinggi sejumlah destinasi lain.
Data dari Traveloka menunjukkan mulai muncul kecenderungan wisatawan untuk melirik kota-kota alternatif yang menawarkan pengalaman wisata dengan biaya lebih terjangkau.
5. Bandung
Bandung melengkapi lima besar destinasi domestik dengan indeks volume pemesanan 20.
Meski volumenya berada di posisi kelima, Bandung justru mencatat Skor Permintaan 84. Dengan biaya perjalanan sekitar 0,4 kali rata-rata, kota ini menjadi salah satu contoh kuat pergeseran preferensi wisatawan menuju destinasi yang lebih terjangkau.
Kuliner, belanja, dan berbagai aktivitas wisata menjadi daya tarik Bandung bagi wisatawan domestik.
Advertisement
Destinasi internasional yang paling banyak dipesan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2729580/original/092364600_1550217501-20190214-Kunjungi-Menara-Tertinggi-Kualalumpur-AFP-1.jpg)
Setelah melihat destinasi dalam negeri, berikutnya adalah lima tujuan luar negeri yang paling banyak dipesan wisatawan Indonesia pada periode yang sama.
1. Kuala Lumpur
Kuala Lumpur menjadi destinasi internasional dengan volume pemesanan tertinggi. Indeks volumenya mencapai 100, dengan Skor Permintaan 32.
Biaya perjalanan tercatat sekitar 1,8 kali rata-rata pengeluaran wisatawan Indonesia.
Jarak yang relatif dekat, banyaknya pilihan penerbangan, serta daya tarik wisata perkotaan membuat Kuala Lumpur tetap menjadi pilihan utama untuk perjalanan ke luar negeri.
2. Singapura
Di posisi kedua ada Singapura, dengan indeks volume pemesanan 48 dan Skor Permintaan 26.
Meski pertumbuhan pemesanannya mulai melambat, minat masyarakat Indonesia terhadap Singapura masih tinggi. Hal tersebut terlihat dari tingginya volume pencarian terhadap destinasi tersebut.
Dalam data yang diberikan Traveloka, pencarian perjalanan ke Singapura dari Indonesia meningkat 12 persen, sementara pemesanannya turun 11 persen.
3. Penang
Penang menempati posisi ketiga dengan indeks volume pemesanan 41.
Namun, jika melihat pertumbuhan permintaan, Penang justru mencatat angka yang sangat kuat, yakni 87. Biaya perjalanan berada di sekitar 1,9 kali rata-rata pengeluaran.
Rata-rata lama menginap yang semakin panjang dan ukuran rombongan yang lebih besar juga mengindikasikan semakin kuatnya tren perjalanan keluarga. Penang turut memiliki daya tarik kuliner dan wisata kesehatan yang telah lama dikenal.
4. Bangkok
Di posisi keempat ada Bangkok dengan indeks volume pemesanan 34 dan Skor Permintaan 65.
Biaya perjalanan ke Bangkok berada di sekitar 3,3 kali rata-rata pengeluaran wisatawan Indonesia.
Meski membutuhkan biaya relatif lebih tinggi, Bangkok tetap menjadi pilihan bagi wisatawan yang mencari pengalaman wisata perkotaan. Pertumbuhan pemesanannya juga masih melampaui rata-rata pasar.
5. Tokyo
Tokyo melengkapi lima besar destinasi internasional dengan indeks volume pemesanan 14.
Kota ini mencatat Skor Permintaan 39 dengan biaya perjalanan sekitar 5,9 kali rata-rata pengeluaran.
Artinya, Tokyo membutuhkan anggaran perjalanan yang jauh lebih besar dibandingkan sejumlah destinasi lainnya. Meski begitu, minat wisatawan Indonesia untuk berkunjung tetap kuat.
Jadi, mana yang paling cepat pertumbuhannya?
Bagian ini penting dibedakan dari daftar sebelumnya. Volume pemesanan menunjukkan destinasi mana yang paling banyak dipesan, sedangkan Skor Permintaan menunjukkan kekuatan pertumbuhan permintaan.
Jika dilihat dari pertumbuhannya, sejumlah destinasi yang berada di luar posisi teratas berdasarkan volume justru menunjukkan momentum yang lebih kuat.
Untuk domestik, Malang menjadi destinasi dengan pertumbuhan permintaan tertinggi dengan Skor Permintaan 90, disusul Bandung dengan 84 dan Yogyakarta dengan 81.
Sementara di kategori internasional, Seoul mencatat Skor Permintaan 99, diikuti Penang dengan 87.
Dengan kata lain, Jakarta dan Kuala Lumpur merupakan destinasi dengan volume pemesanan tertinggi, sedangkan Malang dan Seoul menjadi contoh destinasi dengan pertumbuhan permintaan yang sangat kuat.
Perbedaan ini penting karena memperlihatkan bahwa destinasi yang paling banyak dipesan belum tentu menjadi destinasi yang pertumbuhannya paling cepat.
Advertisement
Mengapa wisatawan mulai melirik destinasi yang lebih terjangkau?
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5377518/original/023745700_1760100051-jogja.jpg)
Traveloka mencatat ada beberapa kemungkinan yang mendasari perubahan tersebut. Salah satunya adalah faktor harga.
Destinasi dengan pertumbuhan permintaan tertinggi pada kuartal ini, seperti Malang, Penang, Bandung, dan Yogyakarta, memiliki biaya perjalanan sekitar 0,4–0,8 kali rata-rata. Sebaliknya, Bali dan Jakarta berada pada kategori yang lebih premium.
Selain itu, masyarakat Indonesia tidak berhenti bepergian meskipun mempertimbangkan biaya. Mereka justru cenderung memilih destinasi yang lebih terjangkau tanpa mengurangi kualitas pengalaman wisatanya.
“Edisi pertama dari Traveloka SEA Index menunjukkan bahwa wisatawan Asia Tenggara kini semakin percaya diri dan memiliki rasa ingin tahu yang lebih besar. Mereka bersedia bepergian lebih jauh, tinggal lebih lama, dan berinvestasi lebih banyak pada pengalaman yang membuat sebuah perjalanan benar-benar berkesan, termasuk semakin banyak menemukan pengalaman tersebut di destinasi pesisir di kawasan Asia Tenggara sendiri,” ujar VP of Product, Accommodation Traveloka Umang Choudhary kepada Liputan6.com, Kamis (20/8/2026).
Pola tersebut terlihat dari meningkatnya perhatian terhadap destinasi seperti Malang, Bandung, Yogyakarta, dan Penang yang menawarkan pengalaman wisata dengan biaya relatif lebih terjangkau.
Traveloka SEA Index berdasarkan perjalanan yang benar-benar dilakukan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2999067/original/069463400_1576598456-shutterstock_1520031812.jpg)
Traveloka menyebut indeks ini disusun untuk memberikan gambaran kepada pelaku industri dan publik mengenai perkembangan perjalanan wisatawan di Asia Tenggara setiap kuartal.
“Kami menghadirkan Index ini untuk memberikan gambaran kepada para pelaku industri dan publik setiap kuartal, berdasarkan bukan pada survei atau perkiraan trend, melainkan pada pilihan perjalanan yang benar-benar dilakukan oleh wisatawan di seluruh kawasan," ujar Umang.
Pada akhirnya, data Q2 2026 memperlihatkan dua cerita sekaligus. Dari sisi volume, Jakarta dan Kuala Lumpur masih menjadi pilihan utama wisatawan Indonesia. Namun dari sisi pertumbuhan permintaan, Malang, Bandung, Yogyakarta, Penang, hingga Seoul menunjukkan momentum yang lebih kuat.
Tren ini memperlihatkan wisatawan Indonesia tetap gemar bepergian, tetapi semakin memperhatikan biaya dan kualitas pengalaman ketika menentukan tujuan perjalanan.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9314286/original/024914700_1785742099-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-03T142618.819.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5496780/original/008517100_1770603779-bpjs.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5106272/original/077387000_1737601756-Bp2mi1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5411187/original/066520500_1763004762-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2025-11-13T103028.882.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2824139/original/086351500_1559984815-20190608-Kota-Tua-Jakarta-Selama-Libur-Lebaran-FANANI-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1371647/original/089298800_1476255507-DKI_Jakarta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1372665/original/083939200_1476339147-surabaya.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1372762/original/077068000_1476344055-yogya.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9349154/original/070984700_1789475303-WhatsApp_Image_2026-09-15_at_7.23.17_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5349953/original/059135700_1757945389-Bapenas.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346936/original/048560000_1789222746-WhatsApp_Image_2026-09-12_at_19.50.01.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5010796/original/017006400_1731931573-20241117_084948.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3518881/original/000279300_1627027346-karbon_un.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346407/original/065215400_1789134579-WhatsApp_Image_2026-09-11_at_8.17.12_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343729/original/089297500_1788876170-ChatGPT_Image_8_Sep_2026__20.55.32.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9345099/original/099922200_1789018436-WhatsApp_Image_2026-09-09_at_8.12.08_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9344539/original/028876300_1788949127-WhatsApp_Image_2026-09-09_at_15.29.33.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1527841/original/075874300_1488787214-IMG_1488240797111.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343987/original/026376000_1788929980-toraja_2.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343928/original/029365100_1788925942-WhatsApp_Image_2026-09-09_at_09.14.10.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9348238/original/092431200_1789396109-pensi_sma_3_jakarta-20260914-118-busan.webp)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4078365/original/010041200_1656929598-20220704-Rekayasa_Lalu_Lintas_di_Kawasan_Bundaran_HI-FANANI_6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9347484/original/052975700_1789338155-20260913_200540.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346503/original/010033600_1789165814-f7ad0f51-dfb1-4f54-ac23-a9da99b3cf60.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346304/original/079645600_1789121775-MAMAMOO-2-1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346096/original/025234200_1789109856-WhatsApp_Image_2026-09-11_at_13.05.47__2_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9345852/original/069561400_1789097273-japanese-man-spending-time-outdoors-alone.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5296510/original/066264600_1753591888-WhatsApp_Image_2025-07-27_at_11.22.56_c63dbb11.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9345089/original/069535000_1789018007-IMG_4408.jpg)