Wisatawan Indonesia Makin Selektif, Destinasi Terjangkau Mulai Jadi Pilihan

Traveloka SEA Index Q2 2026 menunjukkan wisatawan Indonesia semakin selektif memilih destinasi, dengan kota-kota terjangkau seperti Malang, Bandung, dan Jogja.

Diterbitkan 20 Agustus 2026, 09:14 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Tren perjalanan wisatawan Indonesia pada kuartal II 2026 menunjukkan perubahan menarik. Masyarakat masih aktif bepergian, tetapi pilihan destinasi mulai bergeser. Destinasi yang menawarkan pengalaman menarik dengan biaya perjalanan lebih terjangkau semakin mendapat perhatian.

Gambaran tersebut tercermin dalam Traveloka SEA Index Q2 2026, yang memotret perkembangan perilaku perjalanan wisatawan di kawasan Asia Tenggara. Indeks ini melihat pilihan perjalanan yang benar-benar dilakukan wisatawan, bukan sekadar berdasarkan survei atau perkiraan tren.

“Edisi pertama dari Traveloka SEA Index menunjukkan bahwa wisatawan Asia Tenggara kini semakin percaya diri dan memiliki rasa ingin tahu yang lebih besar. Mereka bersedia bepergian lebih jauh, tinggal lebih lama, dan berinvestasi lebih banyak pada pengalaman yang membuat sebuah perjalanan benar-benar berkesan, termasuk semakin banyak menemukan pengalaman tersebut di destinasi pesisir di kawasan Asia Tenggara sendiri,” ujar VP of Product, Accommodation Traveloka Umang Choudhary kepada Liputan6.com, Kamis (20/8/2026).

Menurut Umang, Traveloka SEA Index dihadirkan untuk memberikan gambaran secara berkala kepada pelaku industri maupun publik mengenai perkembangan perjalanan wisatawan di kawasan Asia Tenggara.

“Kami menghadirkan Index ini untuk memberikan gambaran kepada para pelaku industri dan publik setiap kuartal, berdasarkan bukan pada survei atau perkiraan trend, melainkan pada pilihan perjalanan yang benar-benar dilakukan oleh wisatawan di seluruh kawasan," ujar Umang.

Malang Jadi Salah Satu Destinasi yang Mencuri Perhatian

Salah satu perubahan yang terlihat pada perjalanan wisatawan Indonesia adalah meningkatnya minat terhadap destinasi domestik tertentu. Malang menjadi salah satu kota yang mencatat pertumbuhan permintaan tinggi pada kuartal II 2026.

Kota di Jawa Timur ini menawarkan kombinasi wisata alam, budaya, kuliner, dan berbagai aktivitas yang bisa dinikmati wisatawan. Karakter tersebut membuat Malang menjadi alternatif menarik bagi masyarakat yang ingin berlibur tanpa harus mengeluarkan biaya sebesar perjalanan ke sejumlah destinasi premium.

Selain Malang, Bandung dan Yogyakarta juga masuk dalam jajaran destinasi domestik dengan pertumbuhan permintaan yang kuat.

Bukan Berhenti Liburan, tetapi Lebih Pintar Memilih

Perubahan pilihan destinasi ini menunjukkan bahwa wisatawan tidak serta-merta mengurangi aktivitas perjalanan ketika mempertimbangkan biaya. Sebaliknya, mereka bisa memilih destinasi alternatif yang menawarkan pengalaman menarik dengan pengeluaran yang lebih sesuai dengan anggaran.

Data dari Traveloka SEA Index mengatakan bahwa destinasi dengan pertumbuhan permintaan tinggi seperti Malang, Penang, Bandung, dan Yogyakarta berada pada kategori biaya perjalanan yang relatif lebih rendah dibandingkan rata-rata pengeluaran perjalanan.

Kondisi tersebut memperlihatkan adanya kecenderungan wisatawan untuk mencari value for money. Pengalaman tetap menjadi bagian penting dalam perjalanan, tetapi biaya yang dikeluarkan juga semakin diperhitungkan.

Bali Masih Diminati

Meski destinasi alternatif mulai mendapatkan perhatian, Bali tetap menjadi salah satu tujuan favorit wisatawan Indonesia. Hanya saja, pertumbuhan destinasi lain memperlihatkan bahwa pilihan wisatawan kini semakin beragam.

Wisatawan tidak hanya terpaku pada destinasi yang sudah populer. Kota-kota yang menawarkan pengalaman berbeda, akses yang relatif mudah, serta biaya perjalanan yang lebih terjangkau juga mulai dilirik.

Hal ini sejalan dengan gambaran Traveloka bahwa wisatawan Asia Tenggara semakin berani mengeksplorasi destinasi baru dan mencari pengalaman yang lebih berkesan selama perjalanan.

Penang Jadi Pilihan Perjalanan Internasional

Tren serupa juga terlihat pada perjalanan ke luar negeri. Penang menjadi salah satu destinasi internasional yang menunjukkan pertumbuhan permintaan tinggi dari wisatawan Indonesia.

Selain dikenal dengan wisata kuliner dan budayanya, Penang juga memiliki daya tarik untuk perjalanan bersama keluarga. Data dalam indeks menunjukkan adanya kecenderungan wisatawan tinggal lebih lama dan bepergian dalam rombongan yang lebih besar ketika mengunjungi destinasi tersebut.

Hal ini menarik karena memperlihatkan bahwa perjalanan wisata tidak selalu identik dengan kunjungan singkat. Ketika menemukan destinasi yang dianggap sesuai, wisatawan justru dapat mengalokasikan lebih banyak waktu untuk menikmati pengalaman di dalamnya.

Seoul Juga Mencatat Pertumbuhan Kuat

Di luar destinasi Asia Tenggara, Seoul juga menjadi salah satu kota yang mencatat pertumbuhan permintaan tinggi.

Popularitas budaya Korea, hiburan, kuliner, hingga aktivitas belanja menjadi bagian dari daya tarik perjalanan ke ibu kota Korea Selatan tersebut. Pertumbuhan ini menunjukkan bahwa wisatawan Indonesia tetap memiliki minat terhadap perjalanan jarak jauh ketika destinasi tersebut menawarkan pengalaman yang dianggap sepadan.

Wisatawan Semakin Mencari Pengalaman

Secara keseluruhan, Traveloka SEA Index Q2 2026 memperlihatkan bahwa tren perjalanan wisatawan Indonesia tidak hanya bisa dilihat dari destinasi mana yang paling banyak dikunjungi.

Ada perubahan yang lebih luas dalam cara wisatawan menentukan perjalanan. Biaya tetap menjadi pertimbangan, tetapi pengalaman juga semakin penting. Wisatawan mencari destinasi yang bisa memberikan pengalaman berkesan, baik melalui wisata alam, budaya, kuliner, aktivitas keluarga, maupun eksplorasi destinasi baru.

Dengan begitu, meningkatnya minat terhadap kota-kota seperti Malang, Bandung, Yogyakarta, hingga Penang bukan hanya soal mencari perjalanan murah. Fenomena tersebut juga menunjukkan bahwa wisatawan semakin percaya diri mengeksplorasi pilihan baru sambil tetap mempertimbangkan nilai yang mereka dapatkan dari setiap perjalanan.