Liputan6.com, Jakarta - Teras menjadi salah satu bagian rumah yang paling mudah terlihat dari luar, sehingga penataannya bisa memberikan kesan pertama yang kuat terhadap keseluruhan hunian. Tidak harus luas atau dipenuhi berbagai dekorasi, teras berukuran terbatas justru bisa terlihat menarik ketika dipadukan dengan taman kecil yang ditata secara sederhana dan proporsional.
Bagi pemilik rumah minimalis, keberadaan taman kecil di sekitar teras juga dapat membuat suasana rumah terasa lebih segar tanpa mengorbankan banyak ruang. Beberapa tanaman hijau, batu alam, pot, atau elemen kayu sudah cukup untuk menghadirkan nuansa alami yang membuat area depan rumah terasa lebih hidup dan nyaman.
Menariknya, konsep teras dengan taman kecil bisa disesuaikan dengan berbagai gaya rumah, mulai dari minimalis modern, Japandi, hingga tropis. Penataan yang tepat juga dapat membuat lahan sempit terlihat lebih lapang karena setiap elemen ditempatkan berdasarkan fungsi dan kebutuhan, bukan sekadar memenuhi ruang yang tersedia. Berikut beberapa inspirasi desain teras rumah minimalis yang telah Liputan6 rangkum dari berbagai sumber, Rabu, (16/9).
Advertisement
1. Teras dengan Taman Koral Minimalis
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9349309/original/082281200_1789519797-b42ffdb8-0d08-45ce-8437-c56cfb3737ef.jpg)
Taman koral dapat menjadi pilihan ketika ingin menghadirkan unsur hijau di depan rumah tanpa membuat area terasa terlalu penuh. Batu koral dapat digunakan untuk menutup permukaan tanah di sekitar tanaman, sementara beberapa tanaman hijau ditempatkan sebagai aksen agar komposisinya tetap sederhana dan enak dipandang.
Pada teras berukuran kecil, gunakan satu atau dua tanaman utama dengan bentuk yang menarik sehingga perhatian tidak terpecah oleh terlalu banyak jenis tanaman. Batu koral berwarna putih, abu-abu, atau krem juga dapat disesuaikan dengan warna lantai dan dinding rumah agar seluruh bagian depan terlihat menyatu.
Supaya tetap mudah dirawat, taman koral sebaiknya memiliki batas yang jelas dengan area teras dan jalur masuk rumah. Tambahkan beberapa batu pijakan jika taman digunakan sebagai area yang perlu dilewati, sehingga permukaan koral tidak mudah berantakan sekaligus memberikan detail dekoratif yang membuat teras terlihat lebih menarik.
Advertisement
2. Teras dengan Taman Memanjang
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9349310/original/033371200_1789519813-42e944ac-a350-4c00-b3fd-5fc934b29ac1.jpg)
Taman memanjang cocok diterapkan pada rumah yang memiliki halaman depan sempit tetapi masih ingin menyediakan area hijau di dekat teras. Bentuknya dapat dibuat mengikuti sisi teras atau dinding rumah, sehingga lahan yang tersedia tetap bisa dimanfaatkan tanpa mengurangi area untuk berjalan dan membuka pintu.
Agar tampilannya tidak monoton, gunakan kombinasi tanaman dengan ukuran berbeda dalam satu garis tanam. Tanaman yang lebih tinggi dapat ditempatkan di bagian belakang, sedangkan tanaman rendah atau tanaman penutup tanah bisa mengisi bagian depan untuk menciptakan susunan yang lebih berlapis dan terlihat alami.
Pembatas taman dapat menggunakan batu alam, semen, kayu, atau material lain yang sesuai dengan tampilan rumah. Jika area sangat terbatas, pilih tanaman yang tumbuh relatif teratur dan tidak terlalu melebar agar taman tetap rapi serta tidak mengganggu sirkulasi penghuni ketika keluar dan masuk rumah.
3. Teras Minimalis dengan Taman Vertikal
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9349311/original/031081900_1789519824-6dfa123c-9e73-4e04-bb4f-3d4a1a09810b.jpg)
Taman vertikal dapat menjadi solusi menarik bagi rumah yang hampir tidak memiliki lahan untuk membuat taman kecil secara horizontal. Dinding kosong di sekitar teras dapat dimanfaatkan sebagai tempat tanaman, sehingga unsur hijau tetap hadir tanpa mengambil banyak ruang dari lantai teras yang bisa digunakan untuk aktivitas sehari-hari.
Gunakan rak tanaman bertingkat, panel khusus, atau susunan pot yang ditempel pada dinding untuk mendapatkan tampilan yang lebih teratur. Pilih tanaman dengan ukuran dan karakter yang sesuai agar dinding tidak terlihat terlalu padat, terutama jika teras berukuran kecil dan memiliki pencahayaan yang terbatas.
Selain menghemat tempat, taman vertikal juga bisa menjadi titik perhatian pada bagian depan rumah. Supaya tampilannya tidak berlebihan, sebaiknya gunakan warna pot yang senada dengan dinding atau lantai teras, kemudian sisakan sebagian area dinding agar komposisi keseluruhan tetap terasa ringan dan tidak sesak.
Advertisement
4. Teras dengan Taman di Tengah
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9349312/original/086211200_1789519831-9bf14284-cfa0-4bb9-ae2c-c6371f42042c.jpg)
Menyisakan bagian kecil di tengah atau salah satu sisi teras sebagai taman terbuka dapat memberikan karakter berbeda pada rumah minimalis. Area hijau tersebut bisa menjadi titik fokus yang menghubungkan bagian dalam rumah dengan halaman, terutama jika pintu atau jendela menghadap langsung ke taman kecil tersebut.
Taman tidak perlu dibuat dalam ukuran besar karena satu tanaman utama yang memiliki bentuk menarik sudah dapat menjadi elemen dekoratif. Tambahkan batu alam, kerikil, atau tanaman rendah di sekelilingnya agar area tersebut memiliki tampilan yang lebih lengkap tanpa terlihat terlalu ramai.
Jika ingin membuat konsep yang lebih menyatu, gunakan material pembatas taman yang serupa dengan material pada teras. Perbedaan tekstur antara lantai, tanah, batu, dan tanaman justru dapat membuat area sederhana terasa lebih dinamis, sementara ruang kosong di sekitarnya tetap dipertahankan agar teras nyaman digunakan.
5. Teras Japandi dengan Taman Kecil
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9349313/original/018980100_1789519842-7d9bd2c0-3925-47e1-91cb-f4ace020c54c.jpg)
Gaya Japandi identik dengan tampilan sederhana, penggunaan warna netral, serta kehadiran material alami yang membuat rumah terasa hangat. Konsep tersebut bisa diterapkan pada teras dengan menghadirkan bangku kayu sederhana, pot bernuansa natural, dan beberapa tanaman hijau yang ditempatkan secara terukur di sekitar area duduk.
Taman kecil dalam konsep ini sebaiknya tidak dipenuhi banyak ornamen karena kekuatan desain Japandi justru terletak pada kesederhanaan. Pilih beberapa tanaman dengan bentuk yang bersih dan gunakan pot dengan desain sederhana agar perhatian tetap tertuju pada keseimbangan antara ruang kosong, furnitur, dan tanaman.
Warna seperti putih, krem, cokelat muda, dan abu-abu dapat digunakan sebagai dasar untuk menciptakan suasana yang tenang. Jika ingin menambahkan aksen, material batu alam atau kayu dapat digunakan secukupnya sehingga teras tetap terasa hangat tanpa kehilangan karakter minimalis yang menjadi ciri utamanya.
Advertisement
6. Teras Tropis dengan Tanaman Berdaun Lebar
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9349314/original/028511900_1789519850-659e3424-69e9-413b-95d4-5c8f1bed7dfa.jpg)
Teras tropis dapat membuat rumah minimalis terasa lebih segar dengan memanfaatkan tanaman berdaun lebar sebagai elemen utama. Jenis tanaman seperti palem atau tanaman berdaun besar dapat ditempatkan di dekat sudut teras untuk memberikan kesan hijau yang kuat tanpa membutuhkan banyak dekorasi tambahan.
Pada lahan terbatas, cukup pilih satu tanaman yang menjadi fokus kemudian lengkapi dengan beberapa tanaman berukuran lebih kecil. Pengelompokan berdasarkan tinggi tanaman dapat membantu menciptakan tampilan yang lebih natural sekaligus menjaga area teras agar tidak terlihat penuh dan sulit digunakan.
Gunakan pot berwarna tanah, cokelat, abu-abu, atau warna natural lainnya agar nuansa tropis terasa lebih kuat. Jika teras mendapatkan cukup sinar matahari, pilih tanaman yang sesuai dengan kondisi tersebut dan tetap perhatikan kebutuhan penyiraman supaya taman kecil tidak hanya menarik ketika baru ditata, tetapi juga tetap terawat dalam jangka panjang.
7. Teras dengan Taman dan Jalan Setapak
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9349315/original/074704500_1789519857-dacc4cb0-b2f1-4484-b0d6-201d91f75aa7.jpg)
Jalan setapak yang melewati taman kecil dapat membuat bagian depan rumah terasa seperti memiliki area lanskap yang lebih luas. Batu pijakan dapat disusun dari halaman menuju pintu utama dengan menyisakan tanaman di kedua sisinya, sehingga jalur masuk sekaligus menjadi bagian dari dekorasi rumah.
Pilih batu dengan bentuk dan warna yang sesuai dengan desain teras agar tidak terlihat seperti elemen yang berdiri sendiri. Jarak antarbatu juga perlu dibuat nyaman untuk langkah kaki, sedangkan tanaman di sekelilingnya sebaiknya tidak tumbuh terlalu lebar agar jalur tetap mudah digunakan oleh penghuni maupun tamu.
Untuk memberikan kesan lebih alami, kombinasikan tanaman rendah dengan satu atau dua tanaman yang memiliki bentuk lebih tinggi. Jika lahan sangat kecil, hindari terlalu banyak variasi tanaman dan ornamen karena jalan setapak, tanaman, serta teras sudah menjadi beberapa elemen visual yang cukup kuat untuk mempercantik bagian depan rumah.
Advertisement
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Desain Teras Rumah Minimalis
1. Bagaimana membuat taman kecil di teras rumah minimalis?
Gunakan beberapa tanaman yang sesuai ukuran lahan, kemudian lengkapi dengan pot, batu koral, atau elemen natural secukupnya agar teras tetap terasa lega.
2. Tanaman apa yang cocok untuk taman kecil di teras?
Pilih tanaman berdasarkan kondisi cahaya dan luas area, seperti tanaman berdaun hijau, tanaman rendah, atau tanaman dalam pot yang mudah dipindahkan.
3. Apakah teras sempit bisa memiliki taman?
Bisa, terutama dengan menggunakan taman memanjang, taman vertikal, atau tanaman dalam pot agar tidak banyak mengambil ruang lantai.
4. Bagaimana agar taman kecil tidak membuat teras terlihat penuh?
Batasi jumlah tanaman dan pilih ukuran pot yang proporsional, kemudian sisakan ruang kosong yang cukup untuk jalur berjalan dan aktivitas penghuni.
5. Apakah taman pot cocok untuk rumah minimalis?
Cocok karena posisi tanaman dan pot dapat diubah dengan mudah tanpa mengubah struktur teras atau melakukan renovasi permanen.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9314286/original/024914700_1785742099-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-03T142618.819.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5496780/original/008517100_1770603779-bpjs.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5106272/original/077387000_1737601756-Bp2mi1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5411187/original/066520500_1763004762-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2025-11-13T103028.882.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9349308/original/090978400_1789519789-9e9f44e1-8fee-4363-8c8f-5602a557cc3f.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5349953/original/059135700_1757945389-Bapenas.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346936/original/048560000_1789222746-WhatsApp_Image_2026-09-12_at_19.50.01.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5010796/original/017006400_1731931573-20241117_084948.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3518881/original/000279300_1627027346-karbon_un.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346407/original/065215400_1789134579-WhatsApp_Image_2026-09-11_at_8.17.12_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343729/original/089297500_1788876170-ChatGPT_Image_8_Sep_2026__20.55.32.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9345099/original/099922200_1789018436-WhatsApp_Image_2026-09-09_at_8.12.08_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9344539/original/028876300_1788949127-WhatsApp_Image_2026-09-09_at_15.29.33.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1527841/original/075874300_1488787214-IMG_1488240797111.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343987/original/026376000_1788929980-toraja_2.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343928/original/029365100_1788925942-WhatsApp_Image_2026-09-09_at_09.14.10.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9340277/original/096438600_1788499326-ChatGPT_Image_4_Sep_2026__12.19.35.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9347161/original/041142200_1789280132-Gemini_Generated_Image_9xye379xye379xye.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9349028/original/090778200_1789468880-ChatGPT_Image_15_Sep_2026__17.40.39.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5566968/original/005511500_1777262213-kamar_2x3_1a.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5523724/original/081865800_1772858013-jasa_bersih2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5479335/original/096092700_1768974916-cabai_di_polybag__4_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9348956/original/085802600_1789464370-Screenshot_2026-09-15_162502.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9349029/original/081488500_1789468884-Screenshot_2026-09-15_173653.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9348939/original/028812200_1789463922-496e4d9b-6b08-46eb-9e5c-9931ab276645.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9334690/original/018421400_1787893059-fa9709bf-aaf1-4f93-ba04-104b3096c2e8.jpg)