Respons Isu Banjir, Pelindo Siapkan Rp500 Juta untuk Perbaikan Drainase

Pelindo tidak pernah menutup saluran drainase seperti yang diberitakan sebelumnya.

Diterbitkan 27 April 2025, 10:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Lampung - General Manager PT Pelindo Regional II Panjang, Imam Rahmiyadi, memberikan klarifikasi terkait musibah banjir yang melanda kawasan Kecamatan Panjang, Bandar Lampung. Dalam konferensi pers yang digelar Rabu (23/4/2025), Imam menegaskan bahwa Pelindo tidak pernah menutup saluran drainase seperti yang diberitakan sebelumnya.

"Jalur drainase dari pemukiman warga menuju ke laut berada di luar area pelabuhan dan tidak bersinggungan dengan tembok pengaman," tegas dia.

Dia menjelaskan bahwa tembok pelabuhan yang menjadi sorotan publik sebenarnya merupakan bagian dari sistem pengamanan sesuai standar internasional ISP Code.

Pernyataan itu disampaikan menyusul banjir yang menyebabkan tiga korban jiwa di Sungai Raya Pas, Panjang, dan memunculkan spekulasi soal kontribusi Pelindo terhadap masalah tersebut.

Pelindo Klaim Telah Lakukan Normalisasi Sejak Awal Tahun

Dalam penjelasannya, Imam Rahmiyadi menyebutkan bahwa sejak awal tahun 2024, Pelindo telah melakukan sejumlah upaya pencegahan banjir. Salah satu langkah yang ditempuh adalah program normalisasi drainase yang dilakukan bersama Pemerintah Kota Bandar Lampung dan Kecamatan Panjang.

"Saluran air dari Bypass hingga Teluk Ambon sudah kami bersihkan sepanjang 2,5 kilometer, termasuk yang membawa air dari kawasan perbukitan," ungkapnya. 

Normalisasi tersebut dilakukan untuk memastikan aliran air tidak terhambat dan mengurangi risiko banjir. 

Imam menambahkan, ke depan pihaknya juga akan melakukan pengurukan serta pelebaran drainase di titik-titik rawan banjir.

Untuk mendukung program tersebut, Pelindo telah menyiapkan anggaran sebesar Rp500 juta dan terus melakukan koordinasi dengan pihak kelurahan, kecamatan, kepolisian, serta pemangku kepentingan lainnya.

Siap Bantu Warga Lewat Program CSR dan TGSL

Meskipun kawasan pelabuhan tidak terdampak banjir secara langsung, Pelindo merasa tetap bertanggung jawab atas kondisi lingkungan sekitarnya.

Melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) dan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TGSL), Pelindo ikut terlibat dalam pembersihan jalan, perbaikan saluran air, dan aksi lingkungan lainnya.

"Kami berkomitmen membantu masyarakat sekitar. Drainase harus dirawat secara rutin, apalagi sekarang sedimentasi bisa terjadi lebih cepat akibat cuaca ekstrem," janjinya.

Ia memastikan, kegiatan normalisasi dan pemeliharaan drainase akan terus dilanjutkan secara berkelanjutan untuk mengurangi risiko banjir di masa mendatang.

Â