Liputan6.com, Padang - Perubahan permukaan air Danau Singkarak menjadi kehitaman dalam sepekan belakangan diyakini karena cuaca ekstrem. Ketua Ikatan Ahli Geologi Sumatera Barat Ade Edward meyakini, fenomena ini terjadi karena gelombang cuaca dingin dari angin muson barat dari daratan Asia.
"Kondisi ini mengakibatkan 'bangai' dalam istilah masyarakat setempat atau lebih dikenal dengan arus balik," kata Ade Edward pada Liputan6.com, Jumat, 16 Desember 2016.
Menurut Ade, kondisi ini sejalan dengan perkiraan cuaca Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) di mana angin dengan karakter dingin ini terjadi dalam periode Oktober-Februari. Cuaca dingin menyebabkan tekanan di dasar danau hingga terangkat ke permukaan dan sebaliknya, permukaan air turun ke bawah.
"Semakin dingin cuaca, semakin dalam jangkauannya ke dasar danau sehingga mengangkat endapan-endapan dan sedimentasi di bawahnya," ujar Ade.
Ia membantah fenomena ini terjadi akibat aktivitas tektonik dan vulkanik di dasar danau. Ia mengatakan, Danau Singkarak tidak terletak di jalur gunung api, berbeda dengan Danau Maninjau yang terjadi akibat aktivitas vulkanik.
Menurut dia, hal serupa juga terjadi di Danau Kerinci di mana permukaan air berubah menjadi keruh, beberapa hari lalu. Dalam kondisi normal, permukaan air Danau Singkarak terlihat jernih.
"Ini murni karena cuaca ekstrem yang menimbulkan arus balik. Gempa tidak berdampak pada arus balik," kata dia.
Ia memprediksi, kondisi ini bisa terjadi satu hingga dua kali pada periode waktu angin muson barat melanda kawasan Sumatra. Dalam sepekan belakangan, warna air Danau Singkarak, Sumatera Barat, berubah menjadi keruh kehitaman. Fenomena ini berawal pada Minggu kemarin, yang terlihat masyarakat pinggir danau di kawasan Malalo, Kabupaten Tanah Datar, Sumatra Barat.
"Awalnya hanya di satu titik (Malalo)," kata Rangkayo Panduko (58).
Kondisi ini, menurut dia, menyebar menyeluruh ke sejumlah permukaan danau yang luasnya mencapai 107,8 kilometer persegi, hingga hari kelima.
Hanya saja, ujar dia, warnanya tidak sepakat saat fenomena ini terjadi di Malalo. Masyarakat menduga, fenomena ini dipicu akibat gempa Aceh 6,5 Skala Richter, 7 Desember 2016.
Menurut warga, hal serupa juga terjadi pada saat gempa mengguncang Aceh pada Desember 2004 lalu. Namun, ada juga warga yang menduga perubahan warna air Danau Singkarak karena adanya aktiitas vulkanik di dasar danau.
Perubahan warna air danau menjadi keruh ini mengakibatkan ikan di Danau Singkarak terangkat ke permukaan. Menurut Ade, ikan-ikan tersebut layak dikonsumsi karena tidak ada pengaruh racun pakan makanan yang mengendap di dasar danau.
"Ini semacam panen raya, layak dikonsumsi, karena ikan-ikan tersebut hanya 'mabuk' begitu sampai di permukaan akan normal kembali karena mendapat oksigen," kata Ade. Â
Bukan Gempa, Sebab Air Danau Singkarak Menghitam Versi Geologis
Gara-gara fenomena air Danau Singkarak menghitam, ikan-ikan di Danau Singkarak terangkat ke permukaan.
Copy Link
Batalkan
Advertisement
Copy Link
Batalkan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
Pentas Bola Dunia 2026
- Portugal vs Kroasia: Cristiano Ronaldo Ungkap Rahasia Tetap Tenang Saat Tendang Penalti!30 menit yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9104370/original/097375700_1783042219-ronaldo.jpg)
- Julian Nagelsmann Mundur dari Timnas Jerman, Jurgen Klopp Gantinya?1 jam yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5415752/original/060786800_1763419826-000_84BP8PA.jpg)
- Cristiano Ronaldo Tinggal Berapa Gol Lagi Menuju 1.000 Gol?2 jam yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9105249/original/065305000_1783042685-por7.jpg)
- Marc Cucurella Bersinar dengan 2 Assist saat Spanyol Hajar Austria3 jam yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9111027/original/077801500_1783052609-AP26183730218725.jpg)
- Portugal Jumpa Spanyol di Babak 16 Besar Piala Dunia 2026: Duel Panas Dua Raksasa Eropa4 jam yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9108027/original/057222500_1783044209-063_2284404573.jpg)
- Lumat Aljazair, Swiss Melenggang ke 16 Besar Piala Dunia 20264 jam yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9111051/original/091108400_1783054834-063_2284419230.jpg)
- Pengakuan Igor Matanovic Soal Gol Kroasia ke Gawang Portugal yang Dianulir Wasit5 jam yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9107326/original/029939500_1783043802-063_2284407272.jpg)
- Lamine Yamal Jadi Man of the Match saat Spanyol Singkirkan Austria di Piala Dunia 20265 jam yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9110984/original/061131000_1783049682-lamine.jpg)
- Swiss vs Aljazair Sedang Tanding, Dapatkan Link Live Streaming Piala Dunia 20266 jam yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262484/original/068324800_1781816932-AP26169744189345-Swiss.jpg)
- Link Live Streaming Piala Dunia 2026 Swiss vs Aljazair7 jam yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8706226/original/084990600_1782782102-mahrez.jpg)
- Tampil Lawan Kroasia, Cristiano Ronaldo Ukir Sejarah di Piala Dunia7 jam yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9108027/original/057222500_1783044209-063_2284404573.jpg)
- Prediksi Kolombia vs Ghana: Duel Bersejarah di Kansas City7 jam yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5342603/original/068582000_1757396190-AP25248015186096.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5566966/original/026954400_1777262107-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-04-27T105347.703.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9111045/original/054516000_1783054306-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-03T114409.776.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8359730/original/054220900_1782235074-063_2282965616.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8336960/original/043977000_1782207955-cek_fakta_-_bibit_Ikan_lele.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8965709/original/018208600_1782978698-17646437465375076649.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/729279/original/012595900_1409253702-view.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8769101/original/055174700_1782831715-Gempa_BMKG.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8711960/original/022070600_1782793259-BMKG_Ungkap_Strategi_Antisipasi_Kekeringan_di_Jawa.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3453943/original/049969200_1620650232-Jakarta_Cerah.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8585232/original/070297800_1782548214-Gempa_Pacitan.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/732754/original/044682900_1409879838-Jakarta_Cerah_berawan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8459914/original/018350300_1782359142-BMKG_Gempa_Jepang.jpeg)