Jetour Jadikan Malaysia Basis Ekspor dan Pusat R&D Asia Pasifik

Jetour memperkuat investasi di Malaysia dengan menjadikannya hub ekspor dan pusat pengembangan kendaraan di kawasan APAC.

Diterbitkan 24 Juli 2026, 10:18 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Produsen otomotif asal China, Jetour, menegaskan komitmennya menjadikan Malaysia sebagai basis ekspor sekaligus pusat penelitian dan pengembangan (research and development/R&D) untuk kawasan Asia Pasifik (APAC).

Dikutip dari paultan, Jumat (24/7/2026), komitmen tersebut kembali disampaikan saat peluncuran model Jetour T1, sekaligus melanjutkan rencana investasi yang telah diumumkan perusahaan sejak tahun lalu.

Sebelumnya, ketika menunjuk Berjaya Assembly sebagai mitra perakitan completely knocked down (CKD) pada April 2025, Jetour mengungkapkan rencana investasi senilai 841 juta ringgit Malaysia. Investasi tersebut mencakup sektor manufaktur, riset dan pengembangan, serta penguatan jaringan bisnis.

Melalui investasi tersebut, perusahaan memperkirakan akan menciptakan lebih dari 3.200 lapangan kerja dengan tingkat penggunaan komponen lokal melebihi 40 persen.

Saat ini, seluruh model Jetour yang dipasarkan di Malaysia telah dirakit secara lokal. Model tersebut meliputi Dashing, VT9, T1, dan T2.

Sebagai bagian dari strategi ekspornya, Jetour akan memulai pengiriman kendaraan dari Malaysia ke dua pasar yang menggunakan setir kanan, yakni Brunei Darussalam dan Afrika Selatan.

Dalam jangka panjang, Jetour berencana memperluas ekspor kendaraan rakitan Malaysia ke sejumlah negara lain, seperti Thailand, Selandia Baru, Australia, Vietnam, hingga Meksiko. Beberapa di antaranya merupakan pasar kendaraan dengan setir kiri.

 

Bangun Fasilitas CKD Baru

Untuk mendukung rencana tersebut, perusahaan akan membangun fasilitas CKD baru di Chery Smart Auto Park, Lembah Beringin, yang dijadwalkan mulai beroperasi pada akhir tahun ini. Fasilitas tersebut akan berdiri terpisah dari Chery Corporate Malaysia, meski masih berada dalam kawasan yang sama.

Selain menjadi basis produksi dan ekspor, Malaysia juga akan menjadi lokasi pusat R&D Jetour untuk kawasan Asia Pasifik. Pusat pengembangan tersebut akan memanfaatkan masukan dari berbagai negara, termasuk Indonesia, Afrika Selatan, Thailand, dan Australia, guna mengembangkan kendaraan yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing pasar.

Jetour menyebut pihaknya memiliki berbagai pilihan teknologi penggerak, mulai dari mesin pembakaran internal (ICE), plug-in hybrid electric vehicle (PHEV), hingga battery electric vehicle (BEV). Dengan portofolio tersebut, perusahaan menargetkan dapat menghadirkan kendaraan yang tidak hanya sesuai untuk pasar setir kanan maupun setir kiri, tetapi juga disesuaikan dengan kondisi jalan, preferensi konsumen, serta kebutuhan spesifik di setiap negara.