Tiga Raksasa Besi di Mining Indonesia 2026

Deretan alat berat berukuran jumbo yang dipamerkan sukses mencuri perhatian pengunjung, terutama dari kalangan pelaku industri pertambangan

Diterbitkan 10 September 2026, 14:04 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Area outdoor JIExpo Kemayoran, Jakarta, berubah menjadi panggung bagi para "raksasa besi" dalam ajang Mining Indonesia 2026. Deretan alat berat berukuran jumbo yang dipamerkan sukses mencuri perhatian pengunjung, terutama dari kalangan pelaku industri pertambangan dan pencinta otomotif berat.

Bukan tanpa alasan. Sejumlah unit yang hadir memiliki dimensi dan kemampuan yang sulit ditemukan pada kendaraan atau alat berat konvensional.

Mulai dari ekskavator kelas 150 ton, truk tambang dengan teknologi hybrid, hingga mobile crane yang mampu mengangkat beban lebih dari 100 ton.

Dari sekian banyak unit yang dipamerkan, setidaknya ada tiga alat berat yang menjadi sorotan utama.

1. Shantui SE1500LCW

Salah satu unit yang mencuri perhatian adalah ekskavator Shantui SE1500LCW. Sesuai kelasnya, alat berat ini memiliki bobot sekitar 150 ton dan dirancang untuk menangani pekerjaan pertambangan dalam skala besar.

Jantung mekanisnya mampu menghasilkan tenaga hingga 680 kW atau setara sekitar 911 HP. Angka tersebut menunjukkan bahwa ekskavator ini memang dirancang untuk menghadapi pekerjaan berat di medan pertambangan.

Tidak hanya mengandalkan tenaga besar, Shantui SE1500LCW juga memiliki bucket dengan kapasitas lebih dari 10 meter kubik. Artinya, dalam satu kali pengerukan, ekskavator ini dapat membawa material dalam jumlah sangat besar.

Untuk menjaga kestabilan ketika bekerja di medan ekstrem, unit tersebut menggunakan struktur undercarriage yang dibuat ekstra kokoh. Konstruksi ini menjadi salah satu faktor penting ketika ekskavator digunakan untuk mengeruk tebing batu bara maupun material mineral yang keras.

2. Sany SRT100S

Jika Shantui SE1500LCW mengandalkan kemampuan pengerukan, Sany SRT100S hadir sebagai salah satu bintang di kelas dump truck tambang.

Truk tambang off-highway ini menarik perhatian karena tidak hanya mengandalkan ukuran dan kemampuan angkut. Sany juga membekalinya dengan teknologi berbasis sistem hybrid yang ditujukan untuk meningkatkan efisiensi operasional.

Di balik bodinya yang berukuran raksasa terdapat mesin Yuchai YC16 berkapasitas 15,9 liter. Mesin 16-silinder tersebut memiliki dimensi sangat besar, bahkan ruang mesinnya disebut dapat dimasuki oleh manusia dewasa.

Dari sisi kemampuan angkut, Sany SRT100S memiliki bobot operasi maksimal hingga 172 ton. Sementara payload atau daya angkutnya mencapai 95 ton dengan kapasitas bak hingga 70 meter kubik.

Ukuran ban yang digunakan juga tidak kalah menarik. Truk tambang ini ditopang ban khusus off-highway berukuran 2700 R49. Dimensinya bahkan membuat ban tersebut terlihat lebih tinggi dibandingkan manusia dewasa.

Besarnya dimensi SRT100S membuat pengunjung Mining Indonesia 2026 bisa mendapatkan pengalaman visual yang berbeda. Berdiri di samping ban saja sudah cukup untuk memperlihatkan seberapa besar skala kendaraan yang memang dirancang khusus untuk operasional pertambangan.

3. Sany STC1100T6

Selain ekskavator dan dump truck, sektor pertambangan dan konstruksi juga membutuhkan kendaraan untuk mengangkat serta memindahkan komponen berukuran besar.

Sany STC1100T6 menjadi salah satu unit yang ditampilkan untuk kebutuhan tersebut. Mobile crane ini memiliki kapasitas angkat maksimal hingga 110 ton.

Kemampuan tersebut didukung boom utama yang memiliki panjang hingga 60 meter. Ketika dipadukan dengan JIB atau ekstensi boom, jangkauan maksimalnya dapat mencapai sekitar 77 meter.

Menariknya, meski memiliki kemampuan heavy lifting dan dimensi besar, unit ini tetap dirancang agar dapat berpindah dari satu lokasi ke lokasi lainnya. Berat operasional kendaraan tersebut mencapai sekitar 50 ton.

Kombinasi kemampuan angkat, jangkauan, dan mobilitas membuat STC1100T6 cocok untuk pekerjaan yang membutuhkan pengangkatan material berat di area pertambangan maupun proyek konstruksi.

Teknologi Alat Berat Mulai Mengejar Efisiensi

 

Kehadiran ketiga unit tersebut memberikan gambaran mengenai perkembangan industri alat berat saat ini. Jika sebelumnya perhatian utama berada pada kapasitas angkut, tenaga mesin, dan kemampuan menaklukkan medan ekstrem, kini aspek efisiensi juga semakin mendapat perhatian.

Sany SRT100S menjadi salah satu contoh bagaimana teknologi hybrid mulai diterapkan pada kendaraan tambang berukuran raksasa. Teknologi tersebut menjadi bagian dari upaya industri untuk meningkatkan efisiensi konsumsi bahan bakar sekaligus menekan emisi karbon selama kendaraan beroperasi.

Di sisi lain, ekskavator berkapasitas super seperti Shantui SE1500LCW menunjukkan bahwa peningkatan produktivitas tetap menjadi faktor penting. Dengan bucket berkapasitas lebih dari 10 meter kubik dan tenaga hingga 911 HP, alat berat ini ditujukan untuk menangani material dalam jumlah besar dalam waktu yang efisien.

Bagi pelaku usaha pertambangan, deretan alat berat tersebut bukan sekadar tontonan. Spesifikasi dan teknologi yang ditawarkan dapat menjadi pertimbangan dalam memilih kendaraan maupun alat berat yang sesuai dengan kebutuhan operasional.

Sementara bagi pencinta otomotif berat, melihat langsung ekskavator, dump truck tambang, dan mobile crane berukuran jumbo memberikan pengalaman tersendiri.