Ban Mobil Sport Bukan Cuma Soal Grip, Ini yang Sering Terlewat

Ban menjadi satu-satunya komponen kendaraan yang bersentuhan langsung dengan permukaan jalan, sehingga karakter ban turut menentukan banyak hal

Diterbitkan 10 September 2026, 13:48 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Memilih ban untuk mobil sport atau kendaraan premium berperforma tinggi tidak cukup hanya melihat ukuran dan desain tapaknya. Ban menjadi satu-satunya komponen kendaraan yang bersentuhan langsung dengan permukaan jalan, sehingga karakter ban turut menentukan kemampuan akselerasi, handling, hingga pengereman.

Apalagi, kebutuhan terhadap ultra high performance (UHP) tires di Indonesia terus berkembang. Segmen ban berperforma tinggi tersebut diproyeksikan mencatat pertumbuhan positif dengan compound annual growth rate (CAGR) sekitar 5-7 persen hingga 2035.

Karena itu, pengemudi mobil berperforma tinggi perlu lebih cermat saat memilih ban. Selain kemampuan mencengkeram aspal, ada sejumlah faktor lain yang sebaiknya diperhatikan agar performa mobil tetap optimal tanpa mengorbankan kenyamanan dan daya tahan.

1. Perhatikan Performa di Jalan Basah dan Kering

Mobil dengan tenaga besar membutuhkan ban yang mampu menjaga traksi dalam berbagai kondisi. Jangan hanya terpaku pada performa di jalan kering, karena kondisi jalan basah juga dapat memengaruhi kemampuan mobil saat mengerem dan bermanuver.

Salah satu teknologi ban UHP yang dikembangkan untuk kebutuhan tersebut adalah Hankook Ventus evo, generasi terbaru dari Ventus S1 evo3.

Ban ini dirancang untuk memberikan pengereman dan handling pada jalan basah maupun kering, sekaligus menawarkan peningkatan jarak tempuh.

Kemampuan tersebut antara lain terlihat dalam pengujian komparatif AUTO BILD Summer Tire Test 2026 untuk ukuran 245/45 R19. Ventus evo menempati posisi pertama dengan skor 1,1 dan predikat "Exemplary" setelah mengungguli 19 finalis lainnya.

Dalam pengujian tersebut, ban ini menunjukkan performa yang kuat pada dry handling dan wet handling, serta mencatat hasil terbaik untuk dry braking dan posisi kedua untuk wet braking.

2. Jangan Abaikan Kemampuan Pengereman

Tenaga mesin besar akan kurang berarti jika tidak diimbangi kemampuan pengereman yang memadai.

Pada mobil sport, pengereman responsif menjadi salah satu faktor penting, terutama ketika kendaraan digunakan pada kecepatan tinggi atau menghadapi perubahan kondisi jalan secara tiba-tiba.

Ventus evo menggunakan 3D Chamfer Technology yang membantu mendistribusikan tekanan secara lebih merata pada permukaan tapak.

Teknologi tersebut diklaim menghasilkan peningkatan kemampuan pengereman di jalan kering hingga 6 persen dibandingkan Ventus S1 evo3.

Dalam pengujian AUTO BILD Allrad Summer Tire Test 2026 ukuran 255/45 R19, Ventus evo juga mencatat performa teratas pada dry braking dan dry handling.

Sementara pada permukaan basah, ban tersebut mencatat wet handling tercepat dengan kecepatan 89,1 km/jam dan jarak pengereman 50,2 meter dari kecepatan 100 km/jam.

 

 

3. Pastikan Handling Tetap Stabil Saat Bermanuver

 

Karakter mobil sport tidak hanya terasa dari akselerasinya. Respons ketika berpindah jalur atau melewati tikungan juga sangat dipengaruhi oleh kemampuan ban menjaga kontak dengan permukaan jalan.

Salah satu aspek yang perlu diperhatikan adalah kekakuan pola tapak. Pada Ventus evo, optimized stiffness pattern digunakan untuk membantu menjaga grip, stabilitas, dan respons kendaraan ketika bermanuver maupun menikung pada kecepatan tinggi.

Dibandingkan model sebelumnya, performa pengendalian di jalan basah pada Ventus evo disebut meningkat hingga 4 persen.

Bagi pemilik mobil premium, karakter seperti ini penting karena ban menjadi bagian yang menerjemahkan respons setir dan suspensi langsung ke permukaan jalan.

4. Jangan Hanya Mengejar Grip, Perhatikan Usia Pakai

Ban berperforma tinggi identik dengan kebutuhan grip yang tinggi. Namun, ban dengan karakter sport juga perlu memiliki daya tahan agar pemilik kendaraan tidak terlalu sering melakukan penggantian.

Karena itu, mileage atau potensi jarak tempuh menjadi salah satu parameter yang patut diperhatikan.

Ventus evo mengandalkan kombinasi sipes, lateral grooves, dan tie-bars untuk membantu menghasilkan tingkat keausan yang lebih merata. Pola kekakuan yang dioptimalkan juga dirancang untuk mendistribusikan tekanan ke seluruh permukaan tapak.

Hasilnya, jarak tempuh Ventus evo disebut meningkat hingga 32 persen dibandingkan versi sebelumnya.

Dalam pengujian AUTO BILD, ban tersebut mencatat projected mileage hingga 56.310 km dan menjadi ban dengan perhitungan cost per 1.000 km paling ekonomis di antara 20 finalis dari 50 kandidat yang sebelumnya diseleksi.

5. Sesuaikan Ukuran dengan Spesifikasi Mobil

Hal lain yang sering luput diperhatikan adalah ukuran ban. Untuk kendaraan premium dan sport, penggunaan ukuran yang sesuai spesifikasi pabrikan sangat penting.

Ukuran ban memengaruhi berbagai aspek, mulai dari respons kemudi, kenyamanan, stabilitas hingga karakter pengereman.

Ventus evo sendiri tersedia untuk pasar Indonesia dalam berbagai ukuran mulai 17 hingga 22 inci. Rentang tersebut ditujukan untuk memenuhi kebutuhan kendaraan penumpang premium dan berperforma tinggi.

Jangan mengganti ukuran ban hanya karena ingin tampilan mobil terlihat lebih sporty. Pastikan ukuran, indeks beban, serta indeks kecepatan tetap sesuai dengan kebutuhan kendaraan.

6. Cek Rekam Jejak Pengujian dan Penggunaan

Sebelum membeli ban UHP, konsumen juga dapat melihat hasil pengujian independen maupun rekam jejak penggunaannya di dunia motorsport.

Teknologi Ventus secara global telah digunakan oleh lebih dari 30 produsen otomotif, termasuk Porsche, Mercedes-Benz, BMW, dan Audi. Sejak 2005, teknologi tersebut juga telah digunakan dalam berbagai ajang motorsport.

Di Indonesia, lini Ventus turut digunakan dalam kegiatan balap. Pada Indonesia Sentul Series of Motorsport (ISSOM) 2024, Ventus RS4 menjadi salah satu pilihan ban yang banyak digunakan di lintasan.

Sementara pada Pertamina 6 Hours Endurance 2026 di Mandalika, Ventus RS4 digunakan dalam program Arrive & Race yang menyediakan tiga set ban untuk setiap mobil peserta program.

Hal tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan ban untuk mobil berperforma tinggi bukan sekadar soal tampilan, tetapi juga menyangkut kemampuan menjaga grip, kontrol, stabilitas, dan ketahanan.