Sepeda Motor Bensin Dilarang di Vietnam, Honda: Bisa Picu PHK Massal

Rencana Vietnam untuk melarang sepeda motor bensin di pusat kota Hanoi, telah memicu kekhawatiran di kalangan produsen Jepang.

Diterbitkan 23 Oktober 2025, 16:04 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Rencana Vietnam untuk melarang sepeda motor bensin di pusat kota Hanoi, telah memicu kekhawatiran di kalangan produsen Jepang. Para pabrikan kendaraan roda dua Negeri Matahari Terbit ini mengatakan, kebijakan tersebut dapat memicu PHK massal dan kebangkrutan.

Disitat dari reccessary.com, pemerintah Jepang bersama produsen sepeda motor Honda, Yamaha, dan Suzuki telah mendesak Hanoi untuk menunda penerapan kebijakan tersebut, dan memberikan masa transisi bagi industri untuk beradaptasi.

Rencana pelarangan sepeda motor bensin oleh pemerintah Vietnam ini, akan dimulai pada pertengahan 2026 untuk mengatasi polusi udara perkotaan, khususnya di pusat kota Hanoi dan kota besar lainnya, seperti Ho Chi Minh.

Kedutaan besar Jepang di Hanoi sendiri, sudah mengirimkan surat kepada pemerintah Vietnam pada September, dan memperingatkan bahwa larangan yang mendadak akan berdampak serius kepada distributor dan pemasok suku cadang sepeda motor.

Kedutaan Besar juga mendesak adanya 'peta jalan yang tepat' menuju elektrifikasi, termasuk periode penyesuaian dan regulasi bertahap.

Sedangkan kelompok industri memperkirakan, hampir 2.000 dealer dan 200 pemasok komponen akan terdampak oleh larangan tersebut, yang akan berdampak pada ratusan ribu pekerja.

Selain itu, sejatinya masa transisi bisa diberlakukan dua hingga tiga tahun, untuk menata ulang lini produksi, memperluas jaringan pengisian daya, dan memperbaharui standar keselamatan.

Pasar Sepeda Motor Vietnam

Sementara itu, pasar kendaraan roda dua Vietnam merupakan salah satu yang terbesar di dunia, bernilai US$ 4,6 miliar, dengan hampir 80 juta sepeda motor terdaftar, dengan tingkat penetrasi sekitar 80 persen, menurut Mordor Intelligence.

Honda mendominasi pasar dengan pangsa pasar 80 persen dan menjual 2,6 juta unit tahun lalu.

Setelah kendaraan listrik (EV) melampaui mobil berbahan bakar konvensional di pasar, pendapatan Honda semakin bergantung kepada bisnis sepeda motornya.

Meskipun telah meluncurkan model listrik, sepeda motor berbahan bakar bensin masih mendominasi penjualan.

Sejak pengumuman larangan tersebut, penjualan Honda anjlok hampir 22 persen pada Agustus, dan meskipun September menunjukkan sedikit pemulihan, angka tahunan tetap turun dua digit.

Sumber mengatakan Honda mungkin mengurangi produksi di Vietnam, tetapi tidak berencana untuk menutup pabrik lokal.