Sukses

Top 3 Berita Hari Ini: Prediksi Pasar Mobkas dan Volume Kendaraan di Jakarta Turun

Liputan6.com, Jakarta - Informasi terkait pasar mobil bekas (mobkas) yang diprediksi menggeliat pada kuartal kedua tahun ini berhasil menyita perhatian pembaca Liputan6.com.

Tidak hanya itu, kabar mengenai GPS tracker yang bisa melacak motor dicuri maling, serta volume kondaraan di DKI Jakarta yang menurun turut menjadi sorotan pembaca.

Berikut ringkasan artikel otomotif terpopuler yang terangkum dalam top 3 berita hari ini:

1. Pasar Mobil Bekas Diprediksi Menggeliat di Kuartal Dua 2021

Pandemi virus Corona Covid-19 yang terjadi di Indonesia, tidak hanya mempengaruhi penjualan mobil baru tapi juga mobil bekas (mobkas).

Kondisi ekonomi yang tak menentu tahun lalu, turut mempengaruhi keputusan masyarakat untuk membeli kendaraan roda empat.

Namun, berdasarkan survei yang dilakukan platform jual beli mobkas, Carsome Consumer Survey, yang dilakukan kepada 1.005 koresponden di Indonesia, sebanyak 64 persen mengungkapkan minat untuk membeli mobil mulai April 2021.

Selengkapnya baca di sini

 

2 dari 5 halaman

2. Alat Ini Efektif Melacak Kendaraan Bermotor yang Dicuri

Seiring perkembangan waktu, inovasi Global Positioning System (GPS) mulai bermunculan. Salah satunya adalah GPS tracker yang biasa dipasang di kendaraan bermotor, seperti bisnis ekspedisi maupun rental kendaraan. Alat ini pun juga bisa dipasang di sepeda motor.

Sesuai dengan namanya, GPS Tracker merupakan sebuah perangkat yang digunakan untuk melacak keberadaan suatu barang atau objek tertentu.

Alat ini biasanya digunakan pada kendaraan baik mobil, truk maupun motor demi mengantisipasi terjadinya tindak pencurian.

Selengkapnya baca di sini

 

3 dari 5 halaman

3. PSBB Pengetatan Sepekan, Volume Kendaraan di Jakarta Turun 4 Persen

Guna menekan angka penyebaran Virus Corona Covid-19, pemerintah menetapkan status Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Pulau Jawa dan Bali.

Berlaku mulai 11-25 Januari 2021, sejumlah aktivitas masyarakat dibatasi demi menurunkan penularan virus yang mewabah pertama kali di Cina tersebut.

Menurut Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta Syafrin Liputo, mobilitas masyarakat dengan menggunakan kendaraan bermotor selama PSBB pengetatan ini turun.

Selengkapnya baca di sini

4 dari 5 halaman

Infografis 17 Kondisi Orang Tak Bisa Disuntik Vaksin Covid-19 Sinovac

5 dari 5 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: